Kelola atau Kendali

Pendidikan pengasuhan tidak bisa merubah seseorang dari yang mudah marah menjadi pendiam, atau introvert menjadi ekstrovert, dst. Ini bukan sulap yang sim-salabim berubah. Tak semudah membalikkan tangan.

Seorang introvert harus mampu mengelola diri mencapai fitrahnya, sedangkan ekstrovert bisa mengendalikan diri meraih fitrahnya. Senantiasa baik dan benar.

Apakah mampu kelola atau miliki kendali dalam diri?…Yuks, kaji ulang benahi diri kita…don’t worry be happy.

Busyro ditunda

Semalam, heboh aksi massa di pusat kota Alun² Pancasila Salatiga hingga menimbulkan kekhawatiran walsan, mengajukan permohonan pembatalan rencana ananda santri kelas 7 busyro ke Salatiga pada hari Ahad 31Ags25 terpaksa ditunda pelaksanaannya sampai keadaan aman terkendali.

Yaa, Allah…lindungilah pondok kami tempat bekerja dan menuntut ilmu dari bahaya laten gangguan propaganda aksi massa, aamiin…

Jendela Pustaka Salatiga

Di jalan kota yang ramai lalu lalang, berdiri megah sebuah rumah pengetahuan: atapnya menjulang seperti payung teduh, tangga² menjulang seolah mengajak naik ke dunia kata, dunia hikmah, dunia makna.

Inilah jendela pustaka Salatiga. Tempat buku² berbaris bagai sahabat setia menyapa siapa saja yang datang dengan rasa ingin tahu, rindu atau sekadar mencari damai di tengah bisingnya hidup.

Di sini ilmu tak sekadar huruf di kertas, ia tumbuh menjadi pohon kehidupan, bercabang pada harapan, berbuah cita-cita. Ketika hati sedang tidak baik² saja, perpustakaan ini menjadi payung, menyimpan resah, merawat jiwa yang letih.

Tangga depannya seperti jalan menuju asa. Pilar-pilar kokoh menopang cerita. Dinding dan jendela luasnya menjadi telinga yang sudi menampung segala keluh kesah tanpa menuntut balasan apa pun.

Jendela pustaka bukan hanya gedung, ia adalah rumah: rumah ilmu, rumah teduh, rumah jiwa. Di sana kita belajar, bernaung, menemukan diri, menyimpan cahaya, agar tak ada langkah yang pulang dengan hampa.

 

Alkindi 29/8/25

 

Busyro

Heboh pertama kalinya santri kelas 7 busyro Salatiga pada hari ahad 31Ags25. Bisa keluar pondok pergi ke Kota Salatiga terbayang bagai tamasya keliling kota, hendak melihat-lihat keramaian yang ada. Naik delman istimewa duduk di muka, di samping Pak Kusir yang sedang bekerja mengendarai kuda supaya baik jalannya.

Wow, indahnya…riang gembira menanti esok kan tiba saat bersama menikmati suasana kota.

Fii amanillah…..

Anti Ghosob

Masalah sandal hilang itu selain diberi solusi pada tema sebelumnya: Maklumat, ana menambahkan dalam kegiatan makrab Majlis Keakraban bahwasanya kita harus memiliki sandal anti ghosob yaitu sandal anti curi, jadi pilih sandal murah yang unik tidak mengundang seseorang ingin memilikinya. Bagaimana identifikasi sandal anti ghosob.

Murah tentu jenis sandal berbahan karet, model unik atau norak bukan yang trendy. In syaa Allah orang yang melihat merasa tak butuh, malu pinjam apalagi coba memakainya…”Apaan tuh…”

Sedangkan songkok atau peci hitam, cari varian bermotif membedakan pemilik yang satu dengan lainnya. Bagaimana dengan seragam?…diberi bordir saja nama atau inisial dibordir yaa…

Lelah

“Ustadz, masya Allah ananda alhamdulillah sudah punya hafalan 3 Juz, qodarullah setoran di pondok hanya juz 30 yang sudah ananda hafal tanpa muroja’ah hafalan 2 juz lainnya. Bisakah bantu tambah hafalannya?” Curhat walsan.

