Sesaat

Hidup di dunia hanya sebentar, maka lakukan yang terbaik, nikmati setiap waktu untuk ibadah hanya kepada Allah, jika niat sudah tertanam karena Allah, maka tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan.

Lakukan segala sesuatu dengan ikhlas, sebelum menyesal karena segalanya tak dapat diulang kembali.
Ambillah nasihat baik dari orang lain yang mengucapkan kebenaran meskipun dia tidak mengamalkannya. Tanpa ijin Allah sungguh manusia adalah mahluk yang sangat lemah tanpa memiliki daya dan kekuatan.

Bersyukurlah atas apa yang kita miliki. Jangan pernah risaukan apa yang tidak kita miliki, tapi risaukan hati saat tak bersungguh-sungguh mensyukuri setiap pemberian Allah Ta’ala.

Sahabat yang Sholeh

Beruntunglah manusia yang dilahirkan ke bumi dalam keadaan muslim, sehingga dapat menikmati keyakinan yang benar-benar hakiki, memiliki lingkungan keluarga, kerabat, dan handai tolan dalam naungan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Nikmat yang paling berharga setelah nikmat iman dan Islam, adalah memiliki sahabat yang sholeh.
Bersyukurlah atas apa yang telah kita miliki, karena masih banyak di sekeliling kita yang masih kurang beruntung.

Hidup itu pilihan.  Bergaullah dengan sahabat yang sholeh yang akan selalu mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran.

Tinggalkanlah apapun yang membuat sedih.  Tanpa rasa takut akan kehilangan rasa bahagia di masa depan.

Sudut Pandang

Kacamata digunakan untuk melihat sesuatu lebih jelas agar tidak keliru dalam pandangan.  Penglihatan itu akan diolah pikiran menggambarkan secara visual dan persepsi untuk menjelaskan sudut pandang terhadap penampakan tersebut.

Seseorang dengan kacamatanya dapat menilai sesuatu itu baik atau buruk tergantung kondisi penglihatan.  Peliharalah kacamata anda agar selalu melihat dengan baik.
Dengan begitu penilaian sudut pandang anda terhadap sesuatu cenderung bagus mengarahkan kepada kebaikan.
Jangan pernah berhenti menjadi orang baik.

Almamater Pondok


Pondok pesantren merupakan sebuah lembaga pengasuhan pendidikan yang disebut almamater.
Nama baik almamater harus dijaga oleh aktivis yang terlibat di dalamnya, yaitu mereka yang menuntut ilmu, asatidzah atau guru sebagai pengajarnya serta seluruh staf menejemen dan crew general affair yang mendukung kesempurnaan proses pendidikan dan pengasuhan di pondok pesantren.

Almamater

Almamater artinya ibu pengasuh atau ibu yang memberikan ilmu.
Penggunaan istilah ini diambil dari kebiasaan para orangtua di Yunani dalam mengisi waktu luang untuk mengajak anaknya mengunjungi tempat yang mempunyai nilai pendidikan.  Waktu yang digunakan secara khusus untuk belajar bagi anak-anak mereka yang diserahkan atau dititipkan kepada seseorang yang dianggap bijaksana pada suatu tempat tertentu.  Di tempat itulah, dengan bimbingan orang yang bijaksana (pintar) anak-anak dapat belajar, bermain maupun berlatih melakukan sesuatu sebagai bekal untuk menjalankan kehidupan orang dewasa nantinya.  Tempat ini menjadi lembaga pengasuhan anak-anak pada waktu senggang di luar rumah sebagai pengganti ayah dan ibu mereka.
Lembaga pengasuhan pendidikan ini disebut ALMAMATER.

Miris

Dekade 1940 – 1960 pada usia pendidikan sekolah dasar di zaman orangtua atau nenek moyang kita dahulu sudah memiliki visi misi hidup, telah dewasa diusia dini.  Faham makna kehidupan dan tujuan hidup dalam cara berfikirnya berkeinginan bebas merdeka dari pengaruh penjajah.

Era 1970 – 1990 mulai terjadi kemunduran usia dewasa, tidak lagi pada jenjang sekolah dasar tetapi memasuki jenjang sekolah menengah pertama, baru terbentuk visi misi kehidupan, dimana mulai sadar dalam mengisi kemerdekaan harus membangun bangsa ini.
Dunia pendidikan sebagai infrastruktur pembangunan di segala bidang.  Bermunculan cendikiawan muda berbakat menata pembangunan negeri.

Zaman milenium saat ini era globalisasi tahun 2000 hingga 2020 menapaki modernisasi industri, semakin merosot kedewasaan diri anak-anak kita, baru nampak terlihat pada jenjang sekolah menengah atas, dimana teknologi mengalami percepatan tinggi, mempengaruhi intelegensi yang semakin canggih, sedangkan kematangan usia dalam pola berfikir ananda semakin jauh dari harapan.

Telah terjadi krisis akhlak secara serempak pada negeri, apakah ini yang disebut tantangan zaman? Tabiat baik mulai asing, padahal mencari ilmu semakin mudah ditemukan hanya dengan menanyakan google search engine otomatis informasi lengkap yang dibutuhkan tersedia di hadapan.

Bagaimana proyeksi perkembangan nilai kedewasaan anak cucu kita? Akankah semakin jauh mengalami kemunduran? Apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah ini?

Mari sejenak renungkan…..paling tidak persiapkan anak cucu kita terhindar dari bahaya laten tersebut.

Mimpi Buruk

Diantara kita mungkin pernah mengalami drop out (DO) atau tidak naik kelas di suatu jenjang sekolah, dan itu bisa pula aib yang membebani, apalagi peristiwa itu malah menjadikan sejajar sekolah dengan adik sendiri.
Melaluinya tidak mudah, seperti mimpi buruk yang menghantui melintas dalam ingatan.

Pembelajaran dari pengalaman tersebut, akan mendewasakan diri.  Ketika mengingatnya memang terasa sesakan dada, kenapa harus kandas ditengah jalan dan buang waktu saja.
Nilai pengorbanan yang harus dibayar dengan mengulang kembali proses tahapan itu membuat kita berwarna dalam hidup, jika disingkapi secara bijak.

Kegagalan tak berarti kesalahan semata, mungkin suratan takdir yang harus diterima lapang dada upaya konsisten kembali dijalur yang ditetapkan Sang Pencipta.

Tak perlu sesali yang terjadi, tataplah ke depan yang akan dihadapi, buatlah sesuatu dengan cemerlang.  Kheir in syaa Allah

Introspeksi

Ketika gagal dalam menuntut ilmu, jangan pernah menyalahkan tempat belajarnya, evaluasi kembali sejauh mana halangan, rintangan, atau kendala-kendala yang dihadapi, antara lain sebagai berikut:
1. Mencari ilmu bukan karena Allah
2. Tidak mengamalkan ilmu
3. Hanya bersandar pada kitab, tidak belajar pada ulama/guru
4. Mengambil ilmu dari yang muda
5. Tidak bertahap dalam mencari ilmu
6. Ghurur/tertipu, Ujub/sombong, dan Takabur
7. Tergesa-gesa ingin memetik buah ilmu
8. Rendahnya semangat dan kemauan

Pesantren Tradisional

Adalah pondok pesantren yang mempertahankan sistem pengajaran kitab-kitab Islam sebagai inti pendidikan yang diwariskan para ulama dari masa ke masa hingga kini berkembang mengikuti zaman dengan memegang pemahaman Islam yang murni pada masa awal yang belum dipengaruhi bid’ah dan khurafat.

Saat ini pesantren tradisional berubah menjadi pesantren modern, melengkapi diri dengan perkembangan teknologi dalam dakwah maupun sistem pendidikan.
Walaupun demikian masih terdapat beberapa darinya mempertahankan ketradisionalannya dalam bentuk kesederhanaan pola kehidupan lingkungan pondok.

Mana yang urgen di mata kita untuk pendidikan ananda tercinta:
• Pesantren tradisional
• Pesantren modern
• Pesantren tematik

Semoga berkenan

Pesantren Modern

Adalah pondok pesantren yang memadukan sistem pendidikan umum dan Agama Islam yang konsentrasinya lebih mendalami Pendidikan Agama Islam yang mengutamakan kemampuan Bahasa Arab sebagai pilar ilmu syariat Islam.

Di Indonesia banyak sekali pondok pesantren modern bertebaran di mana-mana, kita tinggal pilih sesuai keinginan, yang perlu diperhatikan adalah manhaj (secara bahasa berarti jalan yang jelas dan terang, secara istilah adalah kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan seperangkat prinsip-prinsip dan norma-norma sebagai pijakan dalam menata pemikiran, prilaku, membuat hukum, dan mengambil sikap).

Sesuaikan target yang ingin diraih, agar maksimal hasil akademis yang akan dicapai ananda di Pesantren.

Pilihlah pondok pesantren yang tepat dengan kebutuhan umat, yakni hijrah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.