You are never alone

Kisah Nabi Muhammad bersama sahabatnya Abu Bakar sembunyi di Gua Tsur ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah menghindari kejaran orang-orang Quraisy, saat tiba di mulut gua, mereka sepakat bahwasanya tidak mungkin Nabi dan sahabatnya itu bersembunyi di dalam gua, karena di celah antara pohon dan dinding gua terdapat laba-laba bersarang dan di mulut gua ada burung merpati yang sedang mengerami telurnya, serta terdapat juga pohon akasia yang tingginya setengah tinggi manusia yang tumbuh hampir menutupi jalan masuk ke gua.

Begitulah cara Allah melindungi hambanya yang yakin akan pertolongannya.  You are not alone.

Roda Kehidupan

Setiap manusia memiliki tujuan hidup masing-masing menjalani kodrat sebagai mahluk di dunia, diibaratkan roda kehidupan yang berputar mengarungi perjalanan yang jauh, penuh lika-liku dalam setiap tikungan yang membutuhkan kecakapan mengendalikan diri.  Saling berjuang mendekatkan takdirnya menyongsong keabadian.

Dipersimpangan jalan setiap insan bertemu dengan arah tujuan yang berbeda dalam koridor meraih ridho ILAHI, menghindari tabrakan dan benturan satu dengan lainnya saling menghargai tujuan hidup.  Begitulah aturan yang dibuat sesama hamba di dunia hanya sesaat berlaku seperti drama 1 babak dalam sebuah pertemuan singkat yang tak banyak dialog, beradu pandang memberi isyarat mata.
Tujuan yang sama dengan cara yang berbeda dalam misteri ILAHI.

Sopir

Ketika menempuh perjalanan dengan sebuah kendaraan, seorang sopir akan fokus dengan tujuannya.  Sepanjang jalan yang dilalui, tatapan pandangan mata tertuju ke depan, sesekali akan menoleh ke kiri atau ke kanan (melihat spion) untuk memastikan kondisi di samping maupun di belakangnya aman dari bahaya yang mengintai, seperti dalam sebuah cermin kehidupan manusia akan selalu tertuju melihat masa depan dan sesekali menoleh ke masa lalu, agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

Sopir harus memiliki kewaspadaan yang tinggi dalam mengantisipasi perjalanannya agar tidak mengalami kecelakaan karena kelalaiannya maupun disebabkan kelalaian orang lain yang berada dalam waktu tempuh perjalanan tersebut.

Manusia dalam menjalankan roda kehidupan juga harus tetap fokus mengejar akhiratnya.  Jangan mudah tergoda dengan rona wajah dunia yang penuh dengan gelimang keindahan sementara.

Ibarat seorang sopir yang melaju pada suatu titik dengan kecepatan stabil mempertahankan arah tujuannya.

Keterbatasan

Bersyukur atas keterbatasan yang kita miliki, ini akan memberikan kesempatan untuk berubah memperbaiki diri.  Sesungguhnya Allah sangat membenci setiap orang yang pandai dalam urusan dunia, namun bodoh dalam hal urusan akhirat.  Lebih baik kehilangan sesuatu karena Allah, daripada kehilangan Allah karena sesuatu.

Berbuat baik tidak perlu banyak orang yang tahu, yang penting itu banyak orang yang kena dampaknya. Karena apa yang terjadi pada hari ini, yakinlah bahwa semuanya atas kehendak dan rencana Allah untuk hambanya yang tawakal.

Sesaat

Hidup di dunia hanya sebentar, maka lakukan yang terbaik, nikmati setiap waktu untuk ibadah hanya kepada Allah, jika niat sudah tertanam karena Allah, maka tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan.

Lakukan segala sesuatu dengan ikhlas, sebelum menyesal karena segalanya tak dapat diulang kembali.
Ambillah nasihat baik dari orang lain yang mengucapkan kebenaran meskipun dia tidak mengamalkannya. Tanpa ijin Allah sungguh manusia adalah mahluk yang sangat lemah tanpa memiliki daya dan kekuatan.

Bersyukurlah atas apa yang kita miliki. Jangan pernah risaukan apa yang tidak kita miliki, tapi risaukan hati saat tak bersungguh-sungguh mensyukuri setiap pemberian Allah Ta’ala.

Sahabat yang Sholeh

Beruntunglah manusia yang dilahirkan ke bumi dalam keadaan muslim, sehingga dapat menikmati keyakinan yang benar-benar hakiki, memiliki lingkungan keluarga, kerabat, dan handai tolan dalam naungan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Nikmat yang paling berharga setelah nikmat iman dan Islam, adalah memiliki sahabat yang sholeh.
Bersyukurlah atas apa yang telah kita miliki, karena masih banyak di sekeliling kita yang masih kurang beruntung.

Hidup itu pilihan.  Bergaullah dengan sahabat yang sholeh yang akan selalu mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran.

Tinggalkanlah apapun yang membuat sedih.  Tanpa rasa takut akan kehilangan rasa bahagia di masa depan.

Sudut Pandang

Kacamata digunakan untuk melihat sesuatu lebih jelas agar tidak keliru dalam pandangan.  Penglihatan itu akan diolah pikiran menggambarkan secara visual dan persepsi untuk menjelaskan sudut pandang terhadap penampakan tersebut.

Seseorang dengan kacamatanya dapat menilai sesuatu itu baik atau buruk tergantung kondisi penglihatan.  Peliharalah kacamata anda agar selalu melihat dengan baik.
Dengan begitu penilaian sudut pandang anda terhadap sesuatu cenderung bagus mengarahkan kepada kebaikan.
Jangan pernah berhenti menjadi orang baik.

Almamater Pondok


Pondok pesantren merupakan sebuah lembaga pengasuhan pendidikan yang disebut almamater.
Nama baik almamater harus dijaga oleh aktivis yang terlibat di dalamnya, yaitu mereka yang menuntut ilmu, asatidzah atau guru sebagai pengajarnya serta seluruh staf menejemen dan crew general affair yang mendukung kesempurnaan proses pendidikan dan pengasuhan di pondok pesantren.

Almamater

Almamater artinya ibu pengasuh atau ibu yang memberikan ilmu.
Penggunaan istilah ini diambil dari kebiasaan para orangtua di Yunani dalam mengisi waktu luang untuk mengajak anaknya mengunjungi tempat yang mempunyai nilai pendidikan.  Waktu yang digunakan secara khusus untuk belajar bagi anak-anak mereka yang diserahkan atau dititipkan kepada seseorang yang dianggap bijaksana pada suatu tempat tertentu.  Di tempat itulah, dengan bimbingan orang yang bijaksana (pintar) anak-anak dapat belajar, bermain maupun berlatih melakukan sesuatu sebagai bekal untuk menjalankan kehidupan orang dewasa nantinya.  Tempat ini menjadi lembaga pengasuhan anak-anak pada waktu senggang di luar rumah sebagai pengganti ayah dan ibu mereka.
Lembaga pengasuhan pendidikan ini disebut ALMAMATER.

Miris

Dekade 1940 – 1960 pada usia pendidikan sekolah dasar di zaman orangtua atau nenek moyang kita dahulu sudah memiliki visi misi hidup, telah dewasa diusia dini.  Faham makna kehidupan dan tujuan hidup dalam cara berfikirnya berkeinginan bebas merdeka dari pengaruh penjajah.

Era 1970 – 1990 mulai terjadi kemunduran usia dewasa, tidak lagi pada jenjang sekolah dasar tetapi memasuki jenjang sekolah menengah pertama, baru terbentuk visi misi kehidupan, dimana mulai sadar dalam mengisi kemerdekaan harus membangun bangsa ini.
Dunia pendidikan sebagai infrastruktur pembangunan di segala bidang.  Bermunculan cendikiawan muda berbakat menata pembangunan negeri.

Zaman milenium saat ini era globalisasi tahun 2000 hingga 2020 menapaki modernisasi industri, semakin merosot kedewasaan diri anak-anak kita, baru nampak terlihat pada jenjang sekolah menengah atas, dimana teknologi mengalami percepatan tinggi, mempengaruhi intelegensi yang semakin canggih, sedangkan kematangan usia dalam pola berfikir ananda semakin jauh dari harapan.

Telah terjadi krisis akhlak secara serempak pada negeri, apakah ini yang disebut tantangan zaman? Tabiat baik mulai asing, padahal mencari ilmu semakin mudah ditemukan hanya dengan menanyakan google search engine otomatis informasi lengkap yang dibutuhkan tersedia di hadapan.

Bagaimana proyeksi perkembangan nilai kedewasaan anak cucu kita? Akankah semakin jauh mengalami kemunduran? Apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah ini?

Mari sejenak renungkan…..paling tidak persiapkan anak cucu kita terhindar dari bahaya laten tersebut.