Setiap mengawali kegiatan, mesti ada cerita unik melintas di antara santri, kepanikan sesaat hiasi asrama.
“Ustadz…ana kena taftis rambut ini jadi pitak. Gimana ustadz? Ana ingin telpon umi sekarang…izin jemput mau cukur rapikan rambut.” Ujar Ali dengan mata berkaca-kaca.
Qodarullah miscall kepada ummunya berulang-ulang hanya berdering tidak diangkat.
“Antum VN saja, ana bada ashar mendadak ada rapat pengasuhan. In syaa Allah ummu dengar kabar segera izin datang ke pondok.” Ustadz coba redakan. “Semoga ummu cepat respon yaa..”
“Mohon maaf…mama tadi pergi tidak bawa hp. Kamu siap kabari lagi, Mama telpon nanti yaa..”
Panik
