Busyro

Heboh pertama kalinya santri kelas 7 busyro Salatiga pada hari ahad 31Ags25. Bisa keluar pondok pergi ke Kota Salatiga terbayang bagai tamasya keliling kota, hendak melihat-lihat keramaian yang ada. Naik delman istimewa duduk di muka, di samping Pak Kusir yang sedang bekerja mengendarai kuda supaya baik jalannya.

Wow, indahnya…riang gembira menanti esok kan tiba saat bersama menikmati suasana kota.

Fii amanillah…..

Anti Ghosob

Masalah sandal hilang itu selain diberi solusi pada tema sebelumnya: Maklumat, ana menambahkan dalam kegiatan makrab Majlis Keakraban bahwasanya kita harus memiliki sandal anti ghosob yaitu sandal anti curi, jadi pilih sandal murah yang unik tidak mengundang seseorang ingin memilikinya. Bagaimana identifikasi sandal anti ghosob.

Murah tentu jenis sandal berbahan karet, model unik atau norak bukan yang trendy. In syaa Allah orang yang melihat merasa tak butuh, malu pinjam apalagi coba memakainya…”Apaan tuh…”

Sedangkan songkok atau peci hitam, cari varian bermotif membedakan pemilik yang satu dengan lainnya. Bagaimana dengan seragam?…diberi bordir saja nama atau inisial dibordir yaa…

Lelah

“Ustadz, masya Allah ananda alhamdulillah sudah punya hafalan 3 Juz, qodarullah setoran di pondok hanya juz 30 yang sudah ananda hafal tanpa muroja’ah hafalan 2 juz lainnya. Bisakah bantu tambah hafalannya?” Curhat walsan.

“Target KBM mapel Tahfidz kelas 7 hafal juz 30, untuk selebihnya itu tekad kuat santri muroja’ah atau ingin tambah hafalan secara mandiri.” Walsan melanjutkan, “Bisakah ustadz bantu terima setoran hafalan ananda?” Ustadz respon cepat, “In syaa Allah..”

Esok harinya ustadz tanya kepada ananda, “Kapan antum mau setoran hafalan baru atau muroja’ah?” Jawabnya, “Tunggu mood ustadz..” Ustadz berujar, “Tak perlu mood, setiap hari Ana siap terima setoran hafalan antum yaa…”

“Afwan ustadz, Ana terlalu banyak pelajaran yang berbahasa Arab…lelah ustadz harus menghafal lagi..” Ustadz komen, “Antum sampaikan kepada orangtua yaa…”

Maklumat

Tiba² ba’da Maghrib, seseorang naik mimbar masjid menyampaikan maklumat bahwasanya, ‘Mulai besok Subuh tak ada lagi yang kehilangan sandal menggunakan sandal orang lain yaa…temui Ana in syaa Allah diberi uang untuk beli sandal baru’ suara riuh jama’ah menggema mendukung maklumat tersebut.

Semoga mata rantai kebiasaan buruk ini padam seketika, selesai tak menimbulkan upaya baru.

Mediasi

Ustadz sudah tahu belum raketnya Fulan patah?” Tanya Ali, disambut geleng kepala ustadz. Spontan Ali menutup mulutnya merasa tak nyaman cerita mendahului pemilik sang raket.

Ustadz tersipu melihat Ali pergi melengos menghindari diri dari pertanyaan ustadz selanjutnya. “Ali..Ali..belum selesai bicara sudah pergi.” Selang waktu tak lama kemudian fulan datang ingin menggunakan fasilitas pelayanan hp asrama.
“Kenapa raketmu?”
“Patah ustadz..” Fulan nampak kecewa melanjutkan, “Dia tidak mau ganti raket Ana, ustadz…malah canda. Jangan nangis yaa..” keluhnya.

“Yaa, sudah…antum ceritakan kejadiannya pada orangtua. In syaa Allah ana akan berikan nomor orangtuamu kepadanya untuk mediasikan sesama walsan yaa..”

Selesai fulan telpon kepada orangtua menjelaskan, “Ustadz, Abi bilang tak usah diganti. In syaa Allah dibelikan lagi.” Sekitar 3 jam kemudian Abu Fulan wa, “Ustadz…walsan yang merusak raket ananda in syaa Allah akan mengganti raket langsung dikirim ke pondok. Ana sudah menolak, katanya sebagai pembelanjaran untuk anaknya arti tanggung jawab.”

