Jodohku

Aku teringat dahulu pernah ayah temanku semasa SMA menyampaikan kepada anak-anaknya, “Ayah ingin Mas Nana menjadi menantu Ayah.”  Semua yang mendengar saling beradu pandang, seperti sebuah pertanyaan baru saja hadir di telinga kedua adik temanku itu, “Siapa yang mencintai Mas Nana?”

“Mas Nana memang bukan orang Jawa, tetapi sikapnya seperti orang Jawa.  Ayah ingin Diah atau Dini menentukan pilihan ini.” Pertanyaan yang menjadi Pe-eR lama, tak bisa langsung dijawab oleh kedua anak gadisnya.  Aku pun ikut diberitahu oleh temanku, maksud keinginan ayahnya.

Masih terlalu dini membicarakan perjodohan itu, aku hanya tertunduk malu harus pilih yang mana.  Bingung tak tahu mana yang harus dipilih.  Keduanya cantik di mataku.  Begitu sempurna.

Aku hanyut dalam kenangan, saat menghadiri pernikahan Agung dan Dini yang bisa aku hadiri bersama istriku di sebuah gedung resepsi pernikahan.  Ketika aku menaiki panggung pengantin untuk mengucapkan salam ‘selamat menempuh hidup baru.’  Ayahnya Dini memelukku dan berbisik menyampaikan sesuatu kepadaku, “Kamu tidak menjadi menantuku, karena kamu memilih mertua yang lebih kaya dariku.” Sambil menepuk pundakku.

Demam Korea

Boy Band asal Korea Selatan saat ini mendapat perhatian dunia, karena karakteristik pesona koreografi blocking power full yaitu perpaduan gerak dinamis dan tarian enerjik menyaingi popularitas Michael Jackson seorang King of Pop yang terkenal MoonWalknya, yang ikut tenggelam bersama kematian sang legendaris, sangat menyedihkan dalam waktu sekejap saja popularitasnya tergantikan BTS Boy Band asal Korea.

K-Pop BTS berjumlah 7 personil, juga dikenal sebagai Bangtan Boys dibentuk oleh Big Hit Entertainment mulai berkarir tahun 2013 yang kemampuan menarinya sudah teruji melewati tahap casting seleksi kelayakan oleh pihak menejemennya.  Sehingga performa tampilan mereka meronakan pandangan penonton di atas panggung maupun pagelaran musikalitas youtube begitu spektakuler.

Tak berhenti sampai di sini sering juga terdengar perbincangan di sekitar kita tentang drama romantis Korea yang sangat syahdu ceritanya dikemas menyentuh emosi jiwa.  Sehingga sensasi demam Korea melanda di mana-mana, khusus wanita dari fashion dan penggunaan alat perawatan kecantikan bisa didapat secara on-line.  Karena memang masyarakat Korea baik laki-laki atau wanita menyukai perawatan diri karena faktor cuaca maupun kondisi kulit yang sensitif sehingga aneka perawatan wajah beragam pilihan di sana.

“Seandainya aku bisa terbang…aku akan menemui pujaan hatiku, Kim Seok Jin” Gumam Gina melamun jauh terbang tinggi bersama mimpinya.  “Apakah ini yang dinamakan cinta?” Akankah berbalas cinta seorang penggemar kepada bintang pujaan hati? Apalagi sudah jelas beda negara, beda kebiasaan, beda semua.  “Kesal…” lirih Gina menahan perasaaan yang semakin tak karuan, seneng kok sama wong Korea. Mustahil, bagai pungguk merindukan bulan, mengharap sesuatu yang tak mungkin terjadi.

Sejak tahun 2017 awal mula kenal K-Pop, Gina selalu dihantui figur seorang Kim Seok Jin, bisa ditemukan digaleri Hp-nya penuh aneka style foto dan koleksi youtube penampilan Boy Band tersebut.  Tak sadar waktu Gina habis menggenggam Hp kesayangannya.

“Gina….letakkan dulu Hpnya, makan kok sambil nonton. Nikmati makanmu…!” kalimat yang sering keluar dari mulut bunda.  Gina tersenyum sambil tak lepas pandangan matanya ke Hp yang disandarkan dekat wadah kerupuk.  Bunda hanya geleng-geleng prihatin melihat demam Korea yang kian merasuk Gina. “Obatnya apa yaa?” gumam Bunda spontan.

“Akankah kutemukan sosok Kim Seok Jin di Indonesia?” pikir Gina sambil garuk-garuk kepala yang tak terasa gatal.  Demam Korea yang dirasakan Gina itu juga menyerang kebanyakan kaum hawa di pelosok dunia, menyukai K-Pop dan Drakor (Drama Korea).  Padahal secara kaidah bahasa sangat asing untuk bisa dinikmati lirik lagunya, bahasa asing yang populer didendangkan hanya Bahasa Inggris.  Kenapa mendadak semua orang tidak mempedulikan bahasa lagi dalam lirik lagu, yang terpenting saat ini pertunjukan yang menarik dalam koreografi pagelaran musikalitas tinggi.  Korea benar-benar menunjukkan prestasi yang gemilang dikancah seni sebagai wakil negara-negara Asia lainnya yang sulit menembus popularitas karya seni gerak dan lagu.  Juga kualitas drakor yang fenomenal sehingga membuat kaum hawa betah di rumah menonton serial drakor.

Semula film hanya dimiliki Hollywood atau Bollywood, film dan drama Korea meroket menambah daftar kompetisi menyaingi kualitas Hollywood dan Bollywood.  Keberhasilan Korea Selatan menembus popularitas dunia seni mengisyaratkan saat ini telah bergeser para penikmat seni tidak hanya dikuasai negara barat saja yang memiliki bahasa kesatuan Bahasa Inggris.  Bahasa Korea yang begitu sulit dan asing untuk didengar dapat dinikmati seluruh warga dunia melalui lirik lagu menembus batas bahasa dunia.  Semua orang menikmati lirik lagu dalam sebuah pagelaran musikalitas, perpaduan gerak dan lagu blocking power full.

“Aku jengkel, kenapa Gina begitu kerasukan K-Pop and Drakor.” Cibirku.  BTS Boy Band hanya beruntung hadir di saat dunia sedang membutuhkan hiburan mirip-mirip cheerleader atau the pom-pom girls (pemandu sorak yang beraksi enerjik dengan akrobat).  Atraksi dancenya biasa saja, malah terkesan banyak main diblocking tukar-tukar posisi menghabiskan ketukan secara kolosal.

“Wajah mereka belum tentu asli, operasi plastik, makanya jarang ditemukan laki-laki yang berewokan.  Pasti tak akan tumbuh…” hhhmmm lecehku.  “Ups….” Aku tersadar, jangan-jangan aku dilanda cemburu kepada Gina yang mulai berubah selalu membandingkan aku dengan si Kim Seok Jin.  Spontan aku menatap ke cermin dan melihat foto Kim Seok Jin yang tersaji di google search engine.  “Aku ada ide cemerlang…” sambil bergegas meninggalkan singasana kamarku, berencana permak tampilanku ke salon.

“Gina, aku punya kejutan.  Kamu keberatan tidak aku datang ke rumahmu?” ujarku bicara dalam call wa.

“Kejutan apa yaa?” sahut Gina.

“Aku baru download Drakor serial berjudul dr. Romantic Teacher Kim 2.”

“Mau dong, OK…aku tunggu yaa.”

Semoga aku berhasil dengan tampilan seperti ini, sambil aku bergaya di depan cermin salon menatap hasil permak gaya rambutku mirip si Kim Seok Jin, yang bedakan aku dengan dia berasal dari Korea, aku turunan China, lumayan dapat putihnya.

Sesampainya di depan pintu rumah Gina, aku pencet bel dan menantinya keluar sambil perlahan aku membalikkan tubuh menghadap ke jalan depan rumah.  Berdebar juga jantungku.  Lalu terdengar suara pintu terbuka.

