Kakek

“Ustadz…Sebenarnya posisi saya dekat pondok sedang perjalanan ke RS. Solo mau mampir tapi khawatir Jiddi (kakek) ananda ngajak dia pulang, karena tadi di tol bilang…”mampir pondok, ananda diajak pulang aja yaa..”

Ananda itu cucu kesayangan Abah…tinggal satu rumah, ke Masjid sama²..teman ngobrol di rumah..jadi saat ananda mondok..sedikit banyak Abah juga kehilangan ananda. Sebelumnya baru ditinggal Jidah (nenek).

Pukulan kuat buat Abah…psikis Abah hantamannya terlalu dalam.

Mohon Do’a nya nggih ustadz…Khairan Insya Allah.”

Suara hati

Belum sepekan berlalu sudah 2 adho divonis morbili sakit campak, meresahkan penghuni asrama, khawatir merambah kamar lainnya. Semoga Allah Ta’ala sembuhkan sakitnya tanpa bekas…aamiin.
Qodarullah mereka dapat rujukan rawat di rumah untuk menghentikan penyebaran sakitnya.
Tak ada pilihan, harus ketinggalan pelajaran, atau merasa senang bisa rehat sejenak kumpul keluarga kembali. ‘Bonus sakit boleh pulang..’ lirih suara hati.

Kupeng

“Ana jengkel ustadz…” Komen seorang santri.
“Kenapa?”
“Teman² itu sudah tahu aturan tapi melanggarnya ustadz..”
“Antum ingatkan saja, baik²…in syaa Allah didengar.”
“Ana ingatkan malah tersinggung, sok ngatur-atur katanya…Ana ajak bersih² rapikan ranjang, ditinggal pergi…capek ustadz tak ada yang peduli.” Mulai klimaks marah.
“Sabar yaa…ba’da Isya in syaa Allah ustadz isi kupeng (kurikulum pengasuhan). Temanya sesuai tentang komitmen santri terhadap: sederhana, kebersihan badan, kebersihan pakaian, kebersihan sekitar, toleransi, menahan amarah, dan tutur kata yang baik.
Selesai buku Melatih Kedewasaan Diri.

Mudah Marah

Serangkaian kegiatan konseling yang telah dilalui dari satu santri ke santri lainnya yang menarik adalah temuan mudah marah seseorang terhadap sikap canda berlebihan.
Berawal dari canda biasa, kian menarik lalu berkembang hingga mengundang amarah. Ini bagian bumbu keseharian pertemanan santri.
Uniknya ada yang sensi selama masa karantina ini belum pernah amarahnya terpancing keluar. Usut punya usut tanya: “Jangan² antum suka buat temannya marah ya..?” Jawabnya:”Benar ustadz..”
Validasi tersampaikan, noted.

KKM Bersih Rapi

Memastikan kamar santri senantiasa bersih rapi, ternyata butuh proses edukasi, lebih sulit dari makna definisi bersih rapi…yang hanya cukup dilihat secara kasat mata enak dipandang, menyenangkan hati menuai kenyamanan diri.

Mengajak ananda konsisten merawat kebersihan kamar tak cukup seminggu, hampir sebulan pun ini masih edukasi resik rawat belum tuntas.

Pembiasaan diri ananda nampak dari bawaan kebiasaan di rumah. Semakin sulit prosesnya bagi santri yang tak pernah belajar mandiri mengerjakan pekerjaan rumah. Terbukti selama masa karantina santri, butuh nilai KKM kebersihan kamar…hingga perlu mengadakan taftis standar perlengkapan bawaan santri. Mensortir kelebihan keperluan dirinya.

Patroli rutin mengunjungi kamar sesuai KKM bersih rapi yang kami tentukan. Perlahan santri semakin termotivasi menjaga standar bersih rapi kamarnya.

Allah musta’an…

Surat Alkindi

Bunda…dipelukanmu aku belajar arti rumah, ditatapanmu kutemukan arah jiwa. Kini langkahku harus menjauh sejenak, meski hati ini enggan beranjak.

Senyummu tersimpan di setiap doa, mendoakan anakmu di jalan yang berbeda. Air mata jangan jatuh, bunda tercinta..perpisahan ini hanya jeda, tidak selamanya.

Kelak saat senja kembali menyapa, aku pulang membawa cerita bahagia. Bunda..tunggulah di beranda doa, sampai jumpa lagi dipelukan yang sama.

Semoga lain waktu hangat itu kembali terasa, dekapan cinta sempurna, hanya bunda yang kurindukan hadirnya, dalam setiap waktu tanpa jeda.

Telpon

Momen yang dinanti-nanti santri, yakni fasilitas pelayanan hp dimulai Senin 11 Agustus 2025 isyarat rindu membanjiri asrama. Tumpah ruwah masuk kamar tak tertahankan.
Cerita cinta kasih ibu sepanjang masa menggema…

“Piye kabarmu, Le..?”
“Sehat nak..?”
“Kumaha damang, kaseup..?”
“Kaifahalukum..?”
“How are you..?”
“Mama kangen..rindu? Kamu betah di pondok?”
“Take care..? Are you ok..?”

Begitulah cinta…jauh di mata namun dekat di hati

Sekolah asrama adalah pilihan terbaikmu

Belum selesai masa karantina santri. Penerimaan santri baru mulai 2 Agustus 2025, jangan tunda…segera daftarkan diri ananda untuk mondok di pesantren.

Zaman sekarang krisis akhlak merajarela, tak ada pilihan lain selain boarding school is the best your choice.

Pastikan ananda daftar di Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran, ajak keluarga…teman…yang ingin putra-putrinya terbebas dari krisis akhlak..don’t forget!

Karantina

Awal masuk pondok, santri dikarantina selama 1 bulan tak bisa kontak dengan keluarga. Ajang sosialisasi pembiasaan diri di lingkungan barunya.
Tentu..ada kecemasan orangtua, apakah ananda mampu mandiri lepas dari ketergantungannya? Biasa diladeni, serba instan. Sekarang serba sendiri, apa² urus diri sendiri.

Welcome to pesantren

Jangan ibaratkan pondok seperti laundry … pakaian kotor masuk lalu keluar sudah bersih dan harum.
Pembentukan akhlak butuh proses..waktu, sesuai hidayah yang dikabulkan.
Allah musta’an…

Seni memilah dan memilih

Hidup bukan hanya tentang berjalan, tapi tentang ke mana kaki diarahkan. Bukan semua jalan harus dilalui, dan bukan semua tangan harus digenggam.

Kita belajar memilah, antara kata yang patut disimpan dan suara yang lebih baik dibungkam; Antara orang yang pantas dibawa pulang dan bayangan yang sebaiknya ditinggal di persimpangan..

Memilih itu seni, kadang hati ingin semua, tapi waktu mengajarkan keterbatasan; tidak semua manis itu benar, tidak semua benar terasa manis.

Di setiap langkah, ada bisik hati yang samar: “Berhentilah sejenak, lihatlah sekeliling, apa yang kau bawa? Apa yang kau buang?”

Aku belajar, bahwa memilah bukan berarti kehilangan, tapi memberi ruang pada diri untuk bernapas tanpa beban yang tak seharusnya dibawa. Dan memilih, bukan tentang siapa yang menang, tapi tentang siapa yang tetap tinggal ketika badai reda dan matahari kembali terbit..

Aku belajar, tak semua yang indah harus kugenggam, tak semua yang dekat harus kubawa pulang. Memilah itu luka, tapi juga obat. Memilih itu rindu, tapi juga merdeka..

 

Alkindi 28/7/25