Orang cenderung memiliki sudut pandang secara subjektif, menilai kebaikan dari sisi arah lihat saja. Tanpa menggali makna tulus nilai kebaikannya. Sehingga timbul prasangka menjadi praduga tak bersalah.
Belajar menata diri dengan ikhlas akan memancarkan aura baik.
Fokus pada persepsi yang diinginkan.
