Mimpi Buruk

Diantara kita mungkin pernah mengalami drop out (DO) atau tidak naik kelas di suatu jenjang sekolah, dan itu bisa pula aib yang membebani, apalagi peristiwa itu malah menjadikan sejajar sekolah dengan adik sendiri.
Melaluinya tidak mudah, seperti mimpi buruk yang menghantui melintas dalam ingatan.

Pembelajaran dari pengalaman tersebut, akan mendewasakan diri.  Ketika mengingatnya memang terasa sesakan dada, kenapa harus kandas ditengah jalan dan buang waktu saja.
Nilai pengorbanan yang harus dibayar dengan mengulang kembali proses tahapan itu membuat kita berwarna dalam hidup, jika disingkapi secara bijak.

Kegagalan tak berarti kesalahan semata, mungkin suratan takdir yang harus diterima lapang dada upaya konsisten kembali dijalur yang ditetapkan Sang Pencipta.

Tak perlu sesali yang terjadi, tataplah ke depan yang akan dihadapi, buatlah sesuatu dengan cemerlang.  Kheir in syaa Allah

Introspeksi

Ketika gagal dalam menuntut ilmu, jangan pernah menyalahkan tempat belajarnya, evaluasi kembali sejauh mana halangan, rintangan, atau kendala-kendala yang dihadapi, antara lain sebagai berikut:
1. Mencari ilmu bukan karena Allah
2. Tidak mengamalkan ilmu
3. Hanya bersandar pada kitab, tidak belajar pada ulama/guru
4. Mengambil ilmu dari yang muda
5. Tidak bertahap dalam mencari ilmu
6. Ghurur/tertipu, Ujub/sombong, dan Takabur
7. Tergesa-gesa ingin memetik buah ilmu
8. Rendahnya semangat dan kemauan

Pesantren Tradisional

Adalah pondok pesantren yang mempertahankan sistem pengajaran kitab-kitab Islam sebagai inti pendidikan yang diwariskan para ulama dari masa ke masa hingga kini berkembang mengikuti zaman dengan memegang pemahaman Islam yang murni pada masa awal yang belum dipengaruhi bid’ah dan khurafat.

Saat ini pesantren tradisional berubah menjadi pesantren modern, melengkapi diri dengan perkembangan teknologi dalam dakwah maupun sistem pendidikan.
Walaupun demikian masih terdapat beberapa darinya mempertahankan ketradisionalannya dalam bentuk kesederhanaan pola kehidupan lingkungan pondok.

Mana yang urgen di mata kita untuk pendidikan ananda tercinta:
• Pesantren tradisional
• Pesantren modern
• Pesantren tematik

Semoga berkenan

Pesantren Modern

Adalah pondok pesantren yang memadukan sistem pendidikan umum dan Agama Islam yang konsentrasinya lebih mendalami Pendidikan Agama Islam yang mengutamakan kemampuan Bahasa Arab sebagai pilar ilmu syariat Islam.

Di Indonesia banyak sekali pondok pesantren modern bertebaran di mana-mana, kita tinggal pilih sesuai keinginan, yang perlu diperhatikan adalah manhaj (secara bahasa berarti jalan yang jelas dan terang, secara istilah adalah kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan seperangkat prinsip-prinsip dan norma-norma sebagai pijakan dalam menata pemikiran, prilaku, membuat hukum, dan mengambil sikap).

Sesuaikan target yang ingin diraih, agar maksimal hasil akademis yang akan dicapai ananda di Pesantren.

Pilihlah pondok pesantren yang tepat dengan kebutuhan umat, yakni hijrah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pesantren Tematik

Adalah pondok pesantren yang fokus dalam program khusus, misalnya tahfizh Alquran, dan atau program inabah (yakni terapi yang dikhususkan untuk mengobati para pecandu narkoba dengan metode dzikir).

Pilih pesantren tematik sesuaikan dengan tujuan dan targetnya, misalkan ingin memasukkan ananda ke pondok tahfizh yang utama yaitu membentuk kebiasaan sejak balita mendengarkan murotal Alquran dan menjauhkan musik atau lagu, sehingga ananda merasa nyaman sekaligus minat kuat menghafalnya.

Begitu juga untuk ananda yang terlanjur ketergantungan narkotika, maka dapat masuk pondok yang memiliki program inabah.
Jangan sampai salah memilih pesantren akan fatal akibat yang ditimbulkan dan merusak tatanan sistem pendidikan.

Dilema Pondok

Proses penerimaan santri baru dianggap sudah selesai secara administrasi melihat dari hasil tes yang dilakukan memenuhi kuota kelas dan daya tampung asrama.
Lalu muncul pertanyaan, bagaimana memastikan kesiapan mental ananda dalam kemandiriannya secara psikologi?  Apakah dengan penilaian tersebut mewakili jawaban pertanyaan tadi.

Alat ukur kemandirian ananda pertama kali yang mengetahuinya adalah ayah bundanya.  Sedangkan hasil tes psikotes ananda sebagai perangkat nilai kepribadian masih butuh uji kelayakan.

Peran orangtua memastikan ananda siap secara pribadi untuk sekolah boarding school.
Seandainya ananda belum siap sekolah boarding school sebagai orangtua jangan terlalu paksakan keinginan itu, buatlah pondasi ananda atas dasar minat dan keinginannya.  Ini akan mengurangi resiko kegagalan sistem pendidikan di pondok pesantren.

Hijrah

Konteks hijrah seseorang terjadi seringkali tanpa rencana, yang disebabkan karena pindah tugas atau sesuatu yang memaksanya.  Padahal wacana seseorang hijrah harus memiliki alasan kuat agar sesuai keinginan hatinya, karena makna hijrah itu dipertanggung jawabkan.  Ini banyak dilupakan orang, anggapan sekedar ganti tempat atau suasana saja.

Nabi hijrah dari Mekkah ke Madinah, terkandung nilai-nilai luhur dimana sebelum melaksanakan hal tersebut, buat perencanaan dengan seksama.  Dan hijrahnya membawa alasan kuat yakni mempertahankan aqidah Islam.  Sehingga segala sesuatu dipertimbangkan dengan matang, ketika terjadi rintangan menghadang sudah diantisipasi sebelumnya.

Begitu juga seyogyanya kita mempersiapkan diri hijrah dijalan Allah Ta’ala.

Gaya hidup

Tak pernah terbayangkan bagaimana memulai hidup baru, pindah dari kebiasaan tinggal di kota yang segala tersedia dan mudah didapat, kemudian hidup di desa yang jauh dari fasilitas memadai sekedar ada atau mencari alternatif yang ada saja.

Sangat dramatis.

Gaya hidup berubah dari cara kota menjadi cara kampung, style orang kota jadi style orang kampung.

Di desa minta gaji tinggi tak mungkin karena biaya hidup murah, sedangkan di kota minta gaji tinggi begitu mudah tetapi biaya hidupnya mahal.

Dimana yaa, mendapatkan gaji tinggi dengan biaya hidupnya murah?

Kabari saya…..menunggu responnya

Peninggalan

Rasanya baru kemarin, Papa dan Mama meninggalkan aku di dunia ini, masih tersisa keinginan Papa berharap aku menemaninya saat akan dilakukan operasi pengambilan kanker ususnya.  Kala itu dengan berat hati aku tak bisa menemaninya karena harus bertugas setelah sekian lama bersama Papa di rumah sakit.

Nampak kekhawatiran Papa merasa sendirian menghadapi operasinya.  Ketika itu bathinku hampa tak karuan.  Yang bisa kulakukan hanya berdoa memohon kepada Allah kemudahan proses operasi Papa, semoga selalu dalam lindunganNya.

Aku bersyukur untuk kedua kalinya diberi kesempatan menemani Mama menjelang ajalnya tiba, canda tawanya masih tertinggal, selalu terbayang manjanya saat sedang kumandikan.  Kehangatan seorang Mama tercinta.

Aku termenung, menatap istri dan anak-anakku, dalam hening aku berdoa sambil menatap ketiga ananda tercinta semoga kalian saling sayang menyayangi diantara kalian.

Ingat selalu, apa yang pernah Ayah dan Bunda contohkan ketika Papa dan Mama bersama kita.

Negeriku

Negeri ini dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah, memiliki kepribadian sopan santun dan ketangguhan nenek moyang sebagai pelaut yang terbentang dari kepulauan menjadi daya tarik Pesona Indonesia.

Keragaman etnik budaya bangsa mencerminkan betapa kayanya negeri ini akan keberagaman suku, menciptakan karakter bangsa negeri ini.  Tentunya tidak saling ingin unggul diantara kita, agar tetap terjaga negeri ini dengan keramah-tamahan selamanya.

Indonesiaku…..