“Target KBM mapel Tahfidz kelas 7 hafal juz 30, untuk selebihnya itu tekad kuat santri muroja’ah atau ingin tambah hafalan secara mandiri.” Walsan melanjutkan, “Bisakah ustadz bantu terima setoran hafalan ananda?” Ustadz respon cepat, “In syaa Allah..”

Esok harinya ustadz tanya kepada ananda, “Kapan antum mau setoran hafalan baru atau muroja’ah?” Jawabnya, “Tunggu mood ustadz..” Ustadz berujar, “Tak perlu mood, setiap hari Ana siap terima setoran hafalan antum yaa…”

“Afwan ustadz, Ana terlalu banyak pelajaran yang berbahasa Arab…lelah ustadz harus menghafal lagi..” Ustadz komen, “Antum sampaikan kepada orangtua yaa…”

Maklumat

Tiba² ba’da Maghrib, seseorang naik mimbar masjid menyampaikan maklumat bahwasanya, ‘Mulai besok Subuh tak ada lagi yang kehilangan sandal menggunakan sandal orang lain yaa…temui Ana in syaa Allah diberi uang untuk beli sandal baru’ suara riuh jama’ah menggema mendukung maklumat tersebut.

Semoga mata rantai kebiasaan buruk ini padam seketika, selesai tak menimbulkan upaya baru.

Mediasi

Ustadz sudah tahu belum raketnya Fulan patah?” Tanya Ali, disambut geleng kepala ustadz. Spontan Ali menutup mulutnya merasa tak nyaman cerita mendahului pemilik sang raket.

Ustadz tersipu melihat Ali pergi melengos menghindari diri dari pertanyaan ustadz selanjutnya. “Ali..Ali..belum selesai bicara sudah pergi.” Selang waktu tak lama kemudian fulan datang ingin menggunakan fasilitas pelayanan hp asrama.
“Kenapa raketmu?”
“Patah ustadz..” Fulan nampak kecewa melanjutkan, “Dia tidak mau ganti raket Ana, ustadz…malah canda. Jangan nangis yaa..” keluhnya.

“Yaa, sudah…antum ceritakan kejadiannya pada orangtua. In syaa Allah ana akan berikan nomor orangtuamu kepadanya untuk mediasikan sesama walsan yaa..”

Selesai fulan telpon kepada orangtua menjelaskan, “Ustadz, Abi bilang tak usah diganti. In syaa Allah dibelikan lagi.” Sekitar 3 jam kemudian Abu Fulan wa, “Ustadz…walsan yang merusak raket ananda in syaa Allah akan mengganti raket langsung dikirim ke pondok. Ana sudah menolak, katanya sebagai pembelanjaran untuk anaknya arti tanggung jawab.”

Alhamdulillah…done

Sesak

Dulu ayah memaksa anaknya kuliah, “Nak…kegagalanmu DO drop out dari PMDK di IPB Bogor. Tak perlu risau/sedih berkepanjangan. Kamu boleh pilih kampus yang cocok untukmu. Ayah siap bayar.” Masih terngiang ucapan tanggung jawab ayah kepada ananda.

Ketika menjadi seorang ayah, tak mampu ulangi ucapan itu. Sambil tertunduk malu, “Nak…sebaiknya kamu sekolah SMK yaa…dengan begitu kamu bisa segera bekerja. Pilih farmasi atau TLM (Teknik Laboratorium Medis). Setelah punya STR dan pengalaman kerja, kamu bisa melanjutkan karier sambil kuliah…”

Doa dalam hati, “Yaa…Allah, mudahkanlah urusan anakku meraih mimpinya..aamiin.” menyesakkan dada.