Dilema

Selalu saja dihadapkan pada pilihan dimana tak ada satupun yang dapat dipilih yang pada akhirnya harus menyamakan persepsi terlebih dahulu, kemudian menentukan resiko pilihan yang paling ringan dan tidak memberatkan semua pihak.   Begitu sulit mengambil keputusan adil bagi semuanya.

Itu terjadi saat orangtua memaksakan ananda boarding school ke pesantren, proses membangun hasrat ananda untuk mau mengikuti secara sadar atas minat sendiri hadir bersama kemauan yang besar begitu susah.   Harus berkompromi dulu hingga sepakat dan yakin terhadap pilihannya.

Sedikit paksaan akan menjadi nilai resiko yang akan dihadapi kedua belah pihak, pastikanlah tak ada sebuah paksaan.

Asa

Harapan orangtua kepada anaknya adalah ananda menjadi sholeh/sholehah, itu merupakan pahala yang terus mengalir walaupun sudah tutup usia.   Hasrat yang menjadi impian.   Akankah nyata? Takdir harus didekatkan, begitulah upaya manusia sebagai hamba tak boleh menyerah terus berusaha mengejar takdirnya.

Qodarullah…manusia biasa sering kali berbuat salah, tak perlu berputus asa, selalu masih ada jalan menuju keharibaanNya.   Berjuanglah luruskan niat hijrah di jalan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Hikmah

Ketika memasukkan putriku ke pesantren jenjang Ibtidaiyyah setara dengan Sekolah Dasar, aku buat perjanjian tidak tertulis dengan putriku bahwa aku berjanji menengoknya seminggu sekali.   Aku di Jakarta sedangkan pondok putriku di Solo.   Yaa, sebuah pengorbanan melaju setiap pekan Jakarta – Solo.

Saat kunjungan aku bermalam sehari di wisma tamu pondok itu dan tidur bersamanya.   Begitu syahdu kebersamaan sesaat mengisi waktu kami.

Esok sore harinya upacara perpisahan selalu diiringi tangis ananda meminta ikut pulang ke Jakarta dan dengan segala upaya aku membujuk bahwasanya ini demi kebaikannya kelak.   Sambil aku berdoa memohon kepada Allah untuk selalu melindungi putriku dan menjaganya.

Terima kasih banyak telah mengikuti keinginan ayahmu, nak…

Skor

Dalam pertandingan olahraga skor sebelum tanding itu 0-0, ketika pluit dibunyikan oleh wasit pertanda dimulainya partai tersebut, satu sama lain saling menyerang untuk memenangkan lomba.   Begitu juga hubungan kita dengan seseorang, seperti sebuah pertandingan juga yang membedakannya adalah kita berlomba-lomba dalam kebaikan, saling nasehat menasehati dalam kebenaran, memerangi kemungkaran, dan memberikan nilai norma kehidupan.

Semakin banyak skor tercipta dialah sebagai pemenangnya, begitu juga ketika kita membantu dalam kebaikan maka akan bertambah nilai amal ibadah.   Semoga kita selalu menang di kehidupan dunia.

Aamiin…..

Mulai dari Nol

Tak perlu berkecil hati bagi orangtua yang sudah terlanjur memfasilitasi hp untuk ananda.   Mulai saja dari sekarang perbaiki komunikasi dengan seluruh penghuni rumah dan adakan kegiatan bersama sambil membuat aturan main baru mengendalikan seluruh kegiatan dalam pantauan orangtua.   Mulai dari nol lagi.

Negosiasi dengan ananda sambil bercengkrama, misalkan diajak makan bersama di luar rumah lalu menawarkan ananda yang pilih tempatnya, santai bersahaja tidak seperti dikondisikan berkepentingan khusus.   Lakukan senatural mungkin tanpa terlihat rekayasa.   Kalau diperlukan ajang tersebut dijadikan rutinitas untuk membangun keterbukaan diantara anggota keluarga.

