
Harga buku Rp. 45.000,- belum termasuk ongkir
Pesan buku ke no Hp: 08128875747
Kacamatanya menulis pendidikan pengasuhan berbasis fitrah dan diselingi ananda yang gemar berpuisi

Harga buku Rp. 45.000,- belum termasuk ongkir
Pesan buku ke no Hp: 08128875747

Setiap orang memiliki kisah cerita perjalanan hidupnya yang ingin berbagi dengan generasi penerus. Alangkah indah dijadikan buku sebagai kisah untuk dikenang.
Tulis ceritamu…kami bukukan
Pepatah mengatakan, apalah artinya sebuah nama? Ucapan William Shakespeare: “what’s in a name?” dalam novelnya Romeo and Juliet ini merupakan sebuah harapan dan doa, tidak sembarang memberikan nama, sekadar label yang menempel pada sesuatu. Nama perlu diisi dengan harapan, berupa kesan-kesan baik dari seluruh sivitas akademika dan memohon kepada Allah agar selalu menjaga nama baik almamater.
Bekerja di pesantren tidak semata mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup, terdapat nilai-nilai luhur yakni sebuah pengabdian. Mendidik, membimbing, dan mendampingi penuntut ilmu meraih hidayah dan maghfirah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Cita-cita yang tulus mencerminkan budaya lingkungan pondok dengan menciptakan karakter sivitas akademika.
Akhlak terpuji menjadi impian yang tertanam di dalam hati penuntut ilmu sebagai bagian dari membangun kader-kader da’i yang dapat melanjutkan estafet siar dakwah ke pelosok negeri. Tentunya tidak semua lulusan akan menjadi pendakwah, tetapi akan mengemban nama baik almamater pesantren.
Penting untuk diingat, bahwasanya mereka yang telah selesai belajar di pondok tetap harus menjunjung nama baik pesantren di mana pun berada. Profesi yang ditekuni di masa mendatang bukan menjadi halangan untuk siar dakwah. Budi pekerti adalah sikap yang dapat menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.
Pesantren adalah lembaga pendidikan pengasuhan yang mengutamakan pendidikan budi pekerti yang luhur sesuai tuntunan syariat Islam yang identik dengan kepribadian Nabi Muhammad Shalallaahu’alaihi wa sallam.
Lembaga pendidikan pesantren memiliki visi yang spesifik sesuai arah tujuan dari pengelolaan organisasi. Visi itu termasuk pencitraan nama baik almamater yang senantiasa dijaga oleh akademika lembaga pendidikan. Persepsi yang dibangun menjadi tanggung jawab seluruh komunitas yang ikut andil dalam organisasi. Bukan hanya milik pimpinan pesantren.
Perilaku organisasi harus mewujudkan misi yang tertuang dalam realisasi terciptanya visi yang diinginkan sebagai pembentukan citra sebuah lembaga pendidikan pengasuhan. Peranan setiap orang yang terkait secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi image yang ingin diciptakan.
Dari proses ananda mondok di pesantren yang menentukan adalah bagaimana orangtua dalam mengkondisikan ananda ketika masih di rumah dengan menumbuhkan hasrat ananda mondok di pesantren merefleksikan semangat juang meraih keberhasilan belajarnya.
Lika-liku santri zaman now menjadi tantangan mereka harus siap mengeksplorasi perkembangan informasi tanpa gagap teknologi, mahir mensiasati dunia maya sebagai ajang siar dakwah. Tidak khawatir mau jadi apa setelah selesai mondok di pesantren, apabila kurang layak menjadi ustadz masih banyak tempat untuk berdakwah dengan cara masing-masing sesuai kemampuannya.
Tak ada kata penyesalan, yang ada hanya ucap syukur karena ananda telah mencoba bersedia mondok di pesantren menjadi santri. Ilmu agama sangat penting, lebih utama dari ilmu-ilmu lainnya sebagai modal yang akan tertanam dalam hati menopang beban kehidupan di masa mendatang. Upaya mendekatkan takdir sudah, saatnya buka lembaran baru peluang minat dan bakat dari hasrat ananda cenderung memilih prospek yang menjadi passion-nya.
Welcome to Pesantren dari kacamata Nana Sujana, mengajak revolusi mengembalikan popularitas buku di zaman now, dengan mengkoleksi buku ini.
Semoga keberadaan buku kembali menjadi primadona di dunia maya era digital.
Sudah sebulan lebih polemik pandemic wabah Corona Covid 19 membelenggu kita untuk tetap bertahan tidak keluar rumah. Sampai kapan ini berakhir? Belum nampak tanda-tanda skenario Tuhan terhadap seluruh mahluk di muka bumi. Padahal dunia sudah panik serempak melakukan lock down. Kita patuh mengikuti anjuran pemerintah pusat dan daerah hingga aparat desa memblok 1 pintu masuk ke kampungnya.
Kami sekeluarga menyingkapinya dengan sederhana, saling berbagi pekerjaan rumah, membaca buku yang belum selesai dibaca, membuat narasi simpulan hasil membaca, mencoba menulis, diskusi ringan hal-hal yang menarik di lingkungan sekitar, dan bercengkrama dalam kebersamaan.
Kita tak pernah sempat menduga sebelumnya, bencana yang terjadi saat ini, sangat dramatis. Sepertinya hanya satu hikmah dibalik musibah ini adalah indahnya dalam kebersamaan.
Aku teringat dahulu pernah ayah temanku semasa SMA menyampaikan kepada anak-anaknya, “Ayah ingin Mas Nana menjadi menantu Ayah.” Semua yang mendengar saling beradu pandang, seperti sebuah pertanyaan baru saja hadir di telinga kedua adik temanku itu, “Siapa yang mencintai Mas Nana?”
“Mas Nana memang bukan orang Jawa, tetapi sikapnya seperti orang Jawa. Ayah ingin Diah atau Dini menentukan pilihan ini.” Pertanyaan yang menjadi Pe-eR lama, tak bisa langsung dijawab oleh kedua anak gadisnya. Aku pun ikut diberitahu oleh temanku, maksud keinginan ayahnya.
Masih terlalu dini membicarakan perjodohan itu, aku hanya tertunduk malu harus pilih yang mana. Bingung tak tahu mana yang harus dipilih. Keduanya cantik di mataku. Begitu sempurna.
Aku hanyut dalam kenangan, saat menghadiri pernikahan Agung dan Dini yang bisa aku hadiri bersama istriku di sebuah gedung resepsi pernikahan. Ketika aku menaiki panggung pengantin untuk mengucapkan salam ‘selamat menempuh hidup baru.’ Ayahnya Dini memelukku dan berbisik menyampaikan sesuatu kepadaku, “Kamu tidak menjadi menantuku, karena kamu memilih mertua yang lebih kaya dariku.” Sambil menepuk pundakku.
Boy Band asal Korea Selatan saat ini mendapat perhatian dunia, karena karakteristik pesona koreografi blocking power full yaitu perpaduan gerak dinamis dan tarian enerjik menyaingi popularitas Michael Jackson seorang King of Pop yang terkenal MoonWalknya, yang ikut tenggelam bersama kematian sang legendaris, sangat menyedihkan dalam waktu sekejap saja popularitasnya tergantikan BTS Boy Band asal Korea.
K-Pop BTS berjumlah 7 personil, juga dikenal sebagai Bangtan Boys dibentuk oleh Big Hit Entertainment mulai berkarir tahun 2013 yang kemampuan menarinya sudah teruji melewati tahap casting seleksi kelayakan oleh pihak menejemennya. Sehingga performa tampilan mereka meronakan pandangan penonton di atas panggung maupun pagelaran musikalitas youtube begitu spektakuler.
Tak berhenti sampai di sini sering juga terdengar perbincangan di sekitar kita tentang drama romantis Korea yang sangat syahdu ceritanya dikemas menyentuh emosi jiwa. Sehingga sensasi demam Korea melanda di mana-mana, khusus wanita dari fashion dan penggunaan alat perawatan kecantikan bisa didapat secara on-line. Karena memang masyarakat Korea baik laki-laki atau wanita menyukai perawatan diri karena faktor cuaca maupun kondisi kulit yang sensitif sehingga aneka perawatan wajah beragam pilihan di sana.
