Pesan bunda

Amanat bunda pagi ini: lebih penting cari uang daripada cari jodoh, jikalau uang datang jodoh pun pasti datang…
Nasehat bunda sapa pagi, Ananda merangkai kata dan Ayah sentuh isi postingan.

Hari ini pilih langkah
Tidak sibuk tunggu yang datang
Mengejar rezeki semesta
Butuh kenyataan bukan angan

Jodoh tak pernah salah alamat
Ia akan tiba pada waktunya
Namun tanpa bekal
Cinta pun bisa pudar
Akibat kenyataan hidup
Tak hanya butuh rasa
Tapi juga sandang pangan

Bekerja usaha dahulu
Siapkan rumah masa depan
Harta dijemput, jodohkan datang
Bagai hujan turun
Bumi siap menampungnya.

Alkindi 10/9/25

Sua

Kala senja tiba…
Dering telepon sibuk jumpai ananda
Bercerita suasana gundah gulana
Memandang via suara
Gapai rindu jauh di sana.

Tawa canda riang hadir
Mengisi kisah kasih romansa keluarga
Dalam belaian rindu samudra cinta
Menusuk kalbu membiru

Duhai pujaan hati…
Waktu berlalu cepat
Hari terus berganti
Tak terasa momen sua kembali
Menghitung kebersamaan kita
Jaga diri, perangai dan budi pekerti
Fokus sesaat uji akademis

Doa menyertaimu…

Sidak

Periksa bawaan terlarang santri mendadak dilaksanakan semalam membuat geger penghuni asrama, harus bongkar lemari dan geledah setiap penjuru kamar memastikan tak ada barang terlarang yang disembunyikan.

Apa saja yang disita? Barang yang tidak sesuai dengan standar perlengkapan bawaan santri, benda tajam, peralatan material, Hp, alat hisap vape atau rokok, pemantik api, alat main semacam kartu, buku bacaan yang dilarang, aneka peliharaan ikan, dan sesuatu yang bisa digunakan sebagai alat pukul.

“Ustadz…ana izin telpon orangtua?” Sapa santri berharap bisa menghubungi keluarga.
“Hari rabu tak ada jadwal pelayanan hp untuk syaqqah Madyan..”

Baca

Biasanya orang yang suka menulis itu senang membaca, jadi punya hobi menulis. Sedangkan kacamata nana sujana termasuk kurang suka baca senang mengamati, jadi ingin menulis hasil observasi kacamata lihat.

Tulisannya untuk yang tak tahan membaca lama, ditulis singkat agar memaksakan diri menyelesaikan bacaannya. Semoga berkenan…

Coba

Main pukul-pukulan menggunakan bantal atau main semprot-semprotan air, apakah termasuk bully? Tentu sangat menyenangkan bagi santri menghibur diri dan merasa nyaman. Apabila salah satu pihak merasa tidak nyaman atau terpaksa, itu bisa dianggap sebagai perilaku tidak pantas bahkan termasuk kriteria bullying.

Mohon ingatkan ananda untuk menghindari permainan yang mengarah kepada perilaku berlebihan yaa..
Agar tidak merasa dibully atau membully kepada sesama penghuni kamar.

Ajang bermain atau niat hanya bercanda terkadang menggoda hasrat melampaui batas, yang akhirnya menciderai ranah kenyamanan seseorang. Sebaiknya ganti permainan lain yang tidak membahayakan, kita coba yuks…

Survive

Di mana pun kita berada, mampu bertahan hidup itu merupakan kunci keberhasilan. Kemandirian adalah modal awal untuk survive.

Kebanyakan santri mondok di pesantren berbekal mandiri saja, belum belajar mengelola dan mengendalikan diri pada situasi/kondisi tertentu karena butuh jam terbang (pengalaman berbanding lurus dengan umurnya).

In syaa Allah berjalannya waktu ananda akan belajar kelola/kendali secara fitrah karena setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.

Panik

Setiap mengawali kegiatan, mesti ada cerita unik melintas di antara santri, kepanikan sesaat hiasi asrama.
“Ustadz…ana kena taftis rambut ini jadi pitak. Gimana ustadz? Ana ingin telpon umi sekarang…izin jemput mau cukur rapikan rambut.” Ujar Ali dengan mata berkaca-kaca.
Qodarullah miscall kepada ummunya berulang-ulang hanya berdering tidak diangkat.

“Antum VN saja, ana bada ashar mendadak ada rapat pengasuhan. In syaa Allah ummu dengar kabar segera izin datang ke pondok.” Ustadz coba redakan. “Semoga ummu cepat respon yaa..”

“Mohon maaf…mama tadi pergi tidak bawa hp. Kamu siap kabari lagi, Mama telpon nanti yaa..”

Amati

Memasuki 2 bulan mondok di pesantren, euforia santri saat kali pertama libur boleh bawa pulang atau jalan² Joglosemar kumpul dengan keluarga semalaman bisa ceritakan semua hal yang dialami selama di pesantren.

Waspada bahaya laten upaya ananda ingin kembali dalam pelukan keluarga.

Cermati kisahnya, temukan benang merah akar masalah, telusuri latarbelakang sebab musababnya, tak perlu gusar…cukup menjadi pendengar yang baik. Amati dulu dan tetap fokus pada rencana awal bahwasanya memasukkan ananda ke pondok untuk belajar ilmu agama dalam rangka pembentukan akhlak, kelak sebagai pondasi mental spiritual mengarungi bahtera hidup.

Joglosemar

Selepas perizinan luar kota Joglosemar alias Jogja Solo Semarang ini yang menarik temuan laporan dari Walsan A menyampaikan ananda telah dibully oleh B dan Walsan B menceritakan ananda telah dibully oleh A. Keduanya merasa dibully satu dengan lainnya. Sama² tidak betah dan tidak nyaman.

Menarik, penasaran…sebenarnya ada apa dengan bully? Tanya Meta AI…saya ingin tahu bully

Bully atau perundungan adalah perilaku tidak menyenangkan yang bisa berdampak buruk pada korban. Apa yang ingin kamu ketahui tentang bully? Penyebab, dampak, atau mungkin cara mengatasinya?

Berarti cari tahu dampak buruk pada korban? Penyebabnya? Semoga setelah itu bisa menemukan cara mengatasinya yaa…bismillah

Stelan

Karakter seseorang secara internal itu bawaan dari rumah yakni gen ortu dan lingkungan sekitar yang mempengaruhi ekternalnya. Sehingga dalam pola asuh yang bisa dirubah adalah volume mau besar/kencang atau kecil/pelan. Istilah sehari-hari stel kendo (kendur) atau kencang. Pilih yang mana?

Tentukan pesona diri dengan sesuaikan stelanmu yaa…