Niat puasa seorang hamba diperuntukkan hanya kepada Allah Ta’ala yang memiliki daya cipta yang Maha Agung dan Maha Sempurna, sesungguhnya Allah yang akan membalas amalan puasa tersebut, karena seorang hamba selalu butuh akan ibadah kepada Allah, sepatutnya sebagai hamba menunaikan Puasa Ramadhan dengan penuh suka cita mengharap ridha dan hidayah dari Sang Khalik.  Tak ada sekutu bagiNya.

Doaku:
Puasaku untukMu, yaa Rabb…  Jadikan puasa ini menambah ketaatan dan keimanan hamba yang hina di mataMu, yang butuh akan hidayah dan maghfirahMu.  Tunjukkan jalan yang lurus dan benar dalam keharibaanMu.  Bersyukur atas nikmat yang telah Kau berikan dari pembelajaran menahan rasa dahaga dan lapar, dari muslihat syahwat yang menggoda.

Ibadah puasa yang hanya dipersembahkan kepada Allah semata, pahalanya tak dapat diukur, sampai tak terhingga.  Mengapa demikian? Karena keberkahan hidup yang akan terukir di dunia, berupa ampunan dosa setahun yang lalu hingga setahun yang akan datang.  Balasan pahala kebaikan yang Allah berikan kepada mahluknya yang berpuasa untukNya.  Masya Allah….Allahu Akbar, begitu baiknya Sang Maha Pencipta memberikan anugerah untuk hambanya yang bertakwa.

Perintah Allah kepada umatnya untuk puasa di bulan Ramadhan dalam rangka meningkatkan ketakwaan yang mengandung pendidikan dan pelatihan dalam amar ma’ruf nahi munkar dengan makna agar hidup sehat dan bugar secara lahir maupun batin.  Artinya puasa mengandung nilai-nilai pendidikan untuk jiwa dan raga.  Selama sebulan raganya dilatih menahan haus dan lapar, sedangkan jiwanya dilatih menahan hawa nafsu syahwatnya.

Tantangan lainnya di bulan Ramadhan adalah shalat malam yakni Shalat Tarawih.  Di mana terdapat keutamaan shalat tahajud pada sepertiga malam di penghujung waktu fajar, waktu menempa diri memohon kepada Allah di saat hamba lainnya sedang menikmati istirahat dalam tidur, terbuai mimpi.  Jalur kontak antara hamba dengan Sang Khalik di malam hari mulai jarang digunakan, sepi tak banyak orang yang menggunakan waktu bersujud kepada pemilik alam semesta ini, makanya latihan tersebut berharap menjadi kebiasaan menunaikan shalat tahajud setelah selesai melewati bulan suci Ramadhan akan terbiasa menggunakan waktu tersebut untuk bersujud memohon maghfirahNya.

Kesempatan lain belajar ibadah di bulan Ramadhan yaitu bersedekah kepada fakir miskin.  Itu terkandung dalam amalan puasa, sebagaimana seseorang ikut merasakan haus dan lapar ketika tidak memiliki suatu yang bisa dimakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.  Berbagi derita akan membentuk perasaan sepenanggungan dan tertanam benih kasih sayang dengan sesama.  Perasaan yang timbul atas dasar cinta sesama karena Allah, akan membangkitkan rasa kemanusiaan, kepedulian, sebagai mahluk yang lemah.  Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada hambanya.  Seyogyanya momentum bersedekah di bulan Ramadhan yang berlipat ganda pahala yang dijanjikan Allah benar-benar dimaksimalkan oleh hamba yang beriman.

Di bulan Ramadhan terdapat misteri Lailatul Qadar, seluruh umat berlomba-lomba mendapatkan malam itu yang memiliki nilai 1000 bulan yakni beribadah sama nilainya dengan beribadah selama 83 tahun 4 bulan, dengan beritikaf di mesjid pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.  Terasa sangat syahdu dalam penantian rahmat Allah yang Maha Besar.  Sungguh beruntung bagi hamba yang mendapatkan malam Lailatul Qadar.  Biasanya tersisa segelintir orang saja yang bertahan menggapai misteri Lailatul Qadar. Semuanya atas kehendak Allah.

Sedangkan kegiatan yang paling utama saat berpuasa di bulan suci Ramadhan, dengan menjaga lisan dari perbuatan maksiat yaitu membaca Alquran, memahami hingga mentadabburinya (benar-benar faham makna kandungan setiap ayat demi ayat Alquran).  Sungguh, Allah akan berikan mahkota kepada orangtua mereka yang memiliki spirit, bersemangat menghafal Alquran.

Begitulah proses pendidikan mental dan spiritual di bulan Ramadhan memiliki nilai tinggi di mata Allah, latihan yang spektakuler akan membuahkan hasil maksimal yang nampak perubahan pada diri seorang hamba tatkala selesai menunaikan amalan-amalan skala prioritas di bulan Ramadhan.  Misterinya akan terlihat jelas perubahan akhlak hamba yang taat dan patuh dalam amar ma’ruf nahi munkar di mana dampak kewajiban melatih diri puasa di bulan Ramadhan menciptakan ketaatan hamba yang semakin tinggi membekas pada dirinya walaupun bulan penuh berkah berakhir.  Tandanya seorang mulai jihad hijrah di jalan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Tak akan dipungkiri, kewajiban seorang hamba kepada Allah Azza wa Jalla sebagai pencipta alam semesta ini akan selalu mempertahankan makna yang terkandung dalam setiap ibadah di bulan suci Ramadhan yang begitu dahsyat Allah berikan segala keberkahan dan ampunan bagi hambanya yang selalu berupaya memperbaiki amalan untuk menghadirkan ridha dan hidayah Allah Azza wa Jalla.

Puasaku untukMu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *