Diantara kita mungkin pernah mengalami drop out (DO) atau tidak naik kelas di suatu jenjang sekolah, dan itu bisa pula aib yang membebani, apalagi peristiwa itu malah menjadikan sejajar sekolah dengan adik sendiri.
Melaluinya tidak mudah, seperti mimpi buruk yang menghantui melintas dalam ingatan.
Pembelajaran dari pengalaman tersebut, akan mendewasakan diri. Ketika mengingatnya memang terasa sesakan dada, kenapa harus kandas ditengah jalan dan buang waktu saja.
Nilai pengorbanan yang harus dibayar dengan mengulang kembali proses tahapan itu membuat kita berwarna dalam hidup, jika disingkapi secara bijak.
Kegagalan tak berarti kesalahan semata, mungkin suratan takdir yang harus diterima lapang dada upaya konsisten kembali dijalur yang ditetapkan Sang Pencipta.
Tak perlu sesali yang terjadi, tataplah ke depan yang akan dihadapi, buatlah sesuatu dengan cemerlang. Kheir in syaa Allah
