Hp sebagai alat komunikasi dengan sesama manusia, membutuhkan ketahanan batere agar dapat digunakan dalam waktu yang lama, dan juga perlu sinyal yang kuat untuk mempertahankan percakapannya. Tidak jauh berbeda ketika seorang hamba berkomunikasi dengan Sang Maha Pencipta, hatinya perlu dicharges dengan siraman rohani berupa: mendengarkan kajian agama, siar dakwah, menghadiri majelis taklim, dan sebagainya, untuk mempertahankan keyakinan. Sedangkan sinyal yang kuat dapat ditemukan pada waktu doa yang bermunajab, misalnya sepertiga malam terakhir, sebelum iqamah dikumandangkan, dan seterusnya.
Ibarat telepon, perasaan seorang hamba harus terhubung ke sumber spiritual dengan senantiasa mencharge batere keimanannya, dan harus menjaga agar sinyal yang diterima selalu kuat setiap saat dengan berdoa di waktu munajab.
