Seorang santri menghampiri musyrifnya dengan wajah khawatir, “Ustadz, dompet dan sandal ana hilang?” Ustadz merespon dengan pertanyaan, “Kapan hilangnya? Di mana?” Santri itu menjawab, “Ana lupa.”
Ustadz mencoba membantu mengingatkan, “Sebelum atau sesudah kegiatan pramuka penggalang?” Santri itu hanya menggelengkan kepala dan mengangkat pundaknya. Ustadz melanjutkan, “Ada apa saja isi dompetnya?” Santri itu menjawab, “Kartu E-kanz ustadz..”
Ustadz diam sejenak, mengingat bahwa ummunya juga curiga kepada ananda selama 5 hari ini karena E-kanznya tidak digunakan untuk belanja di Amin Mart. Ustadz kemudian meluruskan, “Antum besok ke kantor IT untuk mengajukan pengadaan kembali kartu E-kanz yaa..” Santrinya mengangguk dan pergi ke kamar.
Selepas bada Isya dan makan malam, ustadz meminta ananda telepon melaporkan kepada ummunya perihal kehilangan tersebut. Namun, sebelum pembicaraan selesai, seorang santri lain menghampiri ustadz sambil berkata, “Ustadz, ini kartu E-kanz miliknya terselip di dalam buku.” Ustadz terkejut, “Antum temukan bukunya di mana?” Santri itu menjawab, “Di masjid lantai 2..” Ustadz bersyukur, “Allahu akbar…”
