Senja berkata

Senja berkata

Kesuksesan tak selamanya ada

Bagai sinarku yang akan mereda

Ketika pada saat waktunya tiba

 

Sungguh itu adalah realita

Dengan kehidupan dunia nyata

Yang nanti kalian akan memahaminya

Di kala roda sedang berputar pada porosnya

 

Mulailah berkarya

Mulailah membuat cerita

Agar hidup terus berbahagia

Seiringi perjalanan lika-liku dunia

 

Penuh rasa percaya

Indahnya sebuah dunia

Dicipta dengan semangat jiwa

Untuk menjadi seorang kesatria

 

Tiada takut akan lara

Melewati rasa penuh luka

Karena kuyakin bahwasanya

Kalau kita pasti bisa menjalankannya

 

Oleh:(K) anak sekolah

Tikungan tajam

Berlari-lari tanpa henti

Menyelusuri pesisir pantai

Mengejar cinta yang tak usai

Akan hidup setiap hari

 

Seketika semua menjadi sirna

Atas datang sebuah pria

Yang menikung begitu tajamnya

Di kala diri ingin meraih parasnya

 

Tiada henti habisnya

Akan busuk sebuah rasa

Oleh pria yang tak setia

Akan wanita yang mengaguminya

 

Oh duhai tikungan tajam

Merusak semua yang telah ditanam

Dari bibit yang dikubur dalam

Agar cinta takan memburam

 

Oleh: Muhammad Alkindi

Pola Asuh 7X3

Generasi milenial adalah generasi yang dimanjakan fasilitas internet, yang melek teknologi, pintar, aktif dan kreatif, biasa dengan hal yang praktis, individualis, narsis, gampang bosan, cenderung tidak sabaran dan bukan generasi penurut. Sehingga internet bagai candu menghipnotis pelakunya.
Bahaya laten teknologi yang semakin canggih, akan terjadi penyalahgunaan manfaat dari kecanggihan tersebut.

Sebagai orangtua harus memahami karakter dan bisa merebut simpati ananda dengan menghubungkan hasrat terhadap ide-ide baru yang kreatif dan memberikan kepercayaan diri untuk mengeksekusinya.
Memasukkan ananda ke pesantren merupakan salah satu cara meredam minatnya. Ini merupakan solusi yang banyak dipilih untuk menghindari ketergantungan ananda terhadap gadget.

Pendidikan pengasuhan pesantren mencetak akhlak dan kepribadian ananda agar senantiasa menunaikan amal shaleh kebaikan dalam kesehariannya. Bukan berarti mengubur hasrat akan informasi dan teknologi. Tetapi untuk menahan diri dari kelalaian akibat yang ditimbulkan pengaruh gadget.
Saat ini ananda mungkin merasa kurang dukungan atas keputusan boarding school. Kelak berjalannya waktu, ananda akan faham maksud dan tujuan mondok di pesantren.

Pola asuh 7X3 tahapan yakni:
1. Kelompok 7 tahun pertama (0-7th), perlakukan ananda sebagai raja.
2. Kelompok 7 tahun kedua (8-14th), perlakukan ananda sebagai tawanan.
3. Kelompok 7 tahun ketiga (15-21th), perlakukan ananda sebagai sahabat.

Seorang Al

Ada santri, sebut saja namanya Al. Dia dijuluki anak manja. Sehari-harinya seperti daun jatuh terbawa arus sungai yang mengalir tak berujung. Secara belum mandiri, tinggal di asrama bagai mimpi buruk. Tak ada orang di sekitarnya yang siap bantu menata diri. Al merasa home alone di asrama yang juga dihuni sebayanya.
Jenjang Mutawasitoh sederajat SMP untuk anak laki-laki termasuk kriteria anak yang belum dewasa jelang baligh. Walau terdapat satu atau dua santri yang sudah baligh belum tentu matang secara psikis. Beda dengan anak perempuan yang cenderung sudah baligh dan lebih menahan diri secara psikis.

Seberapa kuat Al beradaptasi dengan lingkungan ini… “Ayah Bunda tega juga” lirih Al dalam hati.
Semoga saja Al betah mengarungi kehidupan asrama sebagai santri.

Tulisan dalam Bingkai

Oh, yaa…Simut mau cerita. Sebenarnya pas mau beli bingkai ini Simut agak ragu, karena Simut yakin 100% bahwa bingkai ini tidak bisa membayar semua sandal yang Ayah beli untuk Simut. Tapi Simut merasa bahwa bingkai itu berharga karena goresan pena ini banyak kenangan indah yang Simut lalui bersama Ayah yang tak bisa ditulis di sini. Simut hanya bisa bilang “Terima kasih banyak atas semua yang Ayah berikan”. Simut kadang-kadang suka bingung…rata-rata temen itu lebih dekat sama Bundanya, sedangkan aku lebih dekat sama Ayah yang benar-benar WOW… My Dad is My Super Hero.

Semoga impian Ayah terkabul…sehat selalu dan diberikan umur panjang…Aamiin

 

From Miss Sandal
Khadijah Siti Mutmainah

Ananda menulis

Hidup itu bagaikan buku tulis, karena setiap hari membuka lembaran dan hari yang baru. Setiap lembaran mengandung makna yang tersimpan.

Menjelang malam mulai berkaca-kaca, air mata perlahan menetes di pipi, kepedihan merasuk hati. Entah kenapa kesedihan ini tak pernah hilang dari benakku. Apakah hidupku selalu begini?

Ketika sedang sedih, marah, atau pun yang lainnya. Maka tenangkanlah diri di masjid dan mintalah kepada Allah untuk membantu dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Muhammad Alkindi

Ananda Bercerita

Pagi telah tiba, hidupku mulai kembali. Rangkaian puzzel kurakit lagi. Banyak puzzel yang telah kuselesaikan dan tak pernah usai. Hidup itu memanglah sulit, bagaikan rangkaian puzzel yang belum dikerjakan, ketika puzzel itu selesai akan nampak keindahan tercipta kembali. Jadi, janganlah takut untuk bermimpi setinggi mungkin.

Hidup itu bagaikan kertas putih. Jika kalian mewarnainya dengan indah maka hidup kalian akan indah, tapi jika kalian mewarnainya dengan buruk maka hidup kalian akan buruk.

Hasil adalah sebuah bukti bahwasanya kita mampu atau tidak dalam menjalankan segala sesuatu hal. Tetapi, jangan pikirkan hasil dahulu sebelum kamu mencobanya. Karena hasil itu ditangan Tuhan.

Muhammad Alkindi

 

Bismillah

Mengawali sesuatu ucapkanlah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

yang mengandung makna memohon pertolongan Allah Ta’ala yang Ar Rahman Maha Pengasih secara umum untuk seluruh manusia, dan Ar Rahiim yang Maha Penyayang secara khusus bagi umat manusia yang beriman.