Berterima kasihlah kepada para mantan, karena merekalah yang membuat kau menjadi sekuat sekarang…
Senja berkata
Senja berkata
Kesuksesan tak selamanya ada
Bagai sinarku yang akan mereda
Ketika pada saat waktunya tiba
Sungguh itu adalah realita
Dengan kehidupan dunia nyata
Yang nanti kalian akan memahaminya
Di kala roda sedang berputar pada porosnya
Mulailah berkarya
Mulailah membuat cerita
Agar hidup terus berbahagia
Seiringi perjalanan lika-liku dunia
Penuh rasa percaya
Indahnya sebuah dunia
Dicipta dengan semangat jiwa
Untuk menjadi seorang kesatria
Tiada takut akan lara
Melewati rasa penuh luka
Karena kuyakin bahwasanya
Kalau kita pasti bisa menjalankannya
Oleh:(K) anak sekolah
Tikungan tajam
Berlari-lari tanpa henti
Menyelusuri pesisir pantai
Mengejar cinta yang tak usai
Akan hidup setiap hari
Seketika semua menjadi sirna
Atas datang sebuah pria
Yang menikung begitu tajamnya
Di kala diri ingin meraih parasnya
Tiada henti habisnya
Akan busuk sebuah rasa
Oleh pria yang tak setia
Akan wanita yang mengaguminya
Oh duhai tikungan tajam
Merusak semua yang telah ditanam
Dari bibit yang dikubur dalam
Agar cinta takan memburam
Oleh: Muhammad Alkindi
Jangan Salah Melangkah
Jutaan kata yang dilontarkan….. Banyaknya tipu daya yang dilakukan….. Banyaknya ungkapan kemaksiatan dan kebohongan….. Menjerumuskan kesesatan dan berujung kegelapan
Jangan Salah Melangkah oleh: Ananda Muhammad Alkindi
Pola Asuh 7X3
Generasi milenial adalah generasi yang dimanjakan fasilitas internet, yang melek teknologi, pintar, aktif dan kreatif, biasa dengan hal yang praktis, individualis, narsis, gampang bosan, cenderung tidak sabaran dan bukan generasi penurut. Sehingga internet bagai candu menghipnotis pelakunya.
Bahaya laten teknologi yang semakin canggih, akan terjadi penyalahgunaan manfaat dari kecanggihan tersebut.
Sebagai orangtua harus memahami karakter dan bisa merebut simpati ananda dengan menghubungkan hasrat terhadap ide-ide baru yang kreatif dan memberikan kepercayaan diri untuk mengeksekusinya.
Memasukkan ananda ke pesantren merupakan salah satu cara meredam minatnya. Ini merupakan solusi yang banyak dipilih untuk menghindari ketergantungan ananda terhadap gadget.
Pendidikan pengasuhan pesantren mencetak akhlak dan kepribadian ananda agar senantiasa menunaikan amal shaleh kebaikan dalam kesehariannya. Bukan berarti mengubur hasrat akan informasi dan teknologi. Tetapi untuk menahan diri dari kelalaian akibat yang ditimbulkan pengaruh gadget.
Saat ini ananda mungkin merasa kurang dukungan atas keputusan boarding school. Kelak berjalannya waktu, ananda akan faham maksud dan tujuan mondok di pesantren.
Pola asuh 7X3 tahapan yakni:
1. Kelompok 7 tahun pertama (0-7th), perlakukan ananda sebagai raja.
2. Kelompok 7 tahun kedua (8-14th), perlakukan ananda sebagai tawanan.
3. Kelompok 7 tahun ketiga (15-21th), perlakukan ananda sebagai sahabat.
Seorang Al
Ada santri, sebut saja namanya Al. Dia dijuluki anak manja. Sehari-harinya seperti daun jatuh terbawa arus sungai yang mengalir tak berujung. Secara belum mandiri, tinggal di asrama bagai mimpi buruk. Tak ada orang di sekitarnya yang siap bantu menata diri. Al merasa home alone di asrama yang juga dihuni sebayanya.
Jenjang Mutawasitoh sederajat SMP untuk anak laki-laki termasuk kriteria anak yang belum dewasa jelang baligh. Walau terdapat satu atau dua santri yang sudah baligh belum tentu matang secara psikis. Beda dengan anak perempuan yang cenderung sudah baligh dan lebih menahan diri secara psikis.
Seberapa kuat Al beradaptasi dengan lingkungan ini… “Ayah Bunda tega juga” lirih Al dalam hati.
Semoga saja Al betah mengarungi kehidupan asrama sebagai santri.
Tulisan dalam Bingkai
Oh, yaa…Simut mau cerita. Sebenarnya pas mau beli bingkai ini Simut agak ragu, karena Simut yakin 100% bahwa bingkai ini tidak bisa membayar semua sandal yang Ayah beli untuk Simut. Tapi Simut merasa bahwa bingkai itu berharga karena goresan pena ini banyak kenangan indah yang Simut lalui bersama Ayah yang tak bisa ditulis di sini. Simut hanya bisa bilang “Terima kasih banyak atas semua yang Ayah berikan”. Simut kadang-kadang suka bingung…rata-rata temen itu lebih dekat sama Bundanya, sedangkan aku lebih dekat sama Ayah yang benar-benar WOW… My Dad is My Super Hero.
Semoga impian Ayah terkabul…sehat selalu dan diberikan umur panjang…Aamiin
From Miss Sandal
Khadijah Siti Mutmainah
Ananda menulis
Hidup itu bagaikan buku tulis, karena setiap hari membuka lembaran dan hari yang baru. Setiap lembaran mengandung makna yang tersimpan.
Menjelang malam mulai berkaca-kaca, air mata perlahan menetes di pipi, kepedihan merasuk hati. Entah kenapa kesedihan ini tak pernah hilang dari benakku. Apakah hidupku selalu begini?
Ketika sedang sedih, marah, atau pun yang lainnya. Maka tenangkanlah diri di masjid dan mintalah kepada Allah untuk membantu dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
Muhammad Alkindi
Ananda Bercerita
Pagi telah tiba, hidupku mulai kembali. Rangkaian puzzel kurakit lagi. Banyak puzzel yang telah kuselesaikan dan tak pernah usai. Hidup itu memanglah sulit, bagaikan rangkaian puzzel yang belum dikerjakan, ketika puzzel itu selesai akan nampak keindahan tercipta kembali. Jadi, janganlah takut untuk bermimpi setinggi mungkin.
Hidup itu bagaikan kertas putih. Jika kalian mewarnainya dengan indah maka hidup kalian akan indah, tapi jika kalian mewarnainya dengan buruk maka hidup kalian akan buruk.
Hasil adalah sebuah bukti bahwasanya kita mampu atau tidak dalam menjalankan segala sesuatu hal. Tetapi, jangan pikirkan hasil dahulu sebelum kamu mencobanya. Karena hasil itu ditangan Tuhan.
Muhammad Alkindi
Bismillah
Mengawali sesuatu ucapkanlah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم
yang mengandung makna memohon pertolongan Allah Ta’ala yang Ar Rahman Maha Pengasih secara umum untuk seluruh manusia, dan Ar Rahiim yang Maha Penyayang secara khusus bagi umat manusia yang beriman.