Alhamdulillah…done

Sesak

Dulu ayah memaksa anaknya kuliah, “Nak…kegagalanmu DO drop out dari PMDK di IPB Bogor. Tak perlu risau/sedih berkepanjangan. Kamu boleh pilih kampus yang cocok untukmu. Ayah siap bayar.” Masih terngiang ucapan tanggung jawab ayah kepada ananda.

Ketika menjadi seorang ayah, tak mampu ulangi ucapan itu. Sambil tertunduk malu, “Nak…sebaiknya kamu sekolah SMK yaa…dengan begitu kamu bisa segera bekerja. Pilih farmasi atau TLM (Teknik Laboratorium Medis). Setelah punya STR dan pengalaman kerja, kamu bisa melanjutkan karier sambil kuliah…”

Doa dalam hati, “Yaa…Allah, mudahkanlah urusan anakku meraih mimpinya..aamiin.” menyesakkan dada.

Survei

Tiba waktu kunjungan survei ke PIAPI membandingkan kebersihan asrama santriwati dengan santri putra di PIAPA. Ternyata KKM bersih rapi PIAPI=95 sedangkan PIAPA=75…ada kesenjangan jauh, yang perlu dikaji ulang.

Menentukan standar KKM yang sama…minimal mendekati interval nilai kewajaran bersih rapi. Sehingga putra harus kerja keras benahi aspek yang mempengaruhi KKM bersih rapi. Optimis, mampu samai value.

Selamat berjuang…

Perfeksionis

“Ustadz, saya dapat WA kalau ananda sakit? Apakah Ananda di asrama atau di klinik?” Konfirmasi walsan.
“Di klinik, Ana in syaa Allah baru bisa jenguk bada Ashar. Awal dawam kami piket santri wajib tidur siang di asrama.”
Walsan merespon lagi, “Ustadz..dari hasil konseling pemetaan santri, Apakah ananda ada kendala komunikasi dengan teman-temannya? Kemarin Ananda cerita merasa belum bisa punya teman dekat sekamar atau sekelas di sekolah. Sepertinya ananda banyak mindernya ustadz.”

“Masalah komunikasi dengan teman hanya logatnya saja dan ananda saat bicara cepat…sehingga yang mendengarkan ektra fokus. Adab & akhlak ananda masya Allah baik, sedikit teledor/lalai ini dia sudah berusaha tapi ananda rada cepat khawatiran. Allah musta’an…” Ustadz melanjutkan, “Tepatnya bukan minder, efek dia hati² dengan kelalaiannya, khawatir timbul masalah. Sebenarnya ananda termasuk perfeksionis.”
Kemudian walsan meneruskan, “Banyak yang sudah Ananda ceritakan ustadz, perkara tulisan teman²nya bagus, sedangkan dia biasa saja. Juga langsung minta saat liburan nanti belajar menulis ulang. Ananda terbiasa di SD-nya dulu secara akademik yang terbaik ustadz. Jadi ada kendala sedikit dia langsung merasa ‘saya ternyata tak bisa’. Itu tadi terbiasa perfect. Setidaknya dia belajar di atas langit masih ada langit . Perkara cara bicara, Ananda riwayat speech delay ustadz. Jadi ini memang problemnya. Dia kalau diminta bicara lebih lambat temponya. Ananda biasa lebih memilih diam, tak jadi bicara. Semoga seiring berjalannya waktu ananda bisa beradaptasi, mohon pendampingan dan bimbingannya ustadz.”

BK 1

Akhirnya memasuki 40 hari dampingi santri baru dalam keseharian di asrama, dari 47 santri ditemukan 1 ananda yang butuh BK pengasuhan.

Alhamdulillah masih termasuk kategori ringan hanya perlu komitmen kuat, fokus pada fitrahnya.

Semoga Allah Ta’ala mudahkan urusannya dan senantiasa dilindungi dari hasrat yang melampaui batas. Aamiin

Hidup dari tangan sendiri

Jangan serahkan nasib pada genggaman orang lain yang rapuh, sebab jalan hidup hanya kaki yang tahu arahnya.

Tangan adalah cangkul dan pena yang menorehkan keringat jadi makna, jangan berpangku pada bahu asing, sebab kekuatan lahir dari usaha diri.

Hidup tidak sekadar menunggu, tapi berani melangkah meski tertatih, lebih baik jatuh karena upaya daripada berdiri ditopang janji.

Bangun hari² dengan keyakinan, genggam erat harapan dari tangan untuk hidup sejati adalah hidup yang diukir dari kerja keras.

 

Alkindi 18/8/25