Pertanda

Allah senantiasa memberi tanda-tanda sesuatu di dunia kepada hambanya, bayangkan saja bagaimana perubahan manusia dari rambutnya yang memudar putih, gigi yang mulai tanggal, kekuatan fisik semakin menurun, anak-anak semakin besar dan memberikanmu cucu, lalu teman-temanmu yang sakit kemudian meninggal dunia.  Sesungguhnya Allah telah merancang tubuh sedemikian rupa untuk memberikan pertanda mengenai yang sedang terjadi di dalam tubuh manusia agar sebagai mahluk memiliki waktu untuk mempersiapkan diri kembali kepada Sang Maha Pencipta.

Sayangnya manusia sering mengabaikan tanda-tanda tersebut.  Tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa didahului oleh tanda-tanda kebesaran Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha Pengasih dan Penyayang.

Perhatikan setiap masalah yang dihadapi, hanyalah sebuah petunjuk yang sangat berharga bahwa ada sesuatu yang salah pada diri, yakni tidak berada pada jalur yang sebenarnya.  Intinya itu adalah cara Tuhan menyadarkan manusia untuk berubah, introspeksi diri agar selalu dalam kebenaran dan ketaatan.

Jati Diri

Sebenarnya yang paling mengetahui diri pribadi yang terdalam adalah niat, itulah yang sesungguhnya jati diri yang sebenarnya yang paling mengetahui motivasi yang terdalam.  Orang lain menilai dari apa yang dilihatnya dari pencitraan sebuah persepsi yang dibangun.  Penampilan luar sekedar bentuk polesan yang mengusung kepalsuan di dalam topeng yang diciptakan.  Padahal esensi hidup menjadi diri pribadi apa adanya dengan menjalani pertumbuhan mental spiritual untuk perjalanan menghadap Allah Azza wa Jalla.

Salah satu cara ampuh untuk mengembangkan karakter diri dengan berpuasa.  Karena ibadah ini tidak dipamerkan, hanya rahasia berdua saja antara diri sendiri dengan Tuhan.  Dalam puasa dilatih untuk tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang.  Yang terpenting penilaian Allah Azza wa Jalla kepadanya.  Dan jujur kepada diri sendiri tentang jati dirinya.

Cerita Cinta

Kisah asmara insan manusia yang sedang dilanda cinta membuat seorang terpana, terpesona sejak pandangan pertama, menggetarkan sukma, tak kuasa menahan rindu, tersipu malu.  Begitulah cerita cinta seorang anak manusia.  Lalu aku bertanya dalam diri? Bagaimana perasaanku dengan cinta yang telah Allah berikan padaku sejak aku dilahirkan? Anugerah kehidupan dunia yang disediakan untukku? seluruh mahluk yang diciptakan menemani sepanjang hayatku.  Akankah kupungkiri, besarnya anugerah cinta yang Allah berikan kepadaku.

Yaa, Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.  Begitu luas kasih sayang yang telah Allah Azza wa Jalla berikan kepada hambanya, terlepas dari apakah aku orang yang baik atau jahat, menunjukkan cinta Tuhan Sang Maha Pencipta yang luar biasa kepada mahluknya.  Sanggupkah cintaku membalas anugerah cinta yang telah kuterima ini.  Sembah sujudku hanya untukMu yaa, Robb…..

Yakiniku


Keimanan seseorang selalu berubah-ubah mengikuti kadar keyakinan.  Naik turun besaran iman hamba dipengaruhi situasi dan kondisi hati sanubari.  Upaya menjaga hal tersebut harus tetap belajar mencari ilmu agama sampai akhir hayatnya, tak perlu hingga ke negeri China.  Pengetahuan yang didapat dari menuntut ilmu akan selalu memperbaiki setiap niat dan amalan ibadah.  Secara otomatis, semakin berilmu seorang hamba terpelihara niatnya semata-mata ikhlas karena Allah, dan amalan sesuai apa yang dicontohkan Rasulullah.

Tugas pokok seorang hamba, hanya untuk mengabdi kepada Allah Azza wa Jalla.  Kemudian galilah potensi diri yang telah Allah berikan kepada manusia sebagai misi tujuan hidupnya menjadi khalifah di muka bumi ini.

Setiap hamba berbeda-beda misi khusus yang dititipkan kepadanya.  Tetapi memiliki visi yang sama yakni mengharapkan ridha dan hidayah Allah Azza wa Jalla, meraih keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Charge n Sinyal

Hp sebagai alat komunikasi dengan sesama manusia, membutuhkan ketahanan batere agar dapat digunakan dalam waktu yang lama, dan juga perlu sinyal yang kuat untuk mempertahankan percakapannya.  Tidak jauh berbeda ketika seorang hamba berkomunikasi dengan Sang Maha Pencipta, hatinya perlu dicharges dengan siraman rohani berupa: mendengarkan kajian agama, siar dakwah, menghadiri majelis taklim, dan sebagainya, untuk mempertahankan keyakinan.  Sedangkan sinyal yang kuat dapat ditemukan pada waktu doa yang bermunajab, misalnya sepertiga malam terakhir, sebelum iqamah dikumandangkan, dan seterusnya.

