Brainstorming

Brainstorming pengasuhan disampaikan pimpinan menghasilkan gagasan dan ide kreatif untuk memecahkan suatu masalah secara kolaboratif pada jenjang MTW dan IL-IM.

Tujuannya meningkatkan kerjasama tim, kekompakkan dan komitmen asatidzah dalam mengelola pengasuhan di pesantren.

PIA CERMAT…..

Tabayyun

Musyrif tabayyun kepada Yusuf. “Benarkah antum merasa diusilkan oleh teman sekamar?” Jawab: “Iya, ustadz…pakaian ana sering disembunyikan.”

Musyrif selanjutnya tabayyun kepada seluruh penghuni kamar, “In syaa Allah bada Maghrib, ana akan telepon walsan Yusuf. Apakah kalian tahu masalah Yusuf berhubungan dengan kalian semua?” Jawab salah satu diantara mereka, “Yusuf tak pernah cengkrama atau berinteraksi saat di kamar langsung naik ke atas ranjang berdiam diri, makan cemilan atau tidur. Seringnya menyendiri ustadz.” Penghuni kamar lainnya menambahkan, “Yusuf itu seringkali layout ranjang tidak standar posisinya dan berantakan. Kami sering menemukan pakaiannya tergeletak di mana² sembarang tempat.”

Musyrif tanya lagi, “Berarti yang dikeluhkan beliau pakaian disembunyikan kalian itu tidak benar yaa..?” Jawab salah satu diantara mereka: “Ana sudah menduga, beliau akan cerita mengada-ada seperti itu..”

Musyrif menyimpulkan, “Baik…ana akan meluruskan masalah ini kepada ortunya agar tak salah persepsi cerita tidak berkembang jauh ke mana². Syukron yaa…”

Akui

Musyrif tanya kepada Hasan, “Apakah antum ada masalah selama di pondok?” Jawab: “Beberapa bulan belakangan ini, sikap ana terlalu euforia kelewatan hingga canda berlebihan kepada teman. In syaa Allah ana belajar mengendalikan diri.” Pengakuan yang dinanti musyrif.

“Alhamdulillah…antum menyadarinya secara mandiri, berarti fitrah diri antum terlatih. Begitulah yang ana harapkan, tak perlu dipaparkan sudah menyadarinya. Semoga antum senantiasa dalam perlindungan Allah Ta’ala..”

Lelayu

إنا لله وإنا إليه راجعون
اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya…Mas Yahya kelas 8C. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni dosa-dosanya, memberikan rahmat kepadanya, dan menyelamatkannya dari siksa kubur. Aamiin Allahumma aamiin.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini.

Yusuf Ali

Musyrif bertanya kepada Yusuf, “Apa antum masih ada masalah selama di pondok yang mengganggu keseharian di asrama?” Jawab: “Masih sulit menerima dijahilin Ali..”

Musyrif melanjutkan, “Bagaimana antum mengatasinya?” Jawab: “Ana balas, Ali malah marah mendiamkan ana…yaa, ana berdoa agar sikapnya itu menjadikan pahala bagi ana.”

Yahya

Alhamdulillah, operasi Ananda Yahya telah selesai dengan lancar, dan selang permanen telah terpasang dengan baik. Cairan di kepala juga telah bersih, dan saat ini ia sedang menjalani pengobatan untuk infeksinya dengan obat-obatan yang tepat. Semoga Allah Ta’ala beri kesembuhan kepada ananda Yahya sehat kembali sediakala tanpa kurang suatu apapun. Syafahullah…

Fathan Abqory

Alhamdulillah dari serangkaian seremonial penghargaan Santri Teladan untuk syaqqah Madyan bulan Oktober 2025 diwakilkan ananda Fathan Abqory kelas 7F Madyan 2 sebagai Santri Teladan Tasmi Mufrodat.

Semoga selanjutnya santri² syaqqah Madyan semakin termotivasi meraih prestasi, aamiin…

Allah musta’an

Jauh dekat

Ketentuan pelayanan hp untuk santri sepekan 1X dengan durasi 20 menit. In syaa Allah cukup melepas rindu, cerita suka cita jauh dari keluarga. Ada juga yