Allahu Akbar

Seorang santri menghampiri musyrifnya dengan wajah khawatir, “Ustadz, dompet dan sandal ana hilang?” Ustadz merespon dengan pertanyaan, “Kapan hilangnya? Di mana?” Santri itu menjawab, “Ana lupa.”

Ustadz mencoba membantu mengingatkan, “Sebelum atau sesudah kegiatan pramuka penggalang?” Santri itu hanya menggelengkan kepala dan mengangkat pundaknya. Ustadz melanjutkan, “Ada apa saja isi dompetnya?” Santri itu menjawab, “Kartu E-kanz ustadz..”

Ustadz diam sejenak, mengingat bahwa ummunya juga curiga kepada ananda selama 5 hari ini karena E-kanznya tidak digunakan untuk belanja di Amin Mart. Ustadz kemudian meluruskan, “Antum besok ke kantor IT untuk mengajukan pengadaan kembali kartu E-kanz yaa..” Santrinya mengangguk dan pergi ke kamar.

Selepas bada Isya dan makan malam, ustadz meminta ananda telepon melaporkan kepada ummunya perihal kehilangan tersebut. Namun, sebelum pembicaraan selesai, seorang santri lain menghampiri ustadz sambil berkata, “Ustadz, ini kartu E-kanz miliknya terselip di dalam buku.” Ustadz terkejut, “Antum temukan bukunya di mana?” Santri itu menjawab, “Di masjid lantai 2..” Ustadz bersyukur, “Allahu akbar…”

Adab

Semalam, asisten musyrif mengumpulkan santri kelas 7 untuk menyampaikan beberapa hal penting terkait kebaikan dan adab. Berikut adalah beberapa poin yang disampaikan:

  1. Hindari kebiasaan-kebiasaan yang dilarang saat shalat Jumat; seperti berbicara, bermain-main, melakukan ihtiba’ (duduk memeluk lutut), dan tidur, agar shalat dapat dilakukan dengan khusyuk dan khidmat.
  2. Mandi di hamam harus dilakukan dengan tertib dan tidak berisik ‘dar-der-dor’, yang dapat mengganggu orang lain.
  3. Makan di math’am harus dilakukan dengan tidak melebihi jatah dan tidak mengambil jatah orang lain, agar semua santri dapat makan dengan adil dan nyaman.
  4. Berbicara menggunakan Bahasa Arab adalah suatu kebiasaan yang baik dan harus terus dipupuk, agar kemampuan berbahasa Arab dapat meningkat.
  5. Hindari berbicara kotor (kalam fahis) dan tidak sopan, karena dapat merusak adab dan akhlak yang baik.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, diharapkan santri dapat menjadi lebih baik dan lebih beradab dalam kehidupan sehari-hari.

Mengupdate diri setiap detik

Setiap detik..aku belajar, bahwa hidup tak butuh sempurna, hanya butuh versi diriku yang sedikit lebih baik dari satu tarikan napas sebelumnya.

Aku perbarui pikiran, hapus file keluhan yang tak perlu, install sabar versi terbaru, dan upgrade hati agar tak mudah rapuh.

Kadang error datang tanpa pemberitahuan, kadang jatuh pun harus restart dari awal, namun begitulah prosesnya, diri ini bukan sistem instan, tapi perjalanan.

Aku tak ingin jadi yang paling hebat, cukup jadi yang terus berbenah dalam diam, karena versi terbaikku bukan di hari kemarin, tapi di detik ini, saat aku memilih untuk berubah lagi.

 

Kindi/10/10/25-11/10/25

Control Anxious

Mengendalikan diri dalam mengatasi kecemasan tidaklah mudah, namun ada beberapa cara yang dapat membantu. Salah satunya adalah dengan melakukan teknik pernapasan dalam, seperti meditasi, untuk menenangkan pikiran yang mengganggu dan menghilangkan hal-hal negatif dalam benak.

Selain itu, mengatur pola makan dan tidur yang cukup, serta melakukan olahraga secara teratur, juga dapat membantu mengurangi kecemasan. Berbagi cerita dengan teman juga dapat menjadi cara efektif untuk mengurai kecemasan dan merasa lebih lega.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, kita dapat lebih siap menghadapi tantangan hidup dan mengatasi kecemasan dengan lebih baik.

Silahkan mencoba yaa…

Anxious

Anxious adalah istilah psikologi untuk menggambarkan seseorang yang merasa cemas, khawatir, atau gelisah tentang sesuatu, baik itu situasi, orang, atau aktivitas.

Perasaan cemas yang normal dan sementara, seperti merasa cemas sebelum menghadapi ujian atau wawancara kerja. Namun, jika perasaan cemas tersebut menjadi berlebihan, berkepanjangan, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, maka dapat dikategorikan sebagai gangguan kecemasan (anxiety disorder).

