Di jalan kota yang ramai lalu lalang, berdiri megah sebuah rumah pengetahuan: atapnya menjulang seperti payung teduh, tangga² menjulang seolah mengajak naik ke dunia kata, dunia hikmah, dunia makna.

Inilah jendela pustaka Salatiga. Tempat buku² berbaris bagai sahabat setia menyapa siapa saja yang datang dengan rasa ingin tahu, rindu atau sekadar mencari damai di tengah bisingnya hidup.

Di sini ilmu tak sekadar huruf di kertas, ia tumbuh menjadi pohon kehidupan, bercabang pada harapan, berbuah cita-cita. Ketika hati sedang tidak baik² saja, perpustakaan ini menjadi payung, menyimpan resah, merawat jiwa yang letih.

Tangga depannya seperti jalan menuju asa. Pilar-pilar kokoh menopang cerita. Dinding dan jendela luasnya menjadi telinga yang sudi menampung segala keluh kesah tanpa menuntut balasan apa pun.

Jendela pustaka bukan hanya gedung, ia adalah rumah: rumah ilmu, rumah teduh, rumah jiwa. Di sana kita belajar, bernaung, menemukan diri, menyimpan cahaya, agar tak ada langkah yang pulang dengan hampa.

 

Alkindi 29/8/25

 

Jendela Pustaka Salatiga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *