Anak muda generasi milenial saat ini, tak setangguh pemuda-pemudi di zaman orangtuanya dahulu.  Mereka cenderung lebih pintar, tidak gagap teknologi, selalu update informasi medsos, dan canggih menyingkapi problematika di zaman now.  Tetapi kurang memiliki spirit kemandirian diri dalam kenyataan hidup.  Nampak dewasa secara pengetahuan, dan jauh tertinggal dari segi mental spiritualnya.  Cenderung diberi lebih perhatian dalam bentuk sentuhan kasih sayang sehingga terasa dimanjakan ayah bunda, kemudian tidak menjadi petarung sejati di kehidupan nyata.

Renungkan kembali, apa yang sudah tertanam dalam nilai pengasuhan ananda dalam kesehariannya.  Sesuaikah dengan target harapan orangtua? Kesiapan menjalani hidup setelah orangtua wafat? Mampukah mereka menjalin tali kasih dengan kerabat dekatnya? Pelihara rasa sepenanggungan?

Banyak pertanyaan yang semuanya tentang kekhawatiran akan ketidak-sanggupan ananda di dunia nyata.
Sebelum terlambat, pastikan ananda faham fitrah dalam dirinya.  Berikan kepercayaan menghadapi tantangan hidup di akhir zaman yang penuh dengan fitnah.  Tegar menjalani cobaan yang menghadang.  Tak perlu takut atau cemas menyingkapi permasalahan hidup.  Tegakkan kebenaran dan raih keadilan di dunia.  Yakinlah, Allah Azza wa Jalla selalu bersama orang yang sabar dan tawakal.

Antara Sayang dan Dimanjakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *