Cobaan adalah ujian keimanan sebagai bentuk kasih sayang Allah untuk meningkatkan kualitas diri yang mengandung sarana introspeksi dan pembelajaran manusia.
Bagaimana cara menghadapi cobaan:
- Sabar
- Syukur
- Tawakal
- Temukan hikmah
Kacamatanya menulis pendidikan pengasuhan berbasis fitrah dan diselingi ananda yang gemar berpuisi
Cobaan adalah ujian keimanan sebagai bentuk kasih sayang Allah untuk meningkatkan kualitas diri yang mengandung sarana introspeksi dan pembelajaran manusia.
Bagaimana cara menghadapi cobaan:
Hikmah adalah kemampuan menilai sesuatu berdasarkan pemahaman tentang orang, kejadian atau situasi untuk membuat keputusan yang baik dengan kesadaran dan kebijaksanaan sesuai ajaran agama.
Pesantren melatih santri mengambil hikmah di setiap kegiatan menyimpulkan dengan bijak proses pembelajarannya.
Kekalahan dalam permainan futsal hari ini membuat posisi Tim Madyan kurang diuntungkan, karena tergantung hasil pertandingan akhir tim lain yang diunggulkan. Ananda belajar menerima kekalahan dan hikmah yang terkandung secara sportif harus terima kekalahan tersebut dengan lapang dada. Masih ada hari esok.
Sabar adalah sikap menahan diri untuk tabah menghadapi musibah, tidak mengeluh, senantiasa dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala sebagai kekuatan jiwa meraih kedamaian, ketenangan, serta keridhaanNya menggapai kebahagiaan & keberhasilan dunia akhirat.
Pesantren melatih santri belajar sabar menghadapi kenyataan bahwa manusia hanya bisa berencana dan Allah yang memiliki kehendak.
Qodarullah seremonial santri teladan bulan September 2025 syaqqah Madyan tak satu pun penghargaan diraih penghuninya. Semoga menjadi penyemangat dan tantangan di bulan selanjutnya bisa memiliki apresiasi penghargaan santri teladan atau kamar terbaiknya….aamiin.
Allah tidak bebani hamba melebihi kesanggupannya. Ujian itu untuk mengukur kesabaran dan kesyukuran dalam menghadapi berbagai keadaan. Guna meningkatkan keimanan, mengangkat derajat hamba dan membersihkan hati dari sifat angkuh & sombong.
Allah menguji mahluknya, sbb:
Asesmen tengah semester selesai, walsan pantau mtspia memastikan ketuntasan seluruh mapel yang diujikan. Semoga memuaskan tak ada perbaikan, kalau pun ada Allah Ta’ala mudahkan remidinya saat KBM berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Manfaatkan pelayanan hp untuk komunikasi pencapaian akademis ananda dan menata kembali target & motivasi sesuai komitmen ananda pada awal mondok.
Bullying secara verbal dengan perkataan, ledekan, atau candaan yang berlebihan terkadang tak bisa dihindari sering kita jumpai dalam komunitas. Ajang kenal satu dengan lainnya. Memecah kekakuan yang menyelimuti kebersamaan. Ada baiknya tak perlu khawatir berkelanjutan menjadi arogan. Seringkali hal ini salah persepsi terhadap lingkungan sekitar, merasa asing, diawasi, tidak nyaman, timbul perasaan dibully.
Perbedaan latarbelakang keseharian kita yang menghiasi komunitas. Lambat laun proses mengetahui kebiasaan masing² menciptakan rasa kebersamaan saling menghormati satu sama lain.
Mondok di pesantren seluruh elemen mengisi kehidupan Islami dalam naungan kasih sayang Sang Khalik. Pesona kisah membuka tabir kasih sesama. Jangan mudah katakan itu bullying…beri ruang dulu cairkan suasana, bisa jadi hanya salah persepsi, dengan sabar segala masalah selesai. Kita coba yaa…
Alhamdulillah, selesai sudah pembelajaran pelatihan musyrif & musyrifah selama 6 hari. Ilmunya tak sekadar bermanfaat untuk memudahkan dalam melaksanakan tugas pekerjaan, sekaligus membangun karakter pribadi muslim sejati.
Pengasuh berbasis fitrah adalah kemampuan yang Allah tanamkan pada jiwa manusia semenjak lahir di bumi, sehingga mampu membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah, manfaat dan bahaya; guna menyelamatkan diri sendiri dan mempertahankan kesuciannya.
Pokok² pengasuh berbasis fitrah sangat dibutuhkan oleh pondok² pesantren yang mengelola pembentukan karakter santri secara khusus, dan sebagai pondasi mendidik ananda bagi orangtua dalam pola asuh di rumah.
Update selalu kegiatan Pusdiklat Al-Irsyad (PIAT) raih pengalaman belajar pengasuh berbasis fitrah yaa…
Tugas musyrif pada pelatihan hari kelima yaitu membuat modul ajar RPP Pengasuhan berbasis fitrah, dengan tema: Mandiri dalam memenuhi kebutuhan sendiri membangun karakter muslim.
Pesantren sebagai wadah santri mengelola kemandirian, membentuk karakter muslim mengenali potensi dan kelemahan diri.
Kegiatan pelatihan musyrif & musyrifah Level 1 berakhir hari ini Sabtu 27 September 2025, semoga ilmunya bermanfaat dan berkesinambungan hingga tuntas di Level 12…Allah musta’an.
See you again …..
Tugas musyrif pada pelatihan hari ke-empat yaitu membuat video perihal mengasah sense of feel (kemampuan mendeteksi rasa).
Apa yang diasah:
Bagaimana menjadi pengasuh holistic?…melalui 3 tahapan pembelajaran: Kognisi yaitu pengasuh aktif memahamkan (faham) dan meyakinkan (yakin) peserta didik tentang pengetahuan & nilai yang dikandungnya. Secara Refleksi yaitu merangsang/memicu dan memotivasi peserta didik menyadari pentingnya pengetahuan & nilai yang dikandungnya (sadar) serta bersemangat untuk melakukannya (sikap & perbuatan). Secara Internalisasi yaitu membimbing & mengarahkan peserta didik dalam menjadikan sikap & perbuatan menjadi kebiasaannya (perubahan).
Fungsi pengasuh: Instuktur (melatih pengamalan ilmu yang bermanfaat), Motivator (mendorong semangat beramal sholeh), Fasilitator (menyediakan kepada media yang bermanfaat dalam menuntut ilmu), Konsultan (memberi nasihat dalam mengubah ilmu jadi amal, teori dipraktekkan & konsep diaplikasikan), Mediator (penghubung antara mereka dengan lingkungan sekitar) dan Inspirator (membina kemampuan dalam ide).