Evaluasi

Asesmen tengah semester selesai, walsan pantau mtspia memastikan ketuntasan seluruh mapel yang diujikan. Semoga memuaskan tak ada perbaikan, kalau pun ada Allah Ta’ala mudahkan remidinya saat KBM berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Manfaatkan pelayanan hp untuk komunikasi pencapaian akademis ananda dan menata kembali target & motivasi sesuai komitmen ananda pada awal mondok.

Kenali

Bullying secara verbal dengan perkataan, ledekan, atau candaan yang berlebihan terkadang tak bisa dihindari sering kita jumpai dalam komunitas. Ajang kenal satu dengan lainnya. Memecah kekakuan yang menyelimuti kebersamaan. Ada baiknya tak perlu khawatir berkelanjutan menjadi arogan. Seringkali hal ini salah persepsi terhadap lingkungan sekitar, merasa asing, diawasi, tidak nyaman, timbul perasaan dibully.

Perbedaan latarbelakang keseharian kita yang menghiasi komunitas. Lambat laun proses mengetahui kebiasaan masing² menciptakan rasa kebersamaan saling menghormati satu sama lain.

Mondok di pesantren seluruh elemen mengisi kehidupan Islami dalam naungan kasih sayang Sang Khalik. Pesona kisah membuka tabir kasih sesama. Jangan mudah katakan itu bullying…beri ruang dulu cairkan suasana, bisa jadi hanya salah persepsi, dengan sabar segala masalah selesai. Kita coba yaa…

Pusdiklat Al-Irsyad

Alhamdulillah, selesai sudah pembelajaran pelatihan musyrif & musyrifah selama 6 hari. Ilmunya tak sekadar bermanfaat untuk memudahkan dalam melaksanakan tugas pekerjaan, sekaligus membangun karakter pribadi muslim sejati.

Pengasuh berbasis fitrah adalah kemampuan yang Allah tanamkan pada jiwa manusia semenjak lahir di bumi, sehingga mampu membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah, manfaat dan bahaya; guna menyelamatkan diri sendiri dan mempertahankan kesuciannya.

Pokok² pengasuh berbasis fitrah sangat dibutuhkan oleh pondok² pesantren yang mengelola pembentukan karakter santri secara khusus, dan sebagai pondasi mendidik ananda bagi orangtua dalam pola asuh di rumah.

Update selalu kegiatan Pusdiklat Al-Irsyad (PIAT) raih pengalaman belajar pengasuh berbasis fitrah yaa…

RPP

Tugas musyrif pada pelatihan hari kelima yaitu membuat modul ajar RPP Pengasuhan berbasis fitrah, dengan tema: Mandiri dalam memenuhi kebutuhan sendiri membangun karakter muslim.

Pesantren sebagai wadah santri mengelola kemandirian, membentuk karakter muslim mengenali potensi dan kelemahan diri.

Kegiatan pelatihan musyrif & musyrifah Level 1 berakhir hari ini Sabtu 27 September 2025, semoga ilmunya bermanfaat dan berkesinambungan hingga tuntas di Level 12…Allah musta’an.

See you again …..

Sense of Feel

Tugas musyrif pada pelatihan hari ke-empat yaitu membuat video perihal mengasah sense of feel (kemampuan mendeteksi rasa).
Apa yang diasah:

  1. Rasa simpati & empati
  2. Kemampuan berimprovisasi & berinovasi
  3. Kemampuan berkomunikasi
  4. Kemampuan berperan watak
  5. Kemampuan berimajinasi
  6. Kemampuan berintuisi
  7. Kemampuan memotivasi
  8. Kemampuan konsultasi,

Pengasuh Holistic

Bagaimana menjadi pengasuh holistic?…melalui 3 tahapan pembelajaran: Kognisi yaitu pengasuh aktif memahamkan (faham) dan meyakinkan (yakin) peserta didik tentang pengetahuan & nilai yang dikandungnya. Secara Refleksi yaitu merangsang/memicu dan memotivasi peserta didik menyadari pentingnya pengetahuan & nilai yang dikandungnya (sadar) serta bersemangat untuk melakukannya (sikap & perbuatan). Secara Internalisasi yaitu membimbing & mengarahkan peserta didik dalam menjadikan sikap & perbuatan menjadi kebiasaannya (perubahan).

Fungsi pengasuh: Instuktur (melatih pengamalan ilmu yang bermanfaat), Motivator (mendorong semangat beramal sholeh), Fasilitator (menyediakan kepada media yang bermanfaat dalam menuntut ilmu), Konsultan (memberi nasihat dalam mengubah ilmu jadi amal, teori dipraktekkan & konsep diaplikasikan), Mediator (penghubung antara mereka dengan lingkungan sekitar) dan Inspirator (membina kemampuan dalam ide).

Buat video katsayan

Tugas musyrif pada pelatihan hari ketiga yaitu membuat 2 video perihal katsayan terkait pendekatan, pembiasaan & pelayanan kepada santri, bertajuk kerjasama membersihkan kamar santri. Sedangkan video satunya dengan teman sejawat membuat diskusi katsayan membahas fenomena santri kehilangan sandal di masjid atau math’am.

Solusi sandal hilang, mengarahkan santri meletakkan sandal pada rak yang telah disediakan di belakang masjid dekat tempat wudhu dalam keadaan status terpantau cctv guna pengamatan modus kehilangannya.

Active Learning

Active learning adalah model strategi pembelajaran dengan pendekatan student centered menggunakan 3P: Pengetahuan, Pengamalan, & Pengalaman. Pengetahuan diamalkan secara terus menerus menjadi pengalaman hingga terasah & terlatih sebagai pengetahuan yang diamalkan jadi pengalaman. Pembelajaran aktif meningkat menjadi pembelajaran mandiri. Active learning become active learning effective.

Kompetensinya terdiri atas: knowledge, attitude & skill. Kompetensi knowledge berasal dari pengajaran, kompetensi attitude berasal dari pengasuhan via active learning dan kompetensi skill berasal dari pengasuhan via learning by doing.

Pada active learning, peserta didik berpartisipasi dalam proses pembelajaran aktif meningkat menjadi pembelajaran mandiri. Sedangkan learning by doing mengharuskan peserta didik berpraktek langsung melakukan kegiatan pembelajaran terasa wujudnya sebagai target.

Problem solving

Tugas musyrif pada pelatihan hari kedua yaitu problem solving santri terhadap diri & penghuni kamar selain dirinya dengan menjelaskan: masalah yang dihadapi, dampak masalah, dan penyebab masalah berdasarkan hasil diskusi.

Melakukan analisis proses diskusi mengamati: Peran pendamping (mengajukan pertanyaan terbuka, mendengarkan aktif, dan mengajak santri untuk berfikir kritis). Peran santri (terbuka dalam menceritakan masalah, mengakui kesalahan, dan aktif mencari solusi). Menemukan gagasan solusi yang muncul.

Rencana solusi yang dipilih dengan menentukan: solusi utama, langkah² pelaksanaan, indikator keberhasilan, dan tenggat waktu yang dibutuhkan menyelesaikannya.

Musyrif meninjau dan buat catatan pendampingannya.

Nurani = Naluri+

Hari kedua pelatihan musyrif & musyrifah, membahas materi: Fitrah (nurani di jiwa) yang Allah tanam pada diri manusia semenjak lahir di bumi. Manusia senantiasa mampu mengenali jalan hidupnya sesuai ajaran Islam yang selalu baik, benar dan bermanfaat.

Pendidikan pertama ananda berasal dari orangtua yang menjadikannya baik/buruk, benar/salah, dan manfaat/bahaya, guna menyelamatkan dirinya sendiri dan mempertahankan kesuciannya.

Fitrah yang tercipta di dalam jiwa manusia menumbuhkan kesadaran untuk mewaspadai segala sesuatu yang akan merusak dan mencelakakannya.

Pada hewan terdapat naluri/intinc untuk bertahan hidup, yang membedakan dengan nurani/fitrah pada tujuannya meraih kehidupan akhirat kelak di surga.