“Cari siapa yaa?” Sapa Gina kepadaku.

Perlahan aku membalikkan badan, sedikit menundukkan kepala, dengan mempertahankan pandangan mataku tetap tertuju ke mata Gina.

“Jin…..Galih…..Kamu…..”Gina termangu tak percaya menatapku believed or not.

“Kamu…..Galih…..Jin…..”

“Aku Galih…..”

“Tuhanku, ternyata…..”

Lama Gina menatapku tak percaya, aku tersipu, senangnya bisa mengejutkan ke kasih hati yang terpana demam Korea.  Semoga ini mengobati kerinduannya Gina yang ngefans berat K-Pop BTS Boy Band.

Yang unik di Salatiga

Salatiga salah satu kotamadya yang letaknya antara Semarang – Solo, kota kecil sebagai tempat transit jalur utara yang terhubung jalan tol hingga ke Jawa Timur.  Adanya jalan tol baru ini mempercepat waktu tempuh jalur darat dari Jakarta hingga Salatiga dengan kendaraan pribadi sekitar 6 – 8 jam, yang semula ditempuh 10 – 12 jam.  Selisih waktu kurang lebih 4 jam.  Bagi pencinta touring dan penikmat kuliner dengan tujuan Jawa Timur sangat layak untuk singgah transit di Salatiga, berlaku rute sebaliknya, disarankan untuk mampir melepas penat setelah berkendara dalam tol, karena Salatiga separuh waktu tempuh perjalanan.

Yang khas dari Salatiga itu adalah Wedang Ronde, di sepanjang jalan kota, penjaja wedang ronde banyak dijumpai dan yang paling masyhur adalah Ronde Sekoteng Jago dan Ronde Mak Pari.  Sangat populer dengan cita rasa, yang dapat menghangatkan badan dan menambah stamina di udara sejuk kota Salatiga.

Sejak tahun 1964 Ronde Sekoteng Jago dikenal sebagai penangkal udara dingin kota Salatiga, yang diadaptasi dari kuliner China, ini disajikan dalam mangkuk porselin China dengan semerbak aroma sensasi rasa jahenya terhirup segar menggoda, memberikan relaksasi dalam otak. Konon nama Jago tersebut dipakai karena awalnya adalah kedai jamu yang bertahan hingga saat ini dari resep turun temurun sampai pada generasi keempat.

Mak Pari merintis Ronde Mak Pari mulai dari angkringan pinggir jalan hingga menjajakan di rumah dengan cita rasa yang melegenda sejak 1947 dan harganya sangat merakyat.  Makanya terdapat 5 cabang di seputar kota Salatiga dengan mempertahankan kualitas rasa yang sedikit dimodifikasi menyesuaikan tren saat ini oleh anak keturunan Mak Pari.

Wedang ronde bukan minuman asli Indonesia, ronde adalah bola-bola bulat dalam bahasa Jawa, awalnya merupakan hidangan khas Tiongkok bernama Tangyuan yang diadaptasi ke dalam kuliner Jawa.

Salatiga, kota kecil yang didominasi etnik China, makanya di perumahan tempat kami tinggal mayoritas beragama Kristen, hanya seperempat warga muslim yang ambil rumah tinggal di perumahan ini.  Pantaslah slogan kota Salatiga adalah Salatiga Hati Beriman, sebagai ciri khas daerah dengan semboyan mewakili kondisi keberagaman agama sesuai Pancasila.

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) adalah salah satu universitas swasta tertua di Indonesia yang terletak di Salatiga, berdiri sejak 1956, ini membuktikan bahwasanya masyarakat Salatiga mayoritas berasal dari keturunan China, dan selain terdapat Klenteng (sebutan untuk tempat ibadah penganut kepercayaan tradisional Tionghoa di Indonesia) juga bertebaran banyak gereja-gereja yang dibangun menaungi umatnya.

