Kelak

Suatu hari nanti akan datang generasi terbaik diantara anak cucu kita yang salah satunya akan mewarisi apa yang sudah kita lakukan untuk negeri ini.  Bilamana setiap elemen masyarakat memfokuskan diri menggapai impian kehidupan selanjutnya di akherat kelak akan terjaga tatanan budaya yang tercipta sesuai norma-norma akhlak yang mulia.  Tentunya Indonesia tidak hanya dikenal dengan keramahannya, juga kualitas budi pekertinya yang luhur.

Niatkan dalam hati masing-masing, bahwasanya apa yang kita perbuat hanya untuk mencapai ridho Allah Ta’ala.  Sehingga terasa dunia ini sebagai persinggahan sementara untuk kenikmatan yang abadi … Kelak.

Belajar Tua

Ilmu parenting adalah pengetahuan tentang belajar menjadi orangtua.  Modelnya kelas-kelas diskusi sesama peserta didik yang saling bercerita dan berbagi pengalaman dalam membimbing anak-anaknya.  Sifatnya observasi, hasil pengamatan masing-masing peserta didik terhadap pola sikap perkembangan intelektualitas anak.

Inti dari ilmu parenting adalah komunikasi, dimana seseorang harus menunjukkan kemampuan dan penguasaan berbicara menyampaikan dengan tepat kepada anaknya.

Artinya belajar tua untuk menjadi orangtua buat anaknya.

Secara Alami

Sebagai orangtua yang utama adalah mencetak anak yang shaleh/shalehah.  Metode pendidikan yang tepat berbasis natural atau alami, yaitu kembali kepada fitrahnya sebagai seorang hamba yang hidupnya tergantung dari proses pembelajaran yang dilaluinya.  Tumbuh dan berkembang secara alami, tanpa paksaan, penuh kasih sayang akan mendorong pembentukan karakter yang merupakan pondasi mental dan spiritualnya.

Ini sekilas spekulasi, bagi orangtua yang dari dulu hingga kini, tidak ada satu sekolah pun yang mengajarkan bagaimana menjadi orangtua yang benar.  Walaupun demikian pada dasarnya setiap manusia suka dengan kebaikan dan selalu ingin berbagi kebaikan secara alami, ini yang sedang trend disebutnya berbasis fitrah.

Yang Usang

Menyingkirkan yang sudah tidak digunakan seringkali luput dari perhatian kita, karena kalau dibuang sayang, barangkali sewaktu-waktu masih bermanfaat … Itu yang menahan dalam benak kita.
Padahal seandainya belum jelas kapan dipakai lagi malah mungkin bisa jadi usang, sebaiknya diberikan kepada yang membutuhkan atau ditawarkan kepada yang berminat akan lebih bijaksana dalam pengelolaannya.

Memertahankan sesuatu yang menjadi beban memeliharanya dan tidak tahu untuk apa dalam waktu dekat, segera diberi label usang guna memudahkan dalam menyingkirkannya dan tak akan ada pekerjaan rumah lagi … selesai urusannya.

Dikejar-kejar Waktu

Alasan yang paling sering terucap ketika masa tenggang suatu pekerjaan bertepatan dateline-nya dan harus selesai, kemudian kehabisan waktu mengerjakan … sungguh menjengkelkan.  Nampak bodoh … it’s not well done

Seharusnya tak ada ungkapan seperti itu bila tugas dikerjakan secara cerdas menggunakan skala prioritas tak akan dikejar-kejar oleh waktu.

Karena sebenarnya waktu tidak pernah mengejar seseorang, waktu hanya berputar mengikuti aktivitas kehidupan sehari-hari.  Dengan otomatis rutinitas terposting waktunya.

Kegiatan apapun akan tuntas manakala dibuat rencana urutan penyelesaian.
Tak perlu dikejar-kejar waktu, lakukan dengan serius benar-benar optimal cara mengerjakannya akan berhasil sesuai dateline.

Siklus Tantangan Zaman

Bahwasanya pada era modernisasi milineal saat ini manusia harus dapat berubah cepat sesuai situasi dan kondisinya.  Diawali dengan changing, yaitu terbiasa mengikuti perubahan sekitarnya dalam segala konteks baik perilaku individu, organisasi dan masyarakat secara luas.

Do … Kerjakan perubahan itu tanpa beban, lalu Action … Bereaksi dengan kreativitas dan inovasi, selanjutnya Focus pada target.
Ini akan berulang lagi di setiap angkatan kerja manusia sebagai tantangan zaman, maka bersiaplah:

“changing – do – action – focus” … dalam estafet bahtera kehidupan dari generasi yang satu ke generasi selanjutnya.

Ide

Ujang berkata, “Mau kemana, Mas?” segera dijawabnya, “Cari ide … ?” Sahut Anwar sambil berlalu melanjutkan langkahnya.  Kang Ujang merenungi sejenak mencoba menginterprestasikan makna ide yang dimaksudkan Mas Anwar.

Seingatnya, ide tak perlu dicari tetapi bisa ditemukan di mana pun saat itu kau berada.  Secara hakiki, apa yang dilihat … dapat dijadikan ide yang berilian tergantung bagaimana mengemasnya.

Latihlah diri mengungkapkan ide yang berserakan di sekitar lingkungan, dan temukan rahasia dibalik keajaiban misterinya.

Peluang

Di setiap kesempatan yang ada selalu memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah peluang.  Arahkan target itu menjadi sasaran untuk membuka kesempatan berharga yang bernilai tinggi atau potensi bisnis di masa mendatang.

Gunakan rencana jangka pendek tuk meraih tujuan peluang tersebut.  Wujudkan potensinya secara nyata.  Ketika dalam waktu singkat menemui jalan buntu, maka segera kembali fokus pada kesempatan berikutnya.

Pasti terdapat potensi selanjutnya untuk dikembangkan menjadi suatu peluang.

Transformasi

Tiap detik berlalu, tak terasa masuk dipenghujung usia.  Hari berganti, waktu terus berjalan … menapaki abad milenium.  Pergerakan perubahan kian cepat … menuntut pribadi yang siap tanggap akan transformasi, ibarat kepompong menjadi kupu-kupu.

Siaga terhadap ancaman perkembangan dunia, secara dramatis seseorang harus bisa memainkan perannya.  Legenda manusia terukir.

Tekun dan Tangguh

Rakyatku dikenal sebagai masyarakat yang ramah.
Seandainya citra itu ditambah dengan spirit, yakni TEKUN … Maka akan sejajar dengan Cina … atau TANGGUH … bisa setara dengan Jepang.

Budaya suatu bangsa diciptakan dengan komitmen rakyatnya.  Keberhasilan dijunjung tekad yang kuat dari segenap aspirasi masyarakat.  Itu tercermin dalam semboyan negeri.