Buat video katsayan

Tugas musyrif pada pelatihan hari ketiga yaitu membuat 2 video perihal katsayan terkait pendekatan, pembiasaan & pelayanan kepada santri, bertajuk kerjasama membersihkan kamar santri. Sedangkan video satunya dengan teman sejawat membuat diskusi katsayan membahas fenomena santri kehilangan sandal di masjid atau math’am.

Solusi sandal hilang, mengarahkan santri meletakkan sandal pada rak yang telah disediakan di belakang masjid dekat tempat wudhu dalam keadaan status terpantau cctv guna pengamatan modus kehilangannya.

Active Learning

Active learning adalah model strategi pembelajaran dengan pendekatan student centered menggunakan 3P: Pengetahuan, Pengamalan, & Pengalaman. Pengetahuan diamalkan secara terus menerus menjadi pengalaman hingga terasah & terlatih sebagai pengetahuan yang diamalkan jadi pengalaman. Pembelajaran aktif meningkat menjadi pembelajaran mandiri. Active learning become active learning effective.

Kompetensinya terdiri atas: knowledge, attitude & skill. Kompetensi knowledge berasal dari pengajaran, kompetensi attitude berasal dari pengasuhan via active learning dan kompetensi skill berasal dari pengasuhan via learning by doing.

Pada active learning, peserta didik berpartisipasi dalam proses pembelajaran aktif meningkat menjadi pembelajaran mandiri. Sedangkan learning by doing mengharuskan peserta didik berpraktek langsung melakukan kegiatan pembelajaran terasa wujudnya sebagai target.

Problem solving

Tugas musyrif pada pelatihan hari kedua yaitu problem solving santri terhadap diri & penghuni kamar selain dirinya dengan menjelaskan: masalah yang dihadapi, dampak masalah, dan penyebab masalah berdasarkan hasil diskusi.

Melakukan analisis proses diskusi mengamati: Peran pendamping (mengajukan pertanyaan terbuka, mendengarkan aktif, dan mengajak santri untuk berfikir kritis). Peran santri (terbuka dalam menceritakan masalah, mengakui kesalahan, dan aktif mencari solusi). Menemukan gagasan solusi yang muncul.

Rencana solusi yang dipilih dengan menentukan: solusi utama, langkah² pelaksanaan, indikator keberhasilan, dan tenggat waktu yang dibutuhkan menyelesaikannya.

Musyrif meninjau dan buat catatan pendampingannya.

Nurani = Naluri+

Hari kedua pelatihan musyrif & musyrifah, membahas materi: Fitrah (nurani di jiwa) yang Allah tanam pada diri manusia semenjak lahir di bumi. Manusia senantiasa mampu mengenali jalan hidupnya sesuai ajaran Islam yang selalu baik, benar dan bermanfaat.

Pendidikan pertama ananda berasal dari orangtua yang menjadikannya baik/buruk, benar/salah, dan manfaat/bahaya, guna menyelamatkan dirinya sendiri dan mempertahankan kesuciannya.

Fitrah yang tercipta di dalam jiwa manusia menumbuhkan kesadaran untuk mewaspadai segala sesuatu yang akan merusak dan mencelakakannya.

Pada hewan terdapat naluri/intinc untuk bertahan hidup, yang membedakan dengan nurani/fitrah pada tujuannya meraih kehidupan akhirat kelak di surga.

Observasi

Tugas musyrif pada pelatihan hari pertama yaitu observasi santri, mengamati kondisi santri saat melakukan observasi umum kepada ananda: secara fisik (sehat, aktif atau kurang tidur), secara emosi (ceria, mudah tertawa, cenderung pendiam atau sensitif), dan secara sosial (berinteraksi dengan baik, memiliki banyak teman atau cenderung menyendiri).

Kondisi ananda berinteraksi dengan pengasuh: saat diberi tugas (menerima atau menolak), saat diberi teguran (ceria, termotivasi, cenderung pendiam atau sensitif), keterbukaan dengan pengasuh (sering atau jarang berkomunikasi), saat diberi pujian (merasa senang, malu atau tidak nyaman).