Sudah 7 tahun kami sekeluarga tinggal menetap dan membeli rumah di kota kecil Salatiga, melanjutkan rencana ibu mertua yang sebelum wafatnya, ingin menghabiskan sisa hidup di kampung halamannya ini.  Qodarullah, takdir mendahului impian ibu mertua hingga rencana itu, kami sekeluarga yang melanjutkan menetap tinggal di Salatiga, seperti kampung halaman sendiri.  Sebenarnya kami sekeluarga lahir di Jakarta kota metropolitan, tetapi tak akan pernah menjadikan Jakarta sebagai kampung halaman.  Biarlah momen liburan hari raya akan kami sebut pulang kota yang terhindar dari arus mudik yang macet, karena arus mudiknya terbalik.

Semboyan Salatiga Hati Beriman, mengandung makna: Sehat, Tertib, Bersih, Indah, dan Aman. Ciri khas ini potret lingkungan yang tergambarkan pada keseharian masyarakatnya.  Kerukunan warga tercipta harmonis, secara perekonomian pemerintah daerah Salatiga bisa dikatakan stabil yang artinya kegiatan perekenomian masyarakatnya mencukupi kebutuhan masyarakat sendiri.  Tak ada pengaruh dampak beroperasinya jalan tol lintas Jawa Tengah – Jawa Timur mematikan perekonomian Salatiga.  Tak ada perubahan dan perbedaan sama sekali.

Ada satu lagi yang menonjol adalah keberadaan Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran, tepatnya di Jalan Solo – Semarang Km45, Desa Butuh Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang, yang mencetak generasi Islam yang Robbani (berilmu, beramal, dan berdakwah) mengarahkan masyarakat untuk lebih mengenal Allah, Nabi-Nya, serta keindahan Agama Islam yang lurus, berguna bagi dunia dan agamanya.

Menariknya juga di Salatiga terdapat satu Kafe premium yang dikemas dengan baik menjual lokasi tempat nongkrong yang cukup luas seperti miniatur Kebun Raya Bogor yang berhasil bertahan di Salatiga, namanya Langit Senja Coffee, letaknya di Kutowinangun, Kidul, Tingkir, Salatiga.  Terpencil tapi tak pernah sepi.  Kebanyakan pengunjung yang datang malah dari luar kota seperti Semarang.

Terlepas dari image kota Salatiga sebagai kota pensiunan, Langit Senja Coffee mengusung konsep industri dipadukan dengan alam Salatiga yang asri.  Gaya arsitektur modern nampak dari pintu masuk.  Desainnya dibuat simetris dengan kaca-kaca besar sebagai pengganti tembok-tembok beton.  Dari luar, pengunjung bisa melihat aktifitas barista yang tengah meracik kopi.  Waktu terbaik mengunjungi kafe ini memang sewaktu senja menyapa akan dapat merasakan indahnya langit senja dengan hawa dingin dan semilir angin segar, fenomena alam yang cantik.

Salatiga kota mandiri yang kebutuhan masyarakatnya terpenuhi dari kegiatan perekonomiannya.  Jangan heran ketika putar-putar keliling kota Salatiga banyak ditemukan orang-orang yang menjelang tua yang sehat bersemangat menjalani hidup tak kenal lelah menyongsong waktu senja penuh kedamaian.

1 untuk 11

Ramadhan adalah waktu menempa diri, melatih dan belajar mempersiapkan pribadi selama sebulan untuk menghadapi ujian yang diselenggarakan selama 11 bulan setelah Ramadhan berakhir.  Upaya pelatihan ini terasa menjadi keharusan yang mutlak agar lulus dalam maraton ujian yang panjang, yang akan menghabiskan energi mental dan spiritual hamba yang beriman.  Ibadah 1 bulan untuk menghadapi 11 bulan ujian hidup.

Apa yang dirasakan setelah menunaikan ibadah Puasa Ramadhan selama sebulan? Apakah hanya merasakan kelelahan disebabkan telah terpenuhinya kewajiban sebagai hamba? Apakah merasakan pencerahan akan sebuah perubahan paradigma kehadiran Tuhan dalam keseharian yang mengubah hidup selamanya? Berapa nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)nya?

Seorang hamba harus memastikan hasil pelatihan di bulan Ramadhan dengan menghadirkan Allah Azza wa Jalla dalam kesehariannya.  Nilai KKM lebih utamakan hasil spiritual dengan perubahan mental seorang hamba.

Semoga Allah mudahkan segala urusan hamba yang selalu berusaha dalam ketaqwaannya.

Puasaku untukMu

Niat puasa seorang hamba diperuntukkan hanya kepada Allah Ta’ala yang memiliki daya cipta yang Maha Agung dan Maha Sempurna, sesungguhnya Allah yang akan membalas amalan puasa tersebut, karena seorang hamba selalu butuh akan ibadah kepada Allah, sepatutnya sebagai hamba menunaikan Puasa Ramadhan dengan penuh suka cita mengharap ridha dan hidayah dari Sang Khalik.  Tak ada sekutu bagiNya.

Doaku:
Puasaku untukMu, yaa Rabb…  Jadikan puasa ini menambah ketaatan dan keimanan hamba yang hina di mataMu, yang butuh akan hidayah dan maghfirahMu.  Tunjukkan jalan yang lurus dan benar dalam keharibaanMu.  Bersyukur atas nikmat yang telah Kau berikan dari pembelajaran menahan rasa dahaga dan lapar, dari muslihat syahwat yang menggoda.

Ibadah puasa yang hanya dipersembahkan kepada Allah semata, pahalanya tak dapat diukur, sampai tak terhingga.  Mengapa demikian? Karena keberkahan hidup yang akan terukir di dunia, berupa ampunan dosa setahun yang lalu hingga setahun yang akan datang.  Balasan pahala kebaikan yang Allah berikan kepada mahluknya yang berpuasa untukNya.  Masya Allah….Allahu Akbar, begitu baiknya Sang Maha Pencipta memberikan anugerah untuk hambanya yang bertakwa.

Perintah Allah kepada umatnya untuk puasa di bulan Ramadhan dalam rangka meningkatkan ketakwaan yang mengandung pendidikan dan pelatihan dalam amar ma’ruf nahi munkar dengan makna agar hidup sehat dan bugar secara lahir maupun batin.  Artinya puasa mengandung nilai-nilai pendidikan untuk jiwa dan raga.  Selama sebulan raganya dilatih menahan haus dan lapar, sedangkan jiwanya dilatih menahan hawa nafsu syahwatnya.

Tantangan lainnya di bulan Ramadhan adalah shalat malam yakni Shalat Tarawih.  Di mana terdapat keutamaan shalat tahajud pada sepertiga malam di penghujung waktu fajar, waktu menempa diri memohon kepada Allah di saat hamba lainnya sedang menikmati istirahat dalam tidur, terbuai mimpi.  Jalur kontak antara hamba dengan Sang Khalik di malam hari mulai jarang digunakan, sepi tak banyak orang yang menggunakan waktu bersujud kepada pemilik alam semesta ini, makanya latihan tersebut berharap menjadi kebiasaan menunaikan shalat tahajud setelah selesai melewati bulan suci Ramadhan akan terbiasa menggunakan waktu tersebut untuk bersujud memohon maghfirahNya.

Kesempatan lain belajar ibadah di bulan Ramadhan yaitu bersedekah kepada fakir miskin.  Itu terkandung dalam amalan puasa, sebagaimana seseorang ikut merasakan haus dan lapar ketika tidak memiliki suatu yang bisa dimakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.  Berbagi derita akan membentuk perasaan sepenanggungan dan tertanam benih kasih sayang dengan sesama.  Perasaan yang timbul atas dasar cinta sesama karena Allah, akan membangkitkan rasa kemanusiaan, kepedulian, sebagai mahluk yang lemah.  Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada hambanya.  Seyogyanya momentum bersedekah di bulan Ramadhan yang berlipat ganda pahala yang dijanjikan Allah benar-benar dimaksimalkan oleh hamba yang beriman.

