
Sejarah Lingzhi
Lingzhi (Ganoderma Lucidum) adalah jamur berkhasiat yang digunakan sejak ribuan tahun lalu mulai zaman Kaisar SHI Huang Tie (259-210 SM). Lingzhi ditemukan oleh petani bernama Sheng Nung yang dijuluki petani suci, karena khasiat Lingzhi yang luar biasa hingga disebut obat dewa, panasea (obat segala penyakit) dan obat herbal kaisar 1000 selir.
Dahulu Lingzhi hanya digunakan untuk pengobatan keluarga raja dan para bangsawan dari hasil perburuan di hutan.
Sejak tahun 1970 seorang peneliti dari Universitas Kyoto Jepang bernama Yukio Naomi berhasil membudidayakan jamur Lingzhi dengan limbah pertanian kayu yang telah lapuk.
Pernah
Orangtua cerita hidup di zaman orde lama..nampak seperti bayi belajar jalan semuanya bisa berjalan. Kenang ayah..ketika itu sekedar seorang lulusan SD yang mampu berbahasa Inggris bisa menjadi Manager Food & Beverage Hotel Kartika Plaza bintang3.
Saat memasuki orde baru..penuh cita-cita meraih impian mau jadi apa..gapailah. Aku bersemangat menatap bintang.
Lalu datang reformasi..ingin melakukan perubahan, setiap elemen berubah tak beraturan..kacau balau.
Hingga di penghujung usia tinggal menanti wabah selanjutnya kian tak terkendali..waspadalah.
Beruntung perubahan/hijrahku kembali ke fitrah Allah Ta’ala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Serba salah
Fenomena saat ini hidup harus berkecukupan alias kaya..memiliki harta atau aset yang dapat memudahkan perjalanan di dunia. Terkesan mata duitan, takut miskin. Kenyataan demikian. Tak ada pilihan seseorang mengarungi bahtera kehidupan. Celaka hanya mengandalkan upah berdasarkan UMK.
Biaya pendidikan semakin mahal, hingga terlintas..kapan anak itu bisa mengembalikan biaya sekolahnya? Sedangkan awal bekerja dihargai UMK. Orangtua dihadapkan pilihan serba salah..Pilih yang mana?
Serba serbi
Mau pasang status wa berjualan, ada larangan berjualan. Jadi bingung ingin tambah penghasilan.
Anak pertama masuk semester7, anak kedua gagal terima UTBK…akhirnya arahkan bekerja, alhamdulillah diterima. Ketika ditanya sodara, “Kenapa anak kedua tidak kuliah, malah disuruh bekerja?” Pusing juga cari jawabannya.
Maksudnya ingin realistis saja dengan keadaan, ternyata mencuri perhatian.
Ada apa dibalik hikmah Sang Pencipta…
Menulis
Menulis buku itu mudah. Silahkan mulai menulis hingga jadi 1 buku. In syaa Allah…saya siap bantu terbitkan bukunya.
Believed or not
Sekilas Persepsi
Orang cenderung memiliki sudut pandang secara subjektif, menilai kebaikan dari sisi arah lihat saja. Tanpa menggali makna tulus nilai kebaikannya. Sehingga timbul prasangka menjadi praduga tak bersalah.
Belajar menata diri dengan ikhlas akan memancarkan aura baik.
Fokus pada persepsi yang diinginkan.
Tebar Manfaat
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah Ta’ala yang senantiasa menjaga ibadah diri dan keluargaku hingga hari ini kamiĀ samawa.
Momentum bisa kembali shalat secara normal tanpa kursi memberi nilai spiritual bagi lingkungan sekitar agar senantiasa menjaga ketakwaan kita selaku hamba kepada Sang Pencipta.
Dengan tekad tebar manfaat, jadikan awal kebaikan bersama, saling bantu tolong menolong umat meraih ridho Pemilik Alam Semesta.
Aamiin, yaa robbal’aalamiin
Tanpa kursi
“Ayo dek…berangkat Jumatan sudah adzan loh!” Panggil Kang Nana di depan pintu rumah menunggu si bungsu ambil sajadah.
“Ayah nggak bawa kursi?” Sahut Kindi.
“In syaa Allah…tak perlu lagi” yakin Kang Nana.
“Beneran…” Kindi tak percaya.
“Alhamdulillah, sudah sejak kemarin ayah shalat tak perlu bawa kursi lagi. Bismillah..”
Shalat Jumat pertama di Masjid Assyukur Argomulyo Salatiga tanpa kursi Kang Nana penuh suka cita, bahagia…bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan.
Alhamdulillah..
Rindu Al Fadhl
Shalat Ashar berjamaah di masjid Al Fadhl tanpa kursi terasa melegakan, tak ada tatapan kasihan, Kang Nana telah kembali menjadi ma’mum berdiri/duduk normal…Allah Maha Pengasih Penyayang.
Mengembalikan keharibaanMu…subhaanallah wal hamdulillah wa Allahu akbar..
