Avoidant

Avoidant adalah istilah psikologi untuk menggambarkan seseorang yang memiliki pola perilaku menghindari atau menjauhi situasi, orang, atau aktivitas yang dapat menyebabkan merasa tidak nyaman, cemas, atau stres.

Orang dengan kondisi ini mungkin sangat malu, takut diejek, dan terlalu khawatir tampak bodoh.

Avoidant dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pengalaman masa lalu, pola asuh, dan kondisi kepribadian. Jika merasa memiliki gejala-gejala avoidant yang berlebihan, maka sebaiknya berkonsultasi dengan seorang profesional kesehatan mental untuk mendapatkan bantuan dan dukungan yang tepat.

Tangan kiri

“Bismillah, ana terima laporan perihal antum, yaitu minum menggunakan tangan kiri. Kenapa? Apakah antum seorang kidal?” ujar ustadz membuka bimbingan kepada santri yang langsung merespon secara jujur, “Ana reflek minum buru² lupa pakai tangan kiri.”

Ustadz memberikan nasihat yang lembut, “Itu namanya ceroboh, jangan biasakan sikap buruk dibiarkan, mengatasinya dengan segera tangan kanan antum mengambil alih posisi minum sesuai syariat yaa…”
Santrinya menunjukkan kesediaan untuk berubah, “Iya, ana akan ingat selalu pesan ustadz…”

Ustadz kemudian mengingatkan santri tersebut tentang pengawasan Allah, “Antum senantiasa dalam pengawasan Sang Khalik. Ingat itu…” Santrinya menjawab dengan penuh kesadaran, “Na’am…” dan terpancar aura penyesalan pada dirinya.

Semoga Allah Ta’ala melindungi santri itu dari sikap buruknya dan memberi hidayah untuk selalu melakukan kebaikan.

Bicara kotor

“Bismillah, afwan… ana ingin tabayun dengan antum terkait permasalahan yang muncul, yakni antum dilaporkan suka bicara kotor. Kenapa?” Santrinya menjawab dengan jujur, “Ana kelepasan ustadz, spontan…kebiasaan pergaulan dengan teman di rumah.”

Ustadz memberikan nasihat yang lembut, “Kebiasaan buruk di rumah, jangan dibawa ke pondok, bisakan…?” Santri itu menunjukkan penyesalan yang mendalam dan menjawab, “Bisa, ustadz…in syaa Allah ana tidak akan mengulangi lagi.”

Ustadz kemudian meminta komitmen dari santri tersebut, “Apa komitmen antum memastikan tidak akan melakukan hal itu?” Santrinya menjawab dengan tegas, “Ana janji tidak mengulanginya lagi…”

Ustadz juga meminta kesediaan santrinya untuk menerima sanksi hukuman jika melakukan kesalahan yang sama, “Apakah antum bersedia kena sangsi hukuman bila melakukan sikap bicara kotor?” Santri menjawab, “Iya, bersedia…”

Akhirnya, ustadz menyerahkan lampiran hasil konselingnya untuk ditandatangani oleh santri itu, sebagai bukti komitmen dan kesediaan untuk berubah.

Babak kedua

Alhamdulillah, hasil akhir futsal antara Kairo dan Baghdad telah diketahui, yaitu Kairo 5 vs 1 Baghdad. Dengan hasil ini, Tim Kairo dan Tim Madyan berhasil lolos ke babak kedua, mewakili santri kelas 7.

Hikmah yang dapat diambil dari hasil ini adalah kesabaran Tim Madyan yang kurang diuntungkan, namun berhasil bangkit kembali dan meraih kesempatan di penyisihan futsal selanjutnya. Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan kepada kedua tim, aamiin..

Ketaatan

Dalam kajian 2 pekanan untuk musyrifin, Ust. Aryo Damar Alhafizh menyampaikan analogi yang menarik tentang hidup dalam suatu kerajaan yang besar.

Bayangkan kita hidup dalam kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana, yang memiliki pengawal banyak untuk memberikan makan kepada rakyatnya. Rakyat harus membawa piring untuk mengambil hidangan tersebut, dan syaratnya adalah piring harus bersih. Jika piring kotor, maka makanan yang diambil tidak akan nikmat.

Dalam analogi ini, kerajaannya adalah Islam, raja itu Sang Khalik adalah Allah, pengawalnya adalah malaikat dan para rasul, hidangan itu adalah ketaatan, dan piring adalah hati manusia yang bisa bersih atau kotor.

Untuk membersihkan piring (hati), kita harus membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan melakukan amalan-amalan baik lainnya. Dengan demikian, kita dapat menerima hidangan nikmat ketaatan dengan lebih baik dan menikmati kelezatannya (hidayah).

Hasad

Semalam, kajian pekanan santri diisi oleh Ust. Said Ibrahim, Ba. M.Pd, yang membahas tentang sifat hasad. Apa itu hasad?

Hasad adalah perasaan iri atau dengki terhadap kenikmatan atau kebaikan yang dimiliki orang lain, disertai dengan harapan bahwa kenikmatan tersebut akan hilang atau berpindah kepadanya. Sifat hasad dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Kebencian yang mendalam terhadap seseorang.
  2. Perasaan tidak puas ketika melihat orang lain berhasil.
  3. Sombong dan merasa diri lebih baik.
  4. Ujub atau bangga diri yang berlebihan.
  5. Kecemasan tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan.
  6. Cinta kekuasaan atau jabatan yang berlebihan.

Kajian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bahaya sifat hasad dan bagaimana kita dapat menghindarinya.

In syaa Allah

Persiapan untuk kegiatan Kemah Penggalang bagi santri kelas 7 telah disiapkan dengan baik. Namun, beberapa santri harus absen karena sakit akibat perubahan musim yang tidak menentu, sehingga mereka mengajukan izin untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut, qodarullah..

Alhamdulillah, mulai hari Senin, program pendampingan belajar malam oleh santri berprestasi yang meraih peringkat 5 besar telah dimulai kepada santri yang butuh tambahan belajar. Semoga program ini dapat berjalan sesuai target yang diharapkan dan memberikan manfaat bagi seluruh santri, bi idznillah..

Penggalang

Dalam rangka menyambut penggalang, seluruh santri Kelas 7 akan mengikuti kegiatan Kemah yang berlangsung pada tanggal 10-12 Oktober 2025 di Bumi Perkemahan Penjawi, Kabupaten Semarang.

Pada hari Ahad, para santri diberi kesempatan untuk keluar pondok dan berbelanja di pasar untuk menyiapkan perlengkapan kemah. Mereka sangat bersemangat menyambut pengalaman baru ini, yang akan berlangsung selama 3 hari 2 malam di alam terbuka.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang petualangan, tetapi juga kesempatan untuk bertadabur dan berdzikir di tengah keindahan alam semesta.

Solusi

Rekapitulasi nilai asesmen tengah semester telah selesai dilakukan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diidentifikasi peringkat 5 besar santri dengan prestasi akademik terbaik dan 5 santri yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam meningkatkan prestasinya.

Akhirnya, pemetaan belajar di asrama berhasil diperoleh, santri dengan capaian terbaik akan berperan sebagai pendamping belajar bagi mereka yang masih perlu bimbingan, guna menciptakan lingkungan belajar yang saling mendukung dan berkembang bersama.

LCCI

Lomba Cerdas Cermat Islam (LCCI) merupakan ajang kompetisi pengetahuan Islam yang diselenggarakan oleh Jam’iyah Tholabah. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada hari Jumat, 3 Oktober 2025, diawali dengan tahap seleksi untuk seluruh santri yang telah mendaftarkan diri. Setiap tim terdiri dari tiga peserta.

Kompetisi ini terbuka untuk seluruh jenjang kelas di MTW, memberikan kesempatan yang adil bagi semua peserta. Materi yang dilombakan mencakup pengetahuan Islam secara umum, sehingga tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga kompetitif dan bergengsi.

Diharapkan, melalui kegiatan LCCI ini, semangat santri dalam menuntut ilmu semakin tumbuh, serta mendorong peningkatan prestasi akademik di lingkungan pondok. Semoga Allah memberi kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah kita. Allah musta’ān.