Ibarat telepon, perasaan seorang hamba harus terhubung ke sumber spiritual dengan senantiasa mencharge batere keimanannya, dan harus menjaga agar sinyal yang diterima selalu kuat setiap saat dengan berdoa di waktu munajab.

Agama

Agama itu pengetahuan yang mengandung nilai spiritual.  Orang yang beragama adalah identik dengan orang baik, karena mengajarkan norma-norma pedoman hidup antar sesama mahluk dan penghambaan diri kepada Sang Maha Pencipta.

Ketika seseorang melakukan kesalahan (bermaksiat), berarti pengetahuan agamanya belum sampai diterima, bisa jadi ilmunya hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri, karena sering melupakan apa yang diketahuinya, tanpa pengalaman spiritual.  Mengetahui adalah proses intelektual, sedangkan menyadari adalah proses spiritual.

Ilmu agama butuh diamalkan dan dipraktekkan agar bernilai ibadah di hadapan Sang Maha Pencipta, sekaligus sebagai wujud kesadaran spiritualnya.

Perantauan

Manusia di dunia tergambarkan seperti seorang sedang merantau, mencari tempat lingkungan yang nyaman, aman, dan tentram.  Nyaman itu jiwanya yang tenang, aman itu raganya yang aman dilindungi, dan tentram itu terpenuhi kebutuhan hidupnya.

Selagi seseorang itu terusik kenyamanannya, keamanannya, dan ketentramannya, maka ia akan segera merantau kembali mencarì tempat yang nyaman, aman, dan tentram.  Begitulah siklus kehidupan manusia dalam perantauan.  Selalu mengupayakan solusi lingkungan yang terbaik di suatu negeri bagi dirinya sekeluarga.

Ketika sekali waktu menoleh ke belakang, terdapat tapak tilas yang pernah dilalui yang tertinggal bisa dimanfaatkan anak keturunan.

Lentera

Lilin-lilin kecil, berpijar dalam gulita, menerangi mayapada, dengan cahayamu yang lemah itu, ternyata tidak mampu, menerangi jiwa-jiwa yang rapuh.

Lilin membeku dalam halimun biru, terbawa akan sirnamu.

Kau lilin yang kecil, berpijarlah terus, terangilah jalan hidup di depanku, bimbinglah aku ke masa depan yang penuh harapan.

Lilin adalah sosok kawula muda, dengan semangat mengobarkan cahaya lentera di kegelapan, menerjang dahsyatnya kehidupan dunia.  Kelak lilin akan menjadi obor di kemudian hari.

Antara Sayang dan Dimanjakan

Anak muda generasi milenial saat ini, tak setangguh pemuda-pemudi di zaman orangtuanya dahulu.  Mereka cenderung lebih pintar, tidak gagap teknologi, selalu update informasi medsos, dan canggih menyingkapi problematika di zaman now.  Tetapi kurang memiliki spirit kemandirian diri dalam kenyataan hidup.  Nampak dewasa secara pengetahuan, dan jauh tertinggal dari segi mental spiritualnya.  Cenderung diberi lebih perhatian dalam bentuk sentuhan kasih sayang sehingga terasa dimanjakan ayah bunda, kemudian tidak menjadi petarung sejati di kehidupan nyata.

Renungkan kembali, apa yang sudah tertanam dalam nilai pengasuhan ananda dalam kesehariannya.  Sesuaikah dengan target harapan orangtua? Kesiapan menjalani hidup setelah orangtua wafat? Mampukah mereka menjalin tali kasih dengan kerabat dekatnya? Pelihara rasa sepenanggungan?

Banyak pertanyaan yang semuanya tentang kekhawatiran akan ketidak-sanggupan ananda di dunia nyata.
Sebelum terlambat, pastikan ananda faham fitrah dalam dirinya.  Berikan kepercayaan menghadapi tantangan hidup di akhir zaman yang penuh dengan fitnah.  Tegar menjalani cobaan yang menghadang.  Tak perlu takut atau cemas menyingkapi permasalahan hidup.  Tegakkan kebenaran dan raih keadilan di dunia.  Yakinlah, Allah Azza wa Jalla selalu bersama orang yang sabar dan tawakal.

Syaban

Bahwasanya Syaban adalah bulan diangkatnya amal shalih kepada Allah, kemudian setelah itu Allah menerima di antara amal shalih yang kita kerjakan tersebut, yang Allah kehendaki.
Bulan ini berada di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan.  Bulan Rajab termasuk bulan haram, di mana seseorang diutamakan mengerjakan amal-amal shalih di bulan haram.  Sedangkan bulan Ramadhan adalah bulan mulia dan bulan yang paling afdal, di dalamnya manusia banyak sibuk menunaikan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla.  Makanya di bulan Syaban banyak manusia yang lalai dari amal shalih.  Menunjukkan tentang keutamaan beribadah di waktu fitnah.

Hikmah di saat manusia dalam keadaan lalai menjadikan keutamaan memperbanyak shalat malam, karena sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam.  Rasulullah perbanyak puasa dan terus membaca Alquran di bulan Syaban.
Apabila amal shalih tersebut ikhlas sesuai sunnah akan diterima Allah, akan tetapi jika tidak terpenuhi syaratnya, maka tidak diterima oleh Allah Azza wa Jalla.

Syarat amalnya diterima Allah adalah: Ikhlas untuk Allah dan sesuai dengan sunnah Rasulullah.