Tujuan

Merupakan keinginan yang benar-benar ingin dicapai dalam waktu dekat atau di masa yang akan datang. Untuk mengetahui tujuan, kenali apa yang telah Allah Ta’ala berikan kepada diri pribadi berupa sesuatu dalam fitrahnya.

Dengan senantiasa tawakal dan beribadah hanya untuk Allah Ta’ala semata, akan membuka tabir fitrah diri yang menuntun manusia kepada tujuan hidupnya.

Ingin, Apa butuh yaa…

Daya tarik suatu keinginan adalah mimpi, seseorang memiliki visi kehidupan karena hasrat meraih impian harapannya. Jangan cukup hanya memenuhi kebutuhan saja yang akan membelenggu mimpi.

Sifat suatu hasrat adalah tanpa batas, cenderung ingin apalagi, terus apalagi, tanpa batas. Bahaya latennya menjadi serakah. Puncak serakah menjadi kecewa.

Kunci kebahagiaan adalah kecukupan atas kebutuhannya.

Iri Dengki

Iri itu lahir dari rasa ingin sesuatu hasil membandingkan dengan pencapaian orang lain. Bisa sebagai kunci kesuksesan/kebahagian, apabila pembandingnya adalah orang yang lebih berhasil dari dirinya menjadi energi positif. Sebaliknya juga akan berlaku kebalikan, apabila pembandingnya kurang tepat sehingga menjadi energi negatif pada dirinya, yang berakibat tampilan aura kegelisahan, galau, dan rendah diri.

Sifat iri ini menunjukkan diri kita sehat karena adanya unsur pembanding yang baik, apabila unsur pembandingnya buruk maka diri menjadi sakit. Sehingga iri tak boleh dipendam, ini akan menunjukkan aura negatif. Sedangkan iri yang keluar dari konteksnya akan menjadi dengki.

Jangan takut memiliki sifat iri itu sehat, asalkan tidak menjadi dengki.

Testimoni 2

Alhamdulillah, buku antologi Sedekah Bikin Masalah Jadi Mudah telah diterbitkan, yang mana buku tersebut merupakan hasil inspirasi dari sebagian kumpulan teman-teman asatidzah yang memiliki kesamaan adanya gangguan ketika ingin bersedekah, semoga buku ini dapat memberikan motivasi bagi yang gemar dan ingin bersedekah.

Sebagai salah satu penulis, saya ucapkan terima kasih atas apresiasi dan dukungannya. Semoga buku ini menjadi *best seller*.

Bahagia dan Sukses

Bahagia adalah perasaan gembira dalam kedamaian yang dirasakan sekarang yakni saat ini juga, sedangkan sukses adalah keberhasilan yang ingin dicapai esok hari.

Pastikan sekarang yakni hari ini kita dalam keadaan bahagia, raih bahagiamu. Jangan pura-pura bahagia. Esok hari berpura-puralah dalam keadaan sukses agar setiap hari bersikap layaknya seorang yang sukses dan raih sukses di kemudian hari.

Testimoni 1

MasyaAllah ustadz, kemarin banget. Lagi waktu kosong bingung mau ngapain. Akhirnya keinget ada buku “Welcome to Pesantren” yang belum ana baca.

MasyaAllah, senang banget baca sekapur sirih, cerita, dan nasehat di buku ini.

Kesimpulan yang ana baca dari buku ini adalah sebab suksesnya santri/wati di pesantren diikuti dengan kekompakan antara 3 pemeran besar, yaitu : Orang tua, anak didik, dan Pembimbing di pesantren. Wallahu a’lam.

Sukses terus ustadz, barakallahu fiik, jazakallahu khairan

Kecewa

Perasaan kecewa merupakan fitrah manusia yang muncul dari tidak suka melihat suatu hal. Ini jangan sampai menjadi timbul benci, karena benci itu penyakit hati.

Obat sakit hati adalah kasih. Tanam benih cinta kasih sesama manusia untuk mengelola rasa kecewa.

Harapan

Hari demi hari kehidupan manusia senantiasa menemui masalah yang menimbulkan kehampaan dalam diri dan solusinya adalah menghadirkan harapan dengan keyakinan atau kepercayaan akan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bagaikan berada dalam sebuah lorong kegelapan nampak seberkas sinar cahaya pada ujung lorong tersebut.

Harapan itu yakin dan percaya.

Jiwa Raga

Manusia cenderung mencari keuntungan diri dalam hidup, jiwa memiliki nilai baik yang telah Allah berikan kepada manusia berupa fitrah sebagai khalifah dunia, sedangkan raga memilih kesenangan memuaskan fisik/tubuhnya.

Maka dari itu manusia perlu mengendalikan diri, selalu menjaga ketaqwaan kepada Allah Azza wa Jalla dan senantiasa meningkatkan keimanan dengan tidak sekedar percaya Allah itu ada, harus percaya Allah itu hadir dan yakin Allah tempat bergantungnya.

Berbuat Salah dan Dosa

Berbuat salah itu manusiawi dan berbuat dosa itu tidak manusiawi. Karena manusia berbuat salah belum tahu, sedangkan manusia berbuat dosa itu sudah tahu bahwa perbuatan tersebut berdosa. Bersalah belum tentu berdosa, sedangkan berdosa sudah pasti salah.

Dosa berawal dari pikiran yang didorong hasrat yakni puncak kebebasan dan kenikmatan. Pintu masuknya melalui keinginan, manusia selalu punya keinginan sedangkan mahluk lain punya kebutuhan.

DOSA is something sweet the beginning, but bitter in the end, yakni sesuatu yang manis di awal, tapi pahit pada akhirnya.

Dosa itu keputusan atas pilihan dari keinginan manusia yang menawarkan kenikmatan jangka pendek dan mengalahkan kenikmatan jangka panjang.

Tingkatan Dosa:
1. Dosa yang disesali
2. Dosa yang dinikmati
3. Dosa yang dibanggakan
Orang yang percaya Tuhan tidak akan melakukan dosa.

Orang yang melakukan dosa tidak menyadari adanya Tuhan.

Tuhan tidak akan mengampuni dosa manusia yang tanpa penyesalan, syarat utamanya harus dengan tidak mengulangi dosa tersebut.