Pasrah

Menerima kenyataan bahwa ananda kurang berhasil beradaptasi belajar di pesantren secara akademis terasa pahit dan getir, terutama jika harapan orangtua terlalu tinggi. Namun, penting untuk diingat bahwa ananda tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan ini.

Biasanya, ananda akan pasrah dan menerima ketidakmampuannya, namun harus bantu mereka untuk tawakal dan menerima bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda-beda.
Mari dukung ananda untuk menerima dirinya sendiri dan mencari solusi yang lebih baik, bukan hanya fokus pada hasil akademis semata.

Instan

Sebagai orangtua harus memiliki harapan yang realistis ketika menitipkan ananda di pesantren. Jangan berharap bahwa pesantren dapat secara otomatis merubah akhlak ananda menjadi lebih baik, karena itu adalah salah besar. Pesantren bukanlah tempat laundry yang dapat membersihkan akhlak seseorang dari kesalahan dan kelemahan.

Pesantren dapat membantu ananda dalam proses belajar dan pengembangan diri, namun perubahan akhlak dan karakter harus dimulai dari diri sendiri dan didukung oleh lingkungan keluarga yang positif. Orangtua harus tetap terlibat dan mendukung proses pengasuhan ananda, bukan hanya menitipkan di pesantren dan berharap hasil yang instan.

Cerah

Keluar dari sekolah dan pindah ke sekolah lain bukanlah pilihan yang mudah, karena akan meninggalkan kenangan dan pengalaman yang tak mudah dilupakan. Namun, jika memang tidak sesuai dengan kemampuan dan minat, maka lebih baik jujur pada diri sendiri dan mencari alternatif yang lebih baik.

Jangan buang-buang energi dan waktu dengan memaksakan diri di sekolah yang tidak sesuai, karena ini hanya akan menghambat masa depan. Lebih baik mengakui kenyataan dan mencari solusi yang lebih baik, sehingga dapat mencapai potensi yang sebenarnya dan memiliki masa depan yang lebih cerah.

Jalan keluar

Jika ananda telah berusaha belajar dengan maksimal namun masih belum mencapai nilai minimal KKM, maka sudah waktunya untuk mencari solusi sekolah yang lebih sesuai dengan kemampuannya. Jangan memaksakan diri untuk tetap berada di sekolah yang tidak sesuai, karena hal ini hanya akan menyebabkan frustrasi dan berdampak negatif pada psikisnya.

Dengan mencari sekolah yang lebih sesuai, ananda dapat memiliki kesempatan untuk belajar dengan lebih efektif dan mencapai potensi yang sebenarnya. Jangan ragu untuk mencari bantuan dan solusi yang lebih baik, karena ini adalah langkah yang bijak untuk masa depan ananda.

Remidi

Fenomena santri banyak remidi menunjukkan bahwa mereka rentan mengalami kesulitan dalam akademis. Mengatasi hal ini, upaya maksimal harus dikerahkan demi mencapai ketuntasan nilai. Salah satu cara yang efektif adalah menemukan teman belajar yang dapat memahami kesulitan belajarnya. Dengan demikian, mereka dapat saling membantu dan meningkatkan kemampuan belajar.

Selain itu, penting juga mengenali titik lemah belajar, sehingga dapat belajar secara efektif dan efisien. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan belajarnya, santri dapat mengatur strategi belajar yang tepat dan mencapai tujuan akademisnya.

Giat belajar

Menuntut ilmu di pondok pesantren memerlukan daya tahan belajar yang tinggi dan konsisten, karena jumlah pelajarannya yang banyak dan disampaikan dalam bahasa Arab. Oleh karena itu, santri harus memiliki kemampuan untuk mengatur waktu dan fokus belajar dengan baik, agar dapat mengikuti pelajaran dengan efektif dan mencapai tujuan belajarnya.

Semoga Allah Ta’ala mudahkan ananda belajar di Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran…

Only 4

Rekapitulasi pengajuan izin luar kota selama seleksi penerimaan santri baru menunjukkan bahwa ada 4 santri yang tidak mengambil izin pulang dan tetap berada di asrama Madyan. Mereka akan mengikuti kegiatan pengasuhan yang telah disiapkan selama liburan PSB.

Semoga kegiatan ini dapat menghibur dan memberikan kesibukan yang bermanfaat bagi mereka.

Sabar yaa…

Pesimis

Pesimis adalah Pola pikir atau sikap kurang percaya diri melihat segala sesuatu, tidak yakin berhasil. Mengatasi rasa pesimis memerlukan perubahan pola pikir dan kebiasaan sehari-hari. Berikut beberapa cara untuk meningkatkan percaya diri dan mengatasi rasa pesimis:

  1. Ubah kebiasaan sehari-hari dengan melakukan hal-hal yang positif dan membangun.
  2. Tetapkan tujuan yang realistis dan dapat dicapai, sehingga merasa lebih percaya diri dan termotivasi.
  3. Bergaul dengan orang yang optimis dan positif, karena lingkungan sekitar dapat mempengaruhi pola pikir dan sikap kita.
  4. Lakukan aktifitas yang disukai dan membuat diri merasa bahagia, karena ini dapat membantu meningkatkan percaya diri dan mengurangi rasa pesimis

Perubahan-perubahan ini dapat mengatasi rasa pesimis dan meningkatkan percaya diri untuk mencapai kesuksesan.

Opsi Pengasuhan

Pengajuan perizinan libur PSB akan ditutup hari ini, Jumat 17 Oktober 2025 pukul 23.59. Setelah itu, data seluruh santri MTW yang tersisa di asrama akan direkap. Berdasarkan data tersebut, opsi pengasuhan akan dibuat untuk mengisi hari-hari santri selama liburan PSB. Rencana kegiatan liburan PSB adalah sebagai berikut:

  1. Kamis, 23 Oktober 2025: Rihlah ke Klaten.
  2. Jumat-Sabtu, 24-25 Oktober 2025: Kompetisi lomba di asrama, ajang untuk menunjukkan bakat dan kemampuan santri.
  3. Ahad, 26 Oktober 2025: Busyro Salatiga.

Semoga kegiatan-kegiatan ini dapat mengisi hari liburan santri dengan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan.

Opsi Musyrif

Menjelang libur PSB pada tanggal 22-26 Oktober 2025, hanya 3 santri Madyan yang tersisa di kamar. Musyrif kemudian mengeluarkan rencana untuk mengisi waktu mereka agar tidak merasa jenuh. Rencana tersebut antara lain:

  1. Menjelajahi kota Ambarawa dan menemukan keindahan sejarahnya
  2. Mengunjungi Ketep pass Magelang dan menikmati pemandangan alam yang indah
  3. Bersantai di Pemandian air panas Ngasinan dan merasakan kesegaran alami
  4. Mengunjungi Kopeng dan menikmati keindahan alam yang sejuk
  5. Mencicipi kuliner khas Boyolali dan menikmati kelezatan makanan lokal

Dengan rencana ini, musyrif berharap dapat membantu santri Madyan mengisi waktu liburan mereka dengan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.