1. Habattusauda
2. Buah tin
3. Delima
4. Madu
5. Kurma
6. Zafaran
Khasiat Lingzhi
Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan atas izin Allah Ta’ala dengan LINGZHI :
1. Stamina (letih, lelah, lesu, kurang tenaga)
2. Imunitas (mudah sakit, masuk angin, flu)
3. Vitalitas (ejakulasi dini, disfungsi ereksi, impotensi)
4. Kulit (Gatal, alergi, koreng, kutu air, luka bakar, panu dll)
5. Sendi & tulang (osteoporosis, reumatik, nyeri)
6. Perut (maag, diare, kembung, melilit, haid)
7. Darah (asam urat, diabetes, kolesterol, darah tinggi/rendah, stroke, darah kental/penggumpalan darah)
8. Dalam (jantung, liver/hepatitis/sirosis, paru-paru/bronkitis, radang tenggorokan, ginjal)
9. Sel abnormal (mioma, getah bening, kista, tumor, kanker)
Sejarah Lingzhi
Lingzhi (Ganoderma Lucidum) adalah jamur berkhasiat yang digunakan sejak ribuan tahun lalu mulai zaman Kaisar SHI Huang Tie (259-210 SM). Lingzhi ditemukan oleh petani bernama Sheng Nung yang dijuluki petani suci, karena khasiat Lingzhi yang luar biasa hingga disebut obat dewa, panasea (obat segala penyakit) dan obat herbal kaisar 1000 selir.
Dahulu Lingzhi hanya digunakan untuk pengobatan keluarga raja dan para bangsawan dari hasil perburuan di hutan.
Sejak tahun 1970 seorang peneliti dari Universitas Kyoto Jepang bernama Yukio Naomi berhasil membudidayakan jamur Lingzhi dengan limbah pertanian kayu yang telah lapuk.
Pernah
Orangtua cerita hidup di zaman orde lama..nampak seperti bayi belajar jalan semuanya bisa berjalan. Kenang ayah..ketika itu sekedar seorang lulusan SD yang mampu berbahasa Inggris bisa menjadi Manager Food & Beverage Hotel Kartika Plaza bintang3.
Saat memasuki orde baru..penuh cita-cita meraih impian mau jadi apa..gapailah. Aku bersemangat menatap bintang.
Lalu datang reformasi..ingin melakukan perubahan, setiap elemen berubah tak beraturan..kacau balau.
Hingga di penghujung usia tinggal menanti wabah selanjutnya kian tak terkendali..waspadalah.
Beruntung perubahan/hijrahku kembali ke fitrah Allah Ta’ala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Serba salah
Fenomena saat ini hidup harus berkecukupan alias kaya..memiliki harta atau aset yang dapat memudahkan perjalanan di dunia. Terkesan mata duitan, takut miskin. Kenyataan demikian. Tak ada pilihan seseorang mengarungi bahtera kehidupan. Celaka hanya mengandalkan upah berdasarkan UMK.
Biaya pendidikan semakin mahal, hingga terlintas..kapan anak itu bisa mengembalikan biaya sekolahnya? Sedangkan awal bekerja dihargai UMK. Orangtua dihadapkan pilihan serba salah..Pilih yang mana?
Serba serbi
Mau pasang status wa berjualan, ada larangan berjualan. Jadi bingung ingin tambah penghasilan.
Anak pertama masuk semester7, anak kedua gagal terima UTBK…akhirnya arahkan bekerja, alhamdulillah diterima. Ketika ditanya sodara, “Kenapa anak kedua tidak kuliah, malah disuruh bekerja?” Pusing juga cari jawabannya.
Maksudnya ingin realistis saja dengan keadaan, ternyata mencuri perhatian.
Ada apa dibalik hikmah Sang Pencipta…
Menulis
Menulis buku itu mudah. Silahkan mulai menulis hingga jadi 1 buku. In syaa Allah…saya siap bantu terbitkan bukunya.
Believed or not