Kondisi ananda berinteraksi dengan teman sebaya: dalam kegiatan kelompok (aktif memimpin, menjadi pendengar atau mengikuti arahan), saat konflik (menyelesaikan atau menghindari masalah), sikap terhadap aturan asrama (menerima atau tidak menerima aturan).

Hasil pelatihan observasi santri, musyrif melakukan analisis dan rekomendasi pengasuhan.

Kompas

Hari pertama pelatihan musyrif & musyrifah, membahas Orientasi Program Kepengasuhan berbasis fitrah sebagai kompas petunjuk arah jalan cenderung pada kebaikan/kebenaran, antara lain:

Ilmu yaitu pengetahuan yang bersumber dari Allah kepada hambanya untuk menunaikan amalan perbuatan yang menuai ketaqwaan berorientasi akhirat.

Teori yaitu pengetahuan yang bersumber dari manusia untuk dipraktekkan agar terampil dalam kehidupan.

Konsep yaitu pengetahuan yang bersumber dari manusia berupa aturan atau prinsip² aplikasi sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah hidup.

Unsur² kekuatan dalam jiwa manusia, terdiri atas: Fitrah, Akal fikiran, & Hawa nafsu.

Target kepengasuhan adalah perubahan karakter, mulai dari: paham, yakin, sadar, sikap & perbuatan lalu tercipta perubahan. Tahapannya melalui pendekatan, pembiasaan & pelayanan (disingkat: KATSAYAN).

Kesadaran adalah poin pertama dari suatu perubahan.

Sopan santun

Sopan santun adalah tingkah laku yang baik dalam berinteraksi dengan orang lain, senantiasa menjaga perilaku norma kehidupan sehari-hari.

Pesantren andil membentuk pribadi santri yang sopan santun dalam pergaulan ananda di asrama, bermuamalah sesuai syariat dengan latarbelakang budaya yang beragam bawaan dari rumah masing², mewarnai lingkungan pondok yang homogen.

Paduan makna bhineka tunggal ika dalam keharmonisan tatanan pesantren membangun karakter muslim sejati.

Disiplin

Disiplin adalah kepatuhan pada aturan yang berlaku, menjadi tuntutan kebutuhan diri sendiri untuk berperan lebih baik dan produktif.

Pesantren mendukung pembentukan karakter ini dengan memberikan nilai suluk (akhlak) bagi yang melanggar tata tertib pondok dari pelanggaran ringan hingga berat bahkan poin abadi yang tak bisa dihapus dengan reward/pencapaian prestasi.

Pendidikan pengasuhan menerbitkan rapor pengasuhan sebagai upaya supervisi hasil pembinaan santri di pesantren.

Aamiin..

“Alhamdulillah, ustadz…ananda sudah banyak perubahan, tidak lagi cerita merasa dibully oleh teman²nya.” Curhat ummu mengekspresikan laporan keseharian ananda. “Terima kasih banyak…ustadz, sudah beri kemudahan fasilitasi pelayanan hp, hampir setiap hari ananda telepon kepada kami selalu riang, tak ada keluhan dibully atau berkelahi dengan temannya. Semoga ananda istiqomah yaa…”
Alhamdulillah, Allah musta’anaamiin.”

Bosan

“Kenapa antum mondar-mandir di depan ustadz? Mau telepon Bunda?” Sapa ustadz mencairkan suasana di hadapannya.
“Boleh ustadz? Hari ini bukan jadwal ana…”
Ustadz tersenyum sambil memberikan hp monokrom dan menyampaikan pesan kepada orangtua untuk menghubungi ananda.
“Assalamu’alaikum…”
“Wa’alaikum salam warahmatullaahi wabarakaatuh…”
“Ada apa nak? Boleh telepon di luar jadwalkah?”
“Boleh bunda, ustadz nawari aku. Boleh…”
“Ada apa?”
“Aku lagi bosan, mau telepon aja…”
“Kamu bisa mengerjakan soal ujian ATS?”
In syaa Allah, Bunda pantau link mtspia…kabari aku kalau ada nilai yang harus remed yaa…Mudah²an tak ada remidi.”
Ustadz tak melanjutkan mendengar percakapan keduanya yang sudah hanyut dalam suasana…momen indah.