Dari proses ananda mondok di pesantren yang menentukan adalah bagaimana orangtua dalam mengkondisikan ananda ketika masih di rumah dengan menumbuhkan hasrat ananda mondok di pesantren merefleksikan semangat juang meraih keberhasilan belajarnya.
Lika-liku santri zaman now menjadi tantangan mereka harus siap mengeksplorasi perkembangan informasi tanpa gagap teknologi, mahir mensiasati dunia maya sebagai ajang siar dakwah. Tidak khawatir mau jadi apa setelah selesai mondok di pesantren, apabila kurang layak menjadi ustadz masih banyak tempat untuk berdakwah dengan cara masing-masing sesuai kemampuannya.
Tak ada kata penyesalan, yang ada hanya ucap syukur karena ananda telah mencoba bersedia mondok di pesantren menjadi santri. Ilmu agama sangat penting, lebih utama dari ilmu-ilmu lainnya sebagai modal yang akan tertanam dalam hati menopang beban kehidupan di masa mendatang. Upaya mendekatkan takdir sudah, saatnya buka lembaran baru peluang minat dan bakat dari hasrat ananda cenderung memilih prospek yang menjadi passion-nya.
