Generasi milenial adalah generasi yang dimanjakan fasilitas internet, yang melek teknologi, pintar, aktif dan kreatif, biasa dengan hal yang praktis, individualis, narsis, gampang bosan, cenderung tidak sabaran dan bukan generasi penurut. Sehingga internet bagai candu menghipnotis pelakunya.
Bahaya laten teknologi yang semakin canggih, akan terjadi penyalahgunaan manfaat dari kecanggihan tersebut.
Sebagai orangtua harus memahami karakter dan bisa merebut simpati ananda dengan menghubungkan hasrat terhadap ide-ide baru yang kreatif dan memberikan kepercayaan diri untuk mengeksekusinya.
Memasukkan ananda ke pesantren merupakan salah satu cara meredam minatnya. Ini merupakan solusi yang banyak dipilih untuk menghindari ketergantungan ananda terhadap gadget.
Pendidikan pengasuhan pesantren mencetak akhlak dan kepribadian ananda agar senantiasa menunaikan amal shaleh kebaikan dalam kesehariannya. Bukan berarti mengubur hasrat akan informasi dan teknologi. Tetapi untuk menahan diri dari kelalaian akibat yang ditimbulkan pengaruh gadget.
Saat ini ananda mungkin merasa kurang dukungan atas keputusan boarding school. Kelak berjalannya waktu, ananda akan faham maksud dan tujuan mondok di pesantren.
Pola asuh 7X3 tahapan yakni:
1. Kelompok 7 tahun pertama (0-7th), perlakukan ananda sebagai raja.
2. Kelompok 7 tahun kedua (8-14th), perlakukan ananda sebagai tawanan.
3. Kelompok 7 tahun ketiga (15-21th), perlakukan ananda sebagai sahabat.
