Fenomena kehilangan sandal, qolansua/songkok/peci di pondok, hingga seragam menjadi warna warni sosialisasi santri. Lupa naruh, dipakai temannya tanpa izin, tertukar, lalai hingga raib terpaksa beli lagi.
Miris juga mendengar keluhan itu hilang, ketemu, hilang lagi, jadi malas cari beli lagi…
Akhirnya telusuri satu² terdapat benang merahnya adalah mayoritas lalai karena lupa & dipakai teman tanpa izin. Saking sering balas pakai sembarang punya orang, korban kian bertambah. Lingkaran masalah tak berujung pangkal. Terkenang peristiwa yang sama juga terjadi pada anak²ku saat mereka mondok. Sudah lazim…
Upaya orangtua memastikan ananda memelihara barang miliknya, dan pondok pun memasang CCTV di area² yang rawan.
Slogan² kejujuran mengisi ruang mading mengingatkan komunitas & nama baik almamater.
Kapan akan berakhir?…
Hilang