Gejala-gejala anxious meliputi:
– Perasaan cemas, khawatir, atau gelisah yang berlebihan
– Kesulitan tidur atau merasa tidak bisa rileks
– Jantung berdebar atau detak jantung yang cepat
– Sakit kepala atau nyeri otot
– Kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan
– Menghindari situasi atau aktivitas yang dapat menyebabkan cemas

Anxious dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:
– Pengalaman masa lalu yang traumatis
– Pola asuh yang tidak seimbang
– Kondisi kesehatan mental lainnya, seperti depresi atau gangguan kepribadian
– Faktor genetik
– Stres dan tekanan hidup

Jika merasa memiliki gejala-gejala anxious yang berlebihan, maka sebaiknya berkonsultasi dengan seorang profesional kesehatan mental untuk mendapatkan bantuan dan dukungan yang tepat.

Help Avoidant

Membantu seorang dengan kepribadian avoidant, penting untuk membangun kepercayaan dirinya. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengajaknya berbicara dan membiarkannya bercerita tentang dirinya sendiri. Dengan demikian, mereka dapat mengekspresikan diri dan menyampaikan keinginannya.

Beri kesempatan kepada mereka untuk berbicara dan didengar, kita dapat menunjukkan bahwa kita peduli dengan kehadiran mereka dan menghargai pendapatnya. Ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka dan membuatnya merasa lebih nyaman dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

Tunjukkan pada dunia tentang keberadaanmu yaa…

Avoidant

Avoidant adalah istilah psikologi untuk menggambarkan seseorang yang memiliki pola perilaku menghindari atau menjauhi situasi, orang, atau aktivitas yang dapat menyebabkan merasa tidak nyaman, cemas, atau stres.

Orang dengan kondisi ini mungkin sangat malu, takut diejek, dan terlalu khawatir tampak bodoh.

Avoidant dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pengalaman masa lalu, pola asuh, dan kondisi kepribadian. Jika merasa memiliki gejala-gejala avoidant yang berlebihan, maka sebaiknya berkonsultasi dengan seorang profesional kesehatan mental untuk mendapatkan bantuan dan dukungan yang tepat.

Tangan kiri

“Bismillah, ana terima laporan perihal antum, yaitu minum menggunakan tangan kiri. Kenapa? Apakah antum seorang kidal?” ujar ustadz membuka bimbingan kepada santri yang langsung merespon secara jujur, “Ana reflek minum buru² lupa pakai tangan kiri.”

Ustadz memberikan nasihat yang lembut, “Itu namanya ceroboh, jangan biasakan sikap buruk dibiarkan, mengatasinya dengan segera tangan kanan antum mengambil alih posisi minum sesuai syariat yaa…”
Santrinya menunjukkan kesediaan untuk berubah, “Iya, ana akan ingat selalu pesan ustadz…”

Ustadz kemudian mengingatkan santri tersebut tentang pengawasan Allah, “Antum senantiasa dalam pengawasan Sang Khalik. Ingat itu…” Santrinya menjawab dengan penuh kesadaran, “Na’am…” dan terpancar aura penyesalan pada dirinya.

Semoga Allah Ta’ala melindungi santri itu dari sikap buruknya dan memberi hidayah untuk selalu melakukan kebaikan.

Bicara kotor

“Bismillah, afwan… ana ingin tabayun dengan antum terkait permasalahan yang muncul, yakni antum dilaporkan suka bicara kotor. Kenapa?” Santrinya menjawab dengan jujur, “Ana kelepasan ustadz, spontan…kebiasaan pergaulan dengan teman di rumah.”

Ustadz memberikan nasihat yang lembut, “Kebiasaan buruk di rumah, jangan dibawa ke pondok, bisakan…?” Santri itu menunjukkan penyesalan yang mendalam dan menjawab, “Bisa, ustadz…in syaa Allah ana tidak akan mengulangi lagi.”

Ustadz kemudian meminta komitmen dari santri tersebut, “Apa komitmen antum memastikan tidak akan melakukan hal itu?” Santrinya menjawab dengan tegas, “Ana janji tidak mengulanginya lagi…”

Ustadz juga meminta kesediaan santrinya untuk menerima sanksi hukuman jika melakukan kesalahan yang sama, “Apakah antum bersedia kena sangsi hukuman bila melakukan sikap bicara kotor?” Santri menjawab, “Iya, bersedia…”

Akhirnya, ustadz menyerahkan lampiran hasil konselingnya untuk ditandatangani oleh santri itu, sebagai bukti komitmen dan kesediaan untuk berubah.

Babak kedua

Alhamdulillah, hasil akhir futsal antara Kairo dan Baghdad telah diketahui, yaitu Kairo 5 vs 1 Baghdad. Dengan hasil ini, Tim Kairo dan Tim Madyan berhasil lolos ke babak kedua, mewakili santri kelas 7.

Hikmah yang dapat diambil dari hasil ini adalah kesabaran Tim Madyan yang kurang diuntungkan, namun berhasil bangkit kembali dan meraih kesempatan di penyisihan futsal selanjutnya. Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan kepada kedua tim, aamiin..