“Seandainya aku bisa terbang…aku akan menemui pujaan hatiku, Kim Seok Jin” Gumam Gina melamun jauh terbang tinggi bersama mimpinya. “Apakah ini yang dinamakan cinta?” Akankah berbalas cinta seorang penggemar kepada bintang pujaan hati? Apalagi sudah jelas beda negara, beda kebiasaan, beda semua. “Kesal…” lirih Gina menahan perasaaan yang semakin tak karuan, seneng kok sama wong Korea. Mustahil, bagai pungguk merindukan bulan, mengharap sesuatu yang tak mungkin terjadi.
Sejak tahun 2017 awal mula kenal K-Pop, Gina selalu dihantui figur seorang Kim Seok Jin, bisa ditemukan digaleri Hp-nya penuh aneka style foto dan koleksi youtube penampilan Boy Band tersebut. Tak sadar waktu Gina habis menggenggam Hp kesayangannya.
“Gina….letakkan dulu Hpnya, makan kok sambil nonton. Nikmati makanmu…!” kalimat yang sering keluar dari mulut bunda. Gina tersenyum sambil tak lepas pandangan matanya ke Hp yang disandarkan dekat wadah kerupuk. Bunda hanya geleng-geleng prihatin melihat demam Korea yang kian merasuk Gina. “Obatnya apa yaa?” gumam Bunda spontan.
“Akankah kutemukan sosok Kim Seok Jin di Indonesia?” pikir Gina sambil garuk-garuk kepala yang tak terasa gatal. Demam Korea yang dirasakan Gina itu juga menyerang kebanyakan kaum hawa di pelosok dunia, menyukai K-Pop dan Drakor (Drama Korea). Padahal secara kaidah bahasa sangat asing untuk bisa dinikmati lirik lagunya, bahasa asing yang populer didendangkan hanya Bahasa Inggris. Kenapa mendadak semua orang tidak mempedulikan bahasa lagi dalam lirik lagu, yang terpenting saat ini pertunjukan yang menarik dalam koreografi pagelaran musikalitas tinggi. Korea benar-benar menunjukkan prestasi yang gemilang dikancah seni sebagai wakil negara-negara Asia lainnya yang sulit menembus popularitas karya seni gerak dan lagu. Juga kualitas drakor yang fenomenal sehingga membuat kaum hawa betah di rumah menonton serial drakor.
Semula film hanya dimiliki Hollywood atau Bollywood, film dan drama Korea meroket menambah daftar kompetisi menyaingi kualitas Hollywood dan Bollywood. Keberhasilan Korea Selatan menembus popularitas dunia seni mengisyaratkan saat ini telah bergeser para penikmat seni tidak hanya dikuasai negara barat saja yang memiliki bahasa kesatuan Bahasa Inggris. Bahasa Korea yang begitu sulit dan asing untuk didengar dapat dinikmati seluruh warga dunia melalui lirik lagu menembus batas bahasa dunia. Semua orang menikmati lirik lagu dalam sebuah pagelaran musikalitas, perpaduan gerak dan lagu blocking power full.
“Aku jengkel, kenapa Gina begitu kerasukan K-Pop and Drakor.” Cibirku. BTS Boy Band hanya beruntung hadir di saat dunia sedang membutuhkan hiburan mirip-mirip cheerleader atau the pom-pom girls (pemandu sorak yang beraksi enerjik dengan akrobat). Atraksi dancenya biasa saja, malah terkesan banyak main diblocking tukar-tukar posisi menghabiskan ketukan secara kolosal.
“Wajah mereka belum tentu asli, operasi plastik, makanya jarang ditemukan laki-laki yang berewokan. Pasti tak akan tumbuh…” hhhmmm lecehku. “Ups….” Aku tersadar, jangan-jangan aku dilanda cemburu kepada Gina yang mulai berubah selalu membandingkan aku dengan si Kim Seok Jin. Spontan aku menatap ke cermin dan melihat foto Kim Seok Jin yang tersaji di google search engine. “Aku ada ide cemerlang…” sambil bergegas meninggalkan singasana kamarku, berencana permak tampilanku ke salon.
“Gina, aku punya kejutan. Kamu keberatan tidak aku datang ke rumahmu?” ujarku bicara dalam call wa.
“Kejutan apa yaa?” sahut Gina.
“Aku baru download Drakor serial berjudul dr. Romantic Teacher Kim 2.”
“Mau dong, OK…aku tunggu yaa.”
Semoga aku berhasil dengan tampilan seperti ini, sambil aku bergaya di depan cermin salon menatap hasil permak gaya rambutku mirip si Kim Seok Jin, yang bedakan aku dengan dia berasal dari Korea, aku turunan China, lumayan dapat putihnya.
Sesampainya di depan pintu rumah Gina, aku pencet bel dan menantinya keluar sambil perlahan aku membalikkan tubuh menghadap ke jalan depan rumah. Berdebar juga jantungku. Lalu terdengar suara pintu terbuka.
“Cari siapa yaa?” Sapa Gina kepadaku.
Perlahan aku membalikkan badan, sedikit menundukkan kepala, dengan mempertahankan pandangan mataku tetap tertuju ke mata Gina.
“Jin…..Galih…..Kamu…..”Gina termangu tak percaya menatapku believed or not.
“Kamu…..Galih…..Jin…..”
“Aku Galih…..”
“Tuhanku, ternyata…..”
Lama Gina menatapku tak percaya, aku tersipu, senangnya bisa mengejutkan ke kasih hati yang terpana demam Korea. Semoga ini mengobati kerinduannya Gina yang ngefans berat K-Pop BTS Boy Band.
Salatiga salah satu kotamadya yang letaknya antara Semarang – Solo, kota kecil sebagai tempat transit jalur utara yang terhubung jalan tol hingga ke Jawa Timur. Adanya jalan tol baru ini mempercepat waktu tempuh jalur darat dari Jakarta hingga Salatiga dengan kendaraan pribadi sekitar 6 – 8 jam, yang semula ditempuh 10 – 12 jam. Selisih waktu kurang lebih 4 jam. Bagi pencinta touring dan penikmat kuliner dengan tujuan Jawa Timur sangat layak untuk singgah transit di Salatiga, berlaku rute sebaliknya, disarankan untuk mampir melepas penat setelah berkendara dalam tol, karena Salatiga separuh waktu tempuh perjalanan.
Yang khas dari Salatiga itu adalah Wedang Ronde, di sepanjang jalan kota, penjaja wedang ronde banyak dijumpai dan yang paling masyhur adalah Ronde Sekoteng Jago dan Ronde Mak Pari. Sangat populer dengan cita rasa, yang dapat menghangatkan badan dan menambah stamina di udara sejuk kota Salatiga.
Sejak tahun 1964 Ronde Sekoteng Jago dikenal sebagai penangkal udara dingin kota Salatiga, yang diadaptasi dari kuliner China, ini disajikan dalam mangkuk porselin China dengan semerbak aroma sensasi rasa jahenya terhirup segar menggoda, memberikan relaksasi dalam otak. Konon nama Jago tersebut dipakai karena awalnya adalah kedai jamu yang bertahan hingga saat ini dari resep turun temurun sampai pada generasi keempat.
Mak Pari merintis Ronde Mak Pari mulai dari angkringan pinggir jalan hingga menjajakan di rumah dengan cita rasa yang melegenda sejak 1947 dan harganya sangat merakyat. Makanya terdapat 5 cabang di seputar kota Salatiga dengan mempertahankan kualitas rasa yang sedikit dimodifikasi menyesuaikan tren saat ini oleh anak keturunan Mak Pari.
Wedang ronde bukan minuman asli Indonesia, ronde adalah bola-bola bulat dalam bahasa Jawa, awalnya merupakan hidangan khas Tiongkok bernama Tangyuan yang diadaptasi ke dalam kuliner Jawa.
Salatiga, kota kecil yang didominasi etnik China, makanya di perumahan tempat kami tinggal mayoritas beragama Kristen, hanya seperempat warga muslim yang ambil rumah tinggal di perumahan ini. Pantaslah slogan kota Salatiga adalah Salatiga Hati Beriman, sebagai ciri khas daerah dengan semboyan mewakili kondisi keberagaman agama sesuai Pancasila.
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) adalah salah satu universitas swasta tertua di Indonesia yang terletak di Salatiga, berdiri sejak 1956, ini membuktikan bahwasanya masyarakat Salatiga mayoritas berasal dari keturunan China, dan selain terdapat Klenteng (sebutan untuk tempat ibadah penganut kepercayaan tradisional Tionghoa di Indonesia) juga bertebaran banyak gereja-gereja yang dibangun menaungi umatnya.
Sudah 7 tahun kami sekeluarga tinggal menetap dan membeli rumah di kota kecil Salatiga, melanjutkan rencana ibu mertua yang sebelum wafatnya, ingin menghabiskan sisa hidup di kampung halamannya ini. Qodarullah, takdir mendahului impian ibu mertua hingga rencana itu, kami sekeluarga yang melanjutkan menetap tinggal di Salatiga, seperti kampung halaman sendiri. Sebenarnya kami sekeluarga lahir di Jakarta kota metropolitan, tetapi tak akan pernah menjadikan Jakarta sebagai kampung halaman. Biarlah momen liburan hari raya akan kami sebut pulang kota yang terhindar dari arus mudik yang macet, karena arus mudiknya terbalik.
Semboyan Salatiga Hati Beriman, mengandung makna: Sehat, Tertib, Bersih, Indah, dan Aman. Ciri khas ini potret lingkungan yang tergambarkan pada keseharian masyarakatnya. Kerukunan warga tercipta harmonis, secara perekonomian pemerintah daerah Salatiga bisa dikatakan stabil yang artinya kegiatan perekenomian masyarakatnya mencukupi kebutuhan masyarakat sendiri. Tak ada pengaruh dampak beroperasinya jalan tol lintas Jawa Tengah – Jawa Timur mematikan perekonomian Salatiga. Tak ada perubahan dan perbedaan sama sekali.
Ada satu lagi yang menonjol adalah keberadaan Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran, tepatnya di Jalan Solo – Semarang Km45, Desa Butuh Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang, yang mencetak generasi Islam yang Robbani (berilmu, beramal, dan berdakwah) mengarahkan masyarakat untuk lebih mengenal Allah, Nabi-Nya, serta keindahan Agama Islam yang lurus, berguna bagi dunia dan agamanya.
Menariknya juga di Salatiga terdapat satu Kafe premium yang dikemas dengan baik menjual lokasi tempat nongkrong yang cukup luas seperti miniatur Kebun Raya Bogor yang berhasil bertahan di Salatiga, namanya Langit Senja Coffee, letaknya di Kutowinangun, Kidul, Tingkir, Salatiga. Terpencil tapi tak pernah sepi. Kebanyakan pengunjung yang datang malah dari luar kota seperti Semarang.
Terlepas dari image kota Salatiga sebagai kota pensiunan, Langit Senja Coffee mengusung konsep industri dipadukan dengan alam Salatiga yang asri. Gaya arsitektur modern nampak dari pintu masuk. Desainnya dibuat simetris dengan kaca-kaca besar sebagai pengganti tembok-tembok beton. Dari luar, pengunjung bisa melihat aktifitas barista yang tengah meracik kopi. Waktu terbaik mengunjungi kafe ini memang sewaktu senja menyapa akan dapat merasakan indahnya langit senja dengan hawa dingin dan semilir angin segar, fenomena alam yang cantik.
Salatiga kota mandiri yang kebutuhan masyarakatnya terpenuhi dari kegiatan perekonomiannya. Jangan heran ketika putar-putar keliling kota Salatiga banyak ditemukan orang-orang yang menjelang tua yang sehat bersemangat menjalani hidup tak kenal lelah menyongsong waktu senja penuh kedamaian.
Ramadhan adalah waktu menempa diri, melatih dan belajar mempersiapkan pribadi selama sebulan untuk menghadapi ujian yang diselenggarakan selama 11 bulan setelah Ramadhan berakhir. Upaya pelatihan ini terasa menjadi keharusan yang mutlak agar lulus dalam maraton ujian yang panjang, yang akan menghabiskan energi mental dan spiritual hamba yang beriman. Ibadah 1 bulan untuk menghadapi 11 bulan ujian hidup.
Apa yang dirasakan setelah menunaikan ibadah Puasa Ramadhan selama sebulan? Apakah hanya merasakan kelelahan disebabkan telah terpenuhinya kewajiban sebagai hamba? Apakah merasakan pencerahan akan sebuah perubahan paradigma kehadiran Tuhan dalam keseharian yang mengubah hidup selamanya? Berapa nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)nya?
Seorang hamba harus memastikan hasil pelatihan di bulan Ramadhan dengan menghadirkan Allah Azza wa Jalla dalam kesehariannya. Nilai KKM lebih utamakan hasil spiritual dengan perubahan mental seorang hamba.
Semoga Allah mudahkan segala urusan hamba yang selalu berusaha dalam ketaqwaannya.