Perjalanan memahami manusia

Di awal hidupku, aku mengira memahami manusia semudah membaca wajahnya. Senyum berarti bahagia, air mata berarti luka, dan kata² adalah cermin isi hatinya.

Namun waktu mengajarkanku rahasia: bahwa senyum kadang menutup tangis yang sunyi, bahwa diam kadang berteriak lebih keras dari kata, bahwa manusia adalah samudra luas..dalam..misterius..dan tak pernah sepenuhnya terbaca.

Aku berjalan di kota penuh lampu, melihat orang² bergegas dalam hening masing². Setiap langkah membawa cerita yang tak diketahui. Ada yang membawa rindu, ada yang membawa dendam, ada yang sekadar mencari secercah damai.

Di perjalanan ini, aku belajar memahami bukan berarti setuju, bukan pula menghapus luka, tapi duduk diam di sampingnya, dan berkata: “Aku ada di sini, mendengar tanpa menghakimi..”

Pemahaman sejati bukan lahir dari logika, tapi dari hati yang berani menerima perbedaan. Ia tak bertanya, “Siapa yang benar?” Tapi bertanya: “Apa yang membuatmu merasa begitu?”

Dan pada akhirnya, saat belajar memahami manusia lain, aku juga perlahan memahami diriku sendiri.

Pesan anakku: Bahwa kita semua hanya jiwa yang sama mencari arti, mencari rumah, mencari pelukan, mencari tempat untuk benar² dimengerti…

Tipu daya

Banyak orang sukses menjalani hidup ini diberi kemudahan meraih mimpi.
Hati² bahaya laten hadirnya sifat sombong manusia merendahkan sesama.

Kita ini hamba Allah yang memiliki kelebihan akal secara fitrah menuntun ke arah kebaikan dan kebenaran. Segala cara bisa ditempuh asalkan tidak menggunakan tipu daya memanipulasi hasrat manusia tanpa batas.
Akal manusia melebihi hasratnya, membenarkan tindakannya.

Allah Ta’ala menguji mahluknya yang melampaui batas..

Penyesuaian

Faktor cuaca ekstrim bulan ini sangat berpengaruh kepada santri yang imunnya menurun atau keadaan iklim rumah beda dengan Salatiga.

UKS silih berganti dikunjungi santri berobat/rawat jalan karena bapil, flu, meriang, demam..
Ada yang mengeluhkan telapak kakinya pecah², sembuh..kambuh lagi..mewarnai penyesuaian diri jauh dari keluarga.

Semoga Allah Ta’ala mudahkan ananda dalam menuntut ilmu…aamiin.

Pemetaan santri

Awal penerimaan santri baru 13 Juli 2025, pertama kali kegiatan pengasuhan melakukan pemetaan santri dengan konseling terbuka secara umum guna memilah santri yang berkebutuhan khusus membantu musyrif dalam pendampingannya untuk skala prioritas penanganan santri bermasalah.

Waktu berjalan 5 hari temuan santri yang mendadak rindu kangen rumah tak terbendung.

Langkah pertama pendekatan dengan berikan saran, hari selanjutnya nasehat, masih juga belum berhasil tiba giliran konseling terbuka secara khusus 22 Juli 2025.

Selesai konseling Ummunya mohon izin menggunakan voice note tanyakan kabar dan mendoakan kebaikan agar ananda senantiasa diberi kemudahan Allah Ta’ala dalam menuntut ilmu di pondok.

Pukul 21.52 ummu itu bertanya apakah ananda sudah tidur?

Musyrif menjawab keesokan harinya dengan menyampaikan hasil pemetaan santri hingga konseling semalam kepada ananda. Ternyata ummu ingin mengabarkan bahwa jidahnya (nenek) meninggal dunia. Innalillaahi wa innailaihi rojiun.

Ada kontak bathin pada santri tersebut, alhamdulillah antisipasi penanganan santri bermanfaat bagi musyrif membantu proses pengasuhan secara fitrahnya.

Sesaat Lagi

Libur telah tiba, hasil belajar diterbitkan, selanjutnya buktikan pada dunia bahwa seorang santri berakhlak mulia. Nilai rapor hanya dibutuhkan secara akademis, pastikan tunaikan shalat 5 waktu di masjid, rajin baca alquran, isi hari dengan puasa sunnah Senin Kamis dan Yaumul Bidh. Itu baru santri hasil mondok.
Waspada gangguan main gadget, pilih tontonan tv yang bermanfaat, dan hindari mendengarkan musik yang melalaikan ibadah. Selamat berlibur…..

Siapkan Ananda Mondok

Memondokkan anak perlu persiapan diri ananda sebelum bergabung di pesantren. Utama sekali hindari media sosial, berupa: ketergantungan gadget, menonton tv, dan mendengarkan musik. Ini semua tidak akan ananda temui di pondok.
Melatih ananda menunaikan ibadah, gemar baca alquran dan berolahraga akan sangat membantu proses sosialisasi selama menuntut ilmu di pesantren.
Kheir in syaa Allah..

Makna

Dulu istilah pendamping santri di kamar (asrama) disebut Pembina Asrama, sekarang diganti menjadi Pengasuh Syaqqoh/kamar. Secara makna lebih tepat tapi kurang elegan. Pengasuh (dalam Bahasa Inggris sitter) identik dengan baby sitter sehingga dampingi santri bagai mengasuh, bergeser fungsi tugasnya.

Akhir

Makna hidup manusia yang dilahirkan itu untuk menemui ajalnya. Sepanjang kisah senantiasa ada pertemuan, diakhir ada perpisahan. Berulang…dalam penantian, menanti giliran kamu yaa..kamu hhmm..kita

Semoga Allah Ta’ala mudahkan urusan kita, aamiin…

Terkadang menghindari perpisahan sekedar mengenang keberadaannya, tak ingin pisah…sampai jumpa lagi sahabat

Penokohan

Mengenali seseorang terkadang butuh pengetahuan ilmu bahasa tubuh yang bisa ditemukan dalam diri seseorang yang kita temui, hasil mengamati gerak-gerik saat merespon atau melakukan kegiatan sehari-harinya.

Itu yang dilakukan seorang aktor dalam memerankan tokoh yang dilakoninya.

Silahkan mencoba..