Manusia di muka bumi ini sebagai khalifah atau seorang pemimpin yang mampu menulis skenario hidupnya, seperti profesi seorang sutradara yang mengetahui segala sesuatu yang sedang terjadi dalam pertunjukan sinetron/film yang dibuatnya. Setiap tokoh yang diperankan dalam alur cerita adegan per adegan diketahui sang sutradara ke mana arah tujuan naskah tersebut. Karena itu manusia menjadi khalifah di bumi pun demikian tersirat dari fitrah yang diberikan Tuhan kepadanya.
Kehidupan dunia bagaikan panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah, setiap individu memiliki peran masing-masing sehingga terkadang di antara mereka ingin menonjolkan diri, jatuh dalam kesombongan dirinya. Padahal sebagai mahluk bumi ini manusia tak boleh sombong, celakalah akhirnya bagi mereka yang keluar dari fitrahnya.
Sebagai khalifah seorang manusia harus mendekatkan takdirnya, minimal ia mampu membawa dirinya pada jalan yang benar yang telah Tuhan berikan dengan hidayah fitrah manusia.