Perlahan tapi pasti kembalikan fungsi rumah sebagaimana mestinya yakni tempat kumpul dalam kebersamaan dan jalin kembali komunikasi terbuka agar rumah terasa homy (betah di rumah).

Pondok Pesantren

Menyedihkan sekali mengetahui anak nakal yang sulit dinasehati menjadi alasan dimasukkan ke pondok pesantren, bagaikan menaruh pakaian kotor di-loundry berharap ketika diambil kembali sudah rapi dan wangi.

Miris…pondok pesantren diibaratkan tempat membersihkan pribadi-pribadi yang kotor dalam sekejap bersih dan harum semerbak bunga.

Pentingnya belajar ilmu agama di pondok pesantren agar kondusif mengamalkan ilmu yang diraih untuk akhirat sehingga Allah akan cukupkan kehidupan dunianya.

Maka menyekolahkan ananda di sekolah boarding school semata-mata memperbaiki karakteristik kepribadian anak agar sesuai aqidah Islam yang tertanam dalam contoh diri Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wasalam yang memiliki budi pekerti yang baik berakhlak mulia.

Alasannya

Seorang muslim dituntut mencari ilmu hingga akhir hayat dengan keikhlasan hati karena Allah Ta’ala, bukan karena dunia dan balasannya.  Keikhlasan adalah penolong terbesar dalam menuntut ilmu.
Ilmu mewariskan ketakwaan, sedangkan amal menguatkan keimanan.  Semakin bertakwa semakin mudah dipahamkan ilmu.

Seorang yang berilmu tetap dianggap bodoh sampai dia mengamalkannya.  Oleh karena itu dahulu kala para sahabat Nabi ketika belajar menghafalkan 10 ayat Alquran belum menambah hafalan hingga diamalkannya.  Sehingga tidak cuma dihafal tetapi langsung dipraktekkan menjadi nilai ibadah.

Alasan mondok

Fenomena mondok di pesantren dilatar-belakangi oleh kondisi yang memprihatinkan, dampak perkembangan teknologi informasi yang melesat tidak dibarengi kematangan sosial budaya masyarakatnya.
Krisis ini melanda negeri yang sedang berkembang dimana haus akan kemajuan teknologi modern yang diciptakan oleh negara-negara maju.

Oleh karena itu bahaya laten perkembangan teknologi informasi terhadap perilaku anak sebagai generasi muda harus dibentengi dengan akhlak yang baik.
Hanya sekolah di pondok pesantren yang terdapat pendidikan dan pengasuhan untuk ananda tercinta.

Tela’ah

Anak adalah buah hati orangtua yang akan meneruskan keturunan generasi masa depan yang harus siap menghadapi tantangan hidup pada zamannya, membutuhkan bekal ilmu yang memadai terutama ilmu agama sebagai pondasi akhlak budi pekerti.
Makanya di era milenium saat ini banyak orangtua memasukkan ananda mondok di pesantren untuk lebih fokus pembentukan pribadi yang mandiri dan tawakal sesuai tuntunan Nabi sebagai panutan umat.

Semoga Allah berikan kemudahan kepada seluruh orangtua yang ingin mewujudkan harapan dan impiannya dalam rangka mendekatkan takdir yang baik bagi ananda.

Kajian

Manusia lahir memiliki fitrah untuk selalu menerima kebenaran yang diberikan Sang Pencipta kepada manusia menyinari kalbu.
Cahaya Islam ini memberikan pemahaman aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah kepada umat sebagai fitrah, pembeda haq (benar) dari yang bathil (salah).  Oleh karena itu syarat mencari ilmu harus ikhlas karena Allah, agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan.

Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi seorang muslim.  Tanpa ilmu tidak boleh beramal, berilmu dulu baru beramal sesuai tuntunan Nabi.

Pantaslah sejak dini orangtua mengenalkan Alquran kepada anaknya di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk pondasi keimanan.