Coba

Main pukul-pukulan menggunakan bantal atau main semprot-semprotan air, apakah termasuk bully? Tentu sangat menyenangkan bagi santri menghibur diri dan merasa nyaman. Apabila salah satu pihak merasa tidak nyaman atau terpaksa, itu bisa dianggap sebagai perilaku tidak pantas bahkan termasuk kriteria bullying.

Mohon ingatkan ananda untuk menghindari permainan yang mengarah kepada perilaku berlebihan yaa..
Agar tidak merasa dibully atau membully kepada sesama penghuni kamar.

Ajang bermain atau niat hanya bercanda terkadang menggoda hasrat melampaui batas, yang akhirnya menciderai ranah kenyamanan seseorang. Sebaiknya ganti permainan lain yang tidak membahayakan, kita coba yuks…

Survive

Di mana pun kita berada, mampu bertahan hidup itu merupakan kunci keberhasilan. Kemandirian adalah modal awal untuk survive.

Kebanyakan santri mondok di pesantren berbekal mandiri saja, belum belajar mengelola dan mengendalikan diri pada situasi/kondisi tertentu karena butuh jam terbang (pengalaman berbanding lurus dengan umurnya).

In syaa Allah berjalannya waktu ananda akan belajar kelola/kendali secara fitrah karena setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.

Panik

Setiap mengawali kegiatan, mesti ada cerita unik melintas di antara santri, kepanikan sesaat hiasi asrama.
“Ustadz…ana kena taftis rambut ini jadi pitak. Gimana ustadz? Ana ingin telpon umi sekarang…izin jemput mau cukur rapikan rambut.” Ujar Ali dengan mata berkaca-kaca.
Qodarullah miscall kepada ummunya berulang-ulang hanya berdering tidak diangkat.

“Antum VN saja, ana bada ashar mendadak ada rapat pengasuhan. In syaa Allah ummu dengar kabar segera izin datang ke pondok.” Ustadz coba redakan. “Semoga ummu cepat respon yaa..”

“Mohon maaf…mama tadi pergi tidak bawa hp. Kamu siap kabari lagi, Mama telpon nanti yaa..”

Amati

Memasuki 2 bulan mondok di pesantren, euforia santri saat kali pertama libur boleh bawa pulang atau jalan² Joglosemar kumpul dengan keluarga semalaman bisa ceritakan semua hal yang dialami selama di pesantren.

Waspada bahaya laten upaya ananda ingin kembali dalam pelukan keluarga.

Cermati kisahnya, temukan benang merah akar masalah, telusuri latarbelakang sebab musababnya, tak perlu gusar…cukup menjadi pendengar yang baik. Amati dulu dan tetap fokus pada rencana awal bahwasanya memasukkan ananda ke pondok untuk belajar ilmu agama dalam rangka pembentukan akhlak, kelak sebagai pondasi mental spiritual mengarungi bahtera hidup.

Joglosemar

Selepas perizinan luar kota Joglosemar alias Jogja Solo Semarang ini yang menarik temuan laporan dari Walsan A menyampaikan ananda telah dibully oleh B dan Walsan B menceritakan ananda telah dibully oleh A. Keduanya merasa dibully satu dengan lainnya. Sama² tidak betah dan tidak nyaman.

Menarik, penasaran…sebenarnya ada apa dengan bully? Tanya Meta AI…saya ingin tahu bully

Bully atau perundungan adalah perilaku tidak menyenangkan yang bisa berdampak buruk pada korban. Apa yang ingin kamu ketahui tentang bully? Penyebab, dampak, atau mungkin cara mengatasinya?

Berarti cari tahu dampak buruk pada korban? Penyebabnya? Semoga setelah itu bisa menemukan cara mengatasinya yaa…bismillah

Stelan

Karakter seseorang secara internal itu bawaan dari rumah yakni gen ortu dan lingkungan sekitar yang mempengaruhi ekternalnya. Sehingga dalam pola asuh yang bisa dirubah adalah volume mau besar/kencang atau kecil/pelan. Istilah sehari-hari stel kendo (kendur) atau kencang. Pilih yang mana?

Tentukan pesona diri dengan sesuaikan stelanmu yaa…

Kelola atau Kendali

Pendidikan pengasuhan tidak bisa merubah seseorang dari yang mudah marah menjadi pendiam, atau introvert menjadi ekstrovert, dst. Ini bukan sulap yang sim-salabim berubah. Tak semudah membalikkan tangan.

Seorang introvert harus mampu mengelola diri mencapai fitrahnya, sedangkan ekstrovert bisa mengendalikan diri meraih fitrahnya. Senantiasa baik dan benar.

Apakah mampu kelola atau miliki kendali dalam diri?…Yuks, kaji ulang benahi diri kita…don’t worry be happy.

Busyro ditunda

Semalam, heboh aksi massa di pusat kota Alun² Pancasila Salatiga hingga menimbulkan kekhawatiran walsan, mengajukan permohonan pembatalan rencana ananda santri kelas 7 busyro ke Salatiga pada hari Ahad 31Ags25 terpaksa ditunda pelaksanaannya sampai keadaan aman terkendali.

Yaa, Allah…lindungilah pondok kami tempat bekerja dan menuntut ilmu dari bahaya laten gangguan propaganda aksi massa, aamiin…

Jendela Pustaka Salatiga

Di jalan kota yang ramai lalu lalang, berdiri megah sebuah rumah pengetahuan: atapnya menjulang seperti payung teduh, tangga² menjulang seolah mengajak naik ke dunia kata, dunia hikmah, dunia makna.

Inilah jendela pustaka Salatiga. Tempat buku² berbaris bagai sahabat setia menyapa siapa saja yang datang dengan rasa ingin tahu, rindu atau sekadar mencari damai di tengah bisingnya hidup.

Di sini ilmu tak sekadar huruf di kertas, ia tumbuh menjadi pohon kehidupan, bercabang pada harapan, berbuah cita-cita. Ketika hati sedang tidak baik² saja, perpustakaan ini menjadi payung, menyimpan resah, merawat jiwa yang letih.

Tangga depannya seperti jalan menuju asa. Pilar-pilar kokoh menopang cerita. Dinding dan jendela luasnya menjadi telinga yang sudi menampung segala keluh kesah tanpa menuntut balasan apa pun.

Jendela pustaka bukan hanya gedung, ia adalah rumah: rumah ilmu, rumah teduh, rumah jiwa. Di sana kita belajar, bernaung, menemukan diri, menyimpan cahaya, agar tak ada langkah yang pulang dengan hampa.

 

Alkindi 29/8/25