Boy Band asal Korea Selatan saat ini mendapat perhatian dunia, karena karakteristik pesona koreografi blocking power full yaitu perpaduan gerak dinamis dan tarian enerjik menyaingi popularitas Michael Jackson seorang King of Pop yang terkenal MoonWalknya, yang ikut tenggelam bersama kematian sang legendaris, sangat menyedihkan dalam waktu sekejap saja popularitasnya tergantikan BTS Boy Band asal Korea.

K-Pop BTS berjumlah 7 personil, juga dikenal sebagai Bangtan Boys dibentuk oleh Big Hit Entertainment mulai berkarir tahun 2013 yang kemampuan menarinya sudah teruji melewati tahap casting seleksi kelayakan oleh pihak menejemennya.  Sehingga performa tampilan mereka meronakan pandangan penonton di atas panggung maupun pagelaran musikalitas youtube begitu spektakuler.

Tak berhenti sampai di sini sering juga terdengar perbincangan di sekitar kita tentang drama romantis Korea yang sangat syahdu ceritanya dikemas menyentuh emosi jiwa.  Sehingga sensasi demam Korea melanda di mana-mana, khusus wanita dari fashion dan penggunaan alat perawatan kecantikan bisa didapat secara on-line.  Karena memang masyarakat Korea baik laki-laki atau wanita menyukai perawatan diri karena faktor cuaca maupun kondisi kulit yang sensitif sehingga aneka perawatan wajah beragam pilihan di sana.

“Seandainya aku bisa terbang…aku akan menemui pujaan hatiku, Kim Seok Jin” Gumam Gina melamun jauh terbang tinggi bersama mimpinya.  “Apakah ini yang dinamakan cinta?” Akankah berbalas cinta seorang penggemar kepada bintang pujaan hati? Apalagi sudah jelas beda negara, beda kebiasaan, beda semua.  “Kesal…” lirih Gina menahan perasaaan yang semakin tak karuan, seneng kok sama wong Korea. Mustahil, bagai pungguk merindukan bulan, mengharap sesuatu yang tak mungkin terjadi.

Sejak tahun 2017 awal mula kenal K-Pop, Gina selalu dihantui figur seorang Kim Seok Jin, bisa ditemukan digaleri Hp-nya penuh aneka style foto dan koleksi youtube penampilan Boy Band tersebut.  Tak sadar waktu Gina habis menggenggam Hp kesayangannya.

“Gina….letakkan dulu Hpnya, makan kok sambil nonton. Nikmati makanmu…!” kalimat yang sering keluar dari mulut bunda.  Gina tersenyum sambil tak lepas pandangan matanya ke Hp yang disandarkan dekat wadah kerupuk.  Bunda hanya geleng-geleng prihatin melihat demam Korea yang kian merasuk Gina. “Obatnya apa yaa?” gumam Bunda spontan.

“Akankah kutemukan sosok Kim Seok Jin di Indonesia?” pikir Gina sambil garuk-garuk kepala yang tak terasa gatal.  Demam Korea yang dirasakan Gina itu juga menyerang kebanyakan kaum hawa di pelosok dunia, menyukai K-Pop dan Drakor (Drama Korea).  Padahal secara kaidah bahasa sangat asing untuk bisa dinikmati lirik lagunya, bahasa asing yang populer didendangkan hanya Bahasa Inggris.  Kenapa mendadak semua orang tidak mempedulikan bahasa lagi dalam lirik lagu, yang terpenting saat ini pertunjukan yang menarik dalam koreografi pagelaran musikalitas tinggi.  Korea benar-benar menunjukkan prestasi yang gemilang dikancah seni sebagai wakil negara-negara Asia lainnya yang sulit menembus popularitas karya seni gerak dan lagu.  Juga kualitas drakor yang fenomenal sehingga membuat kaum hawa betah di rumah menonton serial drakor.

Semula film hanya dimiliki Hollywood atau Bollywood, film dan drama Korea meroket menambah daftar kompetisi menyaingi kualitas Hollywood dan Bollywood.  Keberhasilan Korea Selatan menembus popularitas dunia seni mengisyaratkan saat ini telah bergeser para penikmat seni tidak hanya dikuasai negara barat saja yang memiliki bahasa kesatuan Bahasa Inggris.  Bahasa Korea yang begitu sulit dan asing untuk didengar dapat dinikmati seluruh warga dunia melalui lirik lagu menembus batas bahasa dunia.  Semua orang menikmati lirik lagu dalam sebuah pagelaran musikalitas, perpaduan gerak dan lagu blocking power full.

“Aku jengkel, kenapa Gina begitu kerasukan K-Pop and Drakor.” Cibirku.  BTS Boy Band hanya beruntung hadir di saat dunia sedang membutuhkan hiburan mirip-mirip cheerleader atau the pom-pom girls (pemandu sorak yang beraksi enerjik dengan akrobat).  Atraksi dancenya biasa saja, malah terkesan banyak main diblocking tukar-tukar posisi menghabiskan ketukan secara kolosal.

“Wajah mereka belum tentu asli, operasi plastik, makanya jarang ditemukan laki-laki yang berewokan.  Pasti tak akan tumbuh…” hhhmmm lecehku.  “Ups….” Aku tersadar, jangan-jangan aku dilanda cemburu kepada Gina yang mulai berubah selalu membandingkan aku dengan si Kim Seok Jin.  Spontan aku menatap ke cermin dan melihat foto Kim Seok Jin yang tersaji di google search engine.  “Aku ada ide cemerlang…” sambil bergegas meninggalkan singasana kamarku, berencana permak tampilanku ke salon.

“Gina, aku punya kejutan.  Kamu keberatan tidak aku datang ke rumahmu?” ujarku bicara dalam call wa.

“Kejutan apa yaa?” sahut Gina.

“Aku baru download Drakor serial berjudul dr. Romantic Teacher Kim 2.”

“Mau dong, OK…aku tunggu yaa.”

Semoga aku berhasil dengan tampilan seperti ini, sambil aku bergaya di depan cermin salon menatap hasil permak gaya rambutku mirip si Kim Seok Jin, yang bedakan aku dengan dia berasal dari Korea, aku turunan China, lumayan dapat putihnya.

Sesampainya di depan pintu rumah Gina, aku pencet bel dan menantinya keluar sambil perlahan aku membalikkan tubuh menghadap ke jalan depan rumah.  Berdebar juga jantungku.  Lalu terdengar suara pintu terbuka.

“Cari siapa yaa?” Sapa Gina kepadaku.

Perlahan aku membalikkan badan, sedikit menundukkan kepala, dengan mempertahankan pandangan mataku tetap tertuju ke mata Gina.

“Jin…..Galih…..Kamu…..”Gina termangu tak percaya menatapku believed or not.

“Kamu…..Galih…..Jin…..”

“Aku Galih…..”

“Tuhanku, ternyata…..”

Lama Gina menatapku tak percaya, aku tersipu, senangnya bisa mengejutkan ke kasih hati yang terpana demam Korea.  Semoga ini mengobati kerinduannya Gina yang ngefans berat K-Pop BTS Boy Band.

Demam Korea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *