Nama Baik Almamater

Pepatah mengatakan, apalah artinya sebuah nama? Ucapan William Shakespeare: “what’s in a name?” dalam novelnya Romeo and Juliet ini merupakan sebuah harapan dan doa, tidak sembarang memberikan nama, sekadar label yang menempel pada sesuatu.  Nama perlu diisi dengan harapan, berupa kesan-kesan baik dari seluruh sivitas akademika dan memohon kepada Allah agar selalu menjaga nama baik almamater.

Bekerja di pesantren tidak semata mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup, terdapat nilai-nilai luhur yakni sebuah pengabdian.  Mendidik, membimbing, dan mendampingi penuntut ilmu meraih hidayah dan maghfirah Allah Subhanahu wa Ta’ala.  Cita-cita yang tulus mencerminkan budaya lingkungan pondok dengan menciptakan karakter sivitas akademika.

Akhlak terpuji menjadi impian yang tertanam di dalam hati penuntut ilmu sebagai bagian dari membangun kader-kader da’i yang dapat melanjutkan estafet siar dakwah ke pelosok negeri.  Tentunya tidak semua lulusan akan menjadi pendakwah, tetapi akan mengemban nama baik almamater pesantren.

Penting untuk diingat, bahwasanya mereka yang telah selesai belajar di pondok tetap harus menjunjung nama baik pesantren di mana pun berada.  Profesi yang ditekuni di masa mendatang bukan menjadi halangan untuk siar dakwah.  Budi pekerti adalah sikap yang dapat menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

Pesantren adalah lembaga pendidikan pengasuhan yang mengutamakan pendidikan budi pekerti yang luhur sesuai tuntunan syariat Islam yang identik dengan kepribadian Nabi Muhammad Shalallaahu’alaihi wa sallam.

Lembaga pendidikan pesantren memiliki visi yang spesifik sesuai arah tujuan dari pengelolaan organisasi.  Visi itu termasuk pencitraan nama baik almamater yang senantiasa dijaga oleh akademika lembaga pendidikan.  Persepsi yang dibangun menjadi tanggung jawab seluruh komunitas yang ikut andil dalam organisasi.  Bukan hanya milik pimpinan pesantren.

Perilaku organisasi harus mewujudkan misi yang tertuang dalam realisasi terciptanya visi yang diinginkan sebagai pembentukan citra sebuah lembaga pendidikan pengasuhan.  Peranan setiap orang yang terkait secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi image yang ingin diciptakan.

Santri Milenial

Dari proses ananda mondok di pesantren yang menentukan adalah bagaimana orangtua dalam mengkondisikan ananda ketika masih di rumah dengan menumbuhkan hasrat ananda mondok di pesantren merefleksikan semangat juang meraih keberhasilan belajarnya.

Lika-liku santri zaman now menjadi tantangan mereka harus siap mengeksplorasi perkembangan informasi tanpa gagap teknologi, mahir mensiasati dunia maya sebagai ajang siar dakwah.  Tidak khawatir mau jadi apa setelah selesai mondok di pesantren, apabila kurang layak menjadi ustadz masih banyak tempat untuk berdakwah dengan cara masing-masing sesuai kemampuannya.

Tak ada kata penyesalan, yang ada hanya ucap syukur karena ananda telah mencoba bersedia mondok di pesantren menjadi santri.  Ilmu agama sangat penting, lebih utama dari ilmu-ilmu lainnya sebagai modal yang akan tertanam dalam hati menopang beban kehidupan di masa mendatang. Upaya mendekatkan takdir sudah, saatnya buka lembaran baru peluang minat dan bakat dari hasrat ananda cenderung memilih prospek yang menjadi passion-nya.

Indah Dalam Kebersamaan

Sudah sebulan lebih polemik pandemic wabah Corona Covid 19 membelenggu kita untuk tetap bertahan tidak keluar rumah.  Sampai kapan ini berakhir? Belum nampak tanda-tanda skenario Tuhan terhadap seluruh mahluk di muka bumi.  Padahal dunia sudah panik serempak melakukan lock down.  Kita patuh mengikuti anjuran pemerintah pusat dan daerah hingga aparat desa memblok 1 pintu masuk ke kampungnya.

Kami sekeluarga menyingkapinya dengan sederhana, saling berbagi pekerjaan rumah, membaca buku yang belum selesai dibaca, membuat narasi simpulan hasil membaca, mencoba menulis, diskusi ringan hal-hal yang menarik di lingkungan sekitar, dan bercengkrama dalam kebersamaan.

Kita tak pernah sempat menduga sebelumnya, bencana yang terjadi saat ini, sangat dramatis. Sepertinya hanya satu hikmah dibalik musibah ini adalah indahnya dalam kebersamaan.