Di bulan Ramadhan terdapat misteri Lailatul Qadar, seluruh umat berlomba-lomba mendapatkan malam itu yang memiliki nilai 1000 bulan yakni beribadah sama nilainya dengan beribadah selama 83 tahun 4 bulan, dengan beritikaf di mesjid pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.  Terasa sangat syahdu dalam penantian rahmat Allah yang Maha Besar.  Sungguh beruntung bagi hamba yang mendapatkan malam Lailatul Qadar.  Biasanya tersisa segelintir orang saja yang bertahan menggapai misteri Lailatul Qadar. Semuanya atas kehendak Allah.

Sedangkan kegiatan yang paling utama saat berpuasa di bulan suci Ramadhan, dengan menjaga lisan dari perbuatan maksiat yaitu membaca Alquran, memahami hingga mentadabburinya (benar-benar faham makna kandungan setiap ayat demi ayat Alquran).  Sungguh, Allah akan berikan mahkota kepada orangtua mereka yang memiliki spirit, bersemangat menghafal Alquran.

Begitulah proses pendidikan mental dan spiritual di bulan Ramadhan memiliki nilai tinggi di mata Allah, latihan yang spektakuler akan membuahkan hasil maksimal yang nampak perubahan pada diri seorang hamba tatkala selesai menunaikan amalan-amalan skala prioritas di bulan Ramadhan.  Misterinya akan terlihat jelas perubahan akhlak hamba yang taat dan patuh dalam amar ma’ruf nahi munkar di mana dampak kewajiban melatih diri puasa di bulan Ramadhan menciptakan ketaatan hamba yang semakin tinggi membekas pada dirinya walaupun bulan penuh berkah berakhir.  Tandanya seorang mulai jihad hijrah di jalan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Tak akan dipungkiri, kewajiban seorang hamba kepada Allah Azza wa Jalla sebagai pencipta alam semesta ini akan selalu mempertahankan makna yang terkandung dalam setiap ibadah di bulan suci Ramadhan yang begitu dahsyat Allah berikan segala keberkahan dan ampunan bagi hambanya yang selalu berupaya memperbaiki amalan untuk menghadirkan ridha dan hidayah Allah Azza wa Jalla.

Yang pudar

Berani masuk pasar dunia, modal utamanya menguasai Bahasa Inggris sebagai bahasa dunia, begitulah sumber daya manusia India bersaing diterima di pasar internasional, sangat fenomenal.  Bukti nyata image Hollywood and Bollywood bersanding di dunia hiburan.

Uniknya terjadi mulai di tahun 2010 berkembang pesat trending topik munculnya K-Pop (Korea Pop) dan DraKor (Drama Korea) gerilya di dunia hiburan go international.  Padahal Bahasa Korea termasuk kategori yang kurang akrab didengar telinga.  Bayangkan ini sungguh menghapus istilah pamor bahasa internasional yang mendunia, sudah tak diperlukan lagi, artinya masyarakat dunia bisa menunjukkan apa adanya negeri sendiri, bereksplorasi menjadi bangsa ori (yang orisinil) kepada dunia, tanpa batas.

Semoga ini menumbuhkan keberanian bagi bangsa lainnya untuk tampil ori apa adanya dengan bangga mengusung karakter negeri tercinta.  Indonesiaku.

I am sorry

Minat baca masyarakat kekinian mulai bergeser dari hard copy menjadi soft copy, sehingga oplah koran menurun, majalah-majalah cerpen mulai tiada, novel-novel terseleksi khusus penulis piawai saja.  Faktor utama pergeseran ini, dampak percepatan perkembangan teknologi digital yang merajalela, seolah-olah hard copy sudah ketinggalan zaman di era milenium saat ini.  Akhirnya prospektif profesi penulis kurang menjanjikan untuk diimpikan.

Inspirasi www.nanasujana.com dari suka menulis di usia senja ini terdorong fenomena tersebut.  Tekad memberanikan diri menulis sekedar mengapresiasi hasil melihat dari kacamata ilmunya yang minim karena kurang baca tapi suka menulis, harapannya semoga bermanfaat bagi mereka yang suka membaca.  Bisa dikatakan sebagai lahan jariyah di hadapan Allah Azza wa Jalla.  Aamiin.

Menulis lebih tajam dari lisan, seyogyanya bagi pembaca www.nanasujana.com memaafkan kesalahan yang tercatat dalam tulisan ini.  Karena latar belakang lahirnya website ini menyalurkan suka menulisnya.  Mencoba terobosan baru memasuki dunia digital.

Belajar terus hingga ajal menjemput.

Khalifah atau Sutradara

Manusia di muka bumi ini sebagai khalifah atau seorang pemimpin yang mampu menulis skenario hidupnya, seperti profesi seorang sutradara yang mengetahui segala sesuatu yang sedang terjadi dalam pertunjukan sinetron/film yang dibuatnya.  Setiap tokoh yang diperankan dalam alur cerita adegan per adegan diketahui sang sutradara ke mana arah tujuan naskah tersebut.  Karena itu manusia menjadi khalifah di bumi pun demikian tersirat dari fitrah yang diberikan Tuhan kepadanya.

Kehidupan dunia bagaikan panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah, setiap individu memiliki peran masing-masing sehingga terkadang di antara mereka ingin menonjolkan diri, jatuh dalam kesombongan dirinya.  Padahal sebagai mahluk bumi ini manusia tak boleh sombong, celakalah akhirnya bagi mereka yang keluar dari fitrahnya.

Sebagai khalifah seorang manusia harus mendekatkan takdirnya, minimal ia mampu membawa dirinya pada jalan yang benar yang telah Tuhan berikan dengan hidayah fitrah manusia.

Kebenaran

Perjalanan hidup di dunia ini hanyalah sesuatu yang mengarah pada kebenaran.  Menganggap diri yang paling benar akan menghentikan pencarian, merasa cukup tak perlu bertanya lagi takut kalau-kalau dengan mendengar argumen orang lain merubah penafsiran tentang suatu kebenaran.  Itu menunjukkan sebenarnya, dirinya takut terhadap kebenaran itu sendiri.  Hilangnya kemampuan untuk mendengar pendapat orang lain, seolah-olah merasa sangat memahami mengenai suatu hal atau masalah.  Maka bersabarlah untuk mengeksplorasi pendapat orang yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan pendapat yang telah diyakini sebelumnya.

Kebenaran hanyalah milik Allah.  Pada hakikatnya kebenaran yang hakiki baru akan diketahui setelah meninggal dunia dan menyaksikan pemandangan yang merupakan impian terindah setiap orang yang beriman adalah bertemu dengan Sang Maha Pencipta di akhirat.

Pengorbanan

Maukah berkurban untuk seseorang yang dicintai agar merasa dekat dengannya? Secara sederhana bisa digambarkan terobosan yang sangat dahsyat untuk memperbaiki hubungan yang jauh agar semakin dekat adalah dengan berkurban, sebagai pemutus lingkaran yang tak berkesudahan, dengan berkurban akan mulai berjalan mendekati Tuhan.

Cara yang efektif untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta adalah dengan berkurban, meruntuhkan kecenderungan kepada dunia dan menikmati keindahan spiritualitas dari kegiatan memberi kepada sesama manusia.  Ini tertuang di dalam hikmah apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim yang telah mengorbankan anaknya Nabi Ismail, demi mendapatkan cinta yang lebih besar lagi yaitu cinta Allah Azza wa Jalla.  Bahkan Nabi Ismail mengorbankan nyawanya, demi mendapatkan cinta Allah.  Keduanya ini telah benar-benar menyatu di dalam cinta yang luhur kepada Sang Maha Pencipta.