Lomba Buletin

Peserta lomba buletin digital Ramadhan untuk syaqqoh Madyan diwakilkan, oleh:

1. Abdurrohman Nuur Azka

2. Arsy Khisore Prahiko

3. Bilal Nibiru

4. Raqil El Hafiz

5. M.Zain Khoiruddin

Semoga apresiasi ini menumbuhkan kebersamaan dan kerjasama yang menghasilkan sebuah karya dengan nilai² bermakna….Allah musta’an.

Rois Syaqqoh

Mulai semester genap ini, seluruh santri syaqqoh/kamar diwajibkan untuk memilih salah satu temannya menjadi Ketua atau Rois syaqqoh.
Tujuan dari pemilihan ini untuk meningkatkan kekompakkan dan kerja sama dalam kebijakan syaqqoh masing-masing. Harapannya dapat tercipta suasana yang lebih harmonis dan efektif dalam menjalankan kegiatan syaqqoh.

Rois Syaqqoh Madyan: Abdurrohman Nur Azka

Rois Madyan1: Aghna Zahran Faturrahman

Rois Madyan2: Farrel Al Karim Optima

Rois Madyan3: Kafi Habibullah Shasia

Rois Madyan4: Naufal Razzaq Al Ghani

Libur usai

Tak terasa libur telah usai, kembali aktifitas pengasuhan di pesantren menyongsong ramadhan tiba…giat ibadah menempa diri menjadi seorang Ihsan yang taat. Semoga Allah Ta’ala mudahkan segala urusan di semester genap ini.
Tak ada gading yang tak retak, menerima ketidaksempurnaan diri dengan senantiasa berdoa dan melatih disiplin beribadah, tidak fokus pada kesalahan, memohon ridho Ilahi … aamiin.

Segelintir Kertas Penentu Segala

Hari itu tiba tanpa aba-aba, langit terasa lebih berat dari biasanya, langkah para santri tertahan di ambang doa, wajah tegang menyimpan ribuan tanya.

Di hadapan kami terbentang segelintir kertas putih, namun terasa lebih tajam dari pedang, setiap nomor seperti nadi yang berdenyut, menentukan arah pulang dari mimpi-mimpi panjang.

Pulpen bergetar di antara jari yang gemetar, keringat jatuh bersama harap yang tak sempat terucap, seolah hidup dan mati berdiam di tiap baris soal, seolah masa depan bersembunyi di balik setiap jawab.

Ada doa ibu di setiap tarikan napas, ada amanah guru di setiap tatapan, kami bertarung bukan hanya dengan logika, tapi juga dengan takut yang diam-diam menikam.

Waktu berjalan tanpa peduli, detik menjadi palu yang memukul dada, hingga akhirnya kertas pun dikumpulkan, dan kami hanya bisa berserah pada Yang Maha Kuasa.

Sebab kami tahu, ujian bukan sekadar angka dan nilai, tapi tentang sabar yang diuji, tentang hati yang belajar ikhlas dan tak menyerah.

 

Kindi 4/12/25

Wejangan

Alhamdulillah telah dilaksanakan sesi duduk bersama Ustadz Said Ibrohim hafidzhullah berisi nasihat dan pengarahan pasca ujian, sekaligus memotivasi para santri untuk kembali bersemangat di masa ayyamun nasyath.

Adapun poin utama yang disampaikan:
1. Pengasuhan sebagai bagian dari pendampingan
Aturan dan kebijakan yang diterapkan merupakan bentuk perlindungan dan bimbingan bagi para santri. Meskipun terkadang terasa berat, seluruhnya ditujukan untuk kebaikan dan keamanan ananda.

2. Menghindari perilaku yang merugikan
Santri diingatkan untuk menjauhi tindakan seperti mencuri, membuli, dan mendzhalimi, karena perbuatan tersebut merugikan diri sendiri serta menimbulkan kesedihan bagi orang tua dan hilangnya kepercayaan.

3. Pentingnya kesabaran dan proses
Ilmu, akhlak, dan kedewasaan membutuhkan waktu untuk tumbuh. Tidak ada hasil instan; proseslah yang membentuk karakter dan keteguhan diri.

Semoga kerja sama antara ustadz, santri, dan walisantri terus membawa kebaikan. Mari bersama menjaga, menguatkan, dan mendampingi ananda menuju masa depan yang lebih baik. Semoga Allah memberikan keberkahan bagi kita semua.

Barakallah fiykum

AJP

Aset Jangka Panjang adalah kegiatan olahraga joging selama 30-60 menit mengawali dawam pengasuhan untuk menjaga vitalitas tubuh asatidzah secara rutin yang wajib dilakukan untuk menjaga kebugaran stamina optimal.

Komitmen pengasuhan mulai 24 November 2025, bismillah…

Brainstorming

Brainstorming pengasuhan disampaikan pimpinan menghasilkan gagasan dan ide kreatif untuk memecahkan suatu masalah secara kolaboratif pada jenjang MTW dan IL-IM.

Tujuannya meningkatkan kerjasama tim, kekompakkan dan komitmen asatidzah dalam mengelola pengasuhan di pesantren.

PIA CERMAT…..

Tabayyun

Musyrif tabayyun kepada Yusuf. “Benarkah antum merasa diusilkan oleh teman sekamar?” Jawab: “Iya, ustadz…pakaian ana sering disembunyikan.”

Musyrif selanjutnya tabayyun kepada seluruh penghuni kamar, “In syaa Allah bada Maghrib, ana akan telepon walsan Yusuf. Apakah kalian tahu masalah Yusuf berhubungan dengan kalian semua?” Jawab salah satu diantara mereka, “Yusuf tak pernah cengkrama atau berinteraksi saat di kamar langsung naik ke atas ranjang berdiam diri, makan cemilan atau tidur. Seringnya menyendiri ustadz.” Penghuni kamar lainnya menambahkan, “Yusuf itu seringkali layout ranjang tidak standar posisinya dan berantakan. Kami sering menemukan pakaiannya tergeletak di mana² sembarang tempat.”

Musyrif tanya lagi, “Berarti yang dikeluhkan beliau pakaian disembunyikan kalian itu tidak benar yaa..?” Jawab salah satu diantara mereka: “Ana sudah menduga, beliau akan cerita mengada-ada seperti itu..”

Musyrif menyimpulkan, “Baik…ana akan meluruskan masalah ini kepada ortunya agar tak salah persepsi cerita tidak berkembang jauh ke mana². Syukron yaa…”

Akui

Musyrif tanya kepada Hasan, “Apakah antum ada masalah selama di pondok?” Jawab: “Beberapa bulan belakangan ini, sikap ana terlalu euforia kelewatan hingga canda berlebihan kepada teman. In syaa Allah ana belajar mengendalikan diri.” Pengakuan yang dinanti musyrif.

“Alhamdulillah…antum menyadarinya secara mandiri, berarti fitrah diri antum terlatih. Begitulah yang ana harapkan, tak perlu dipaparkan sudah menyadarinya. Semoga antum senantiasa dalam perlindungan Allah Ta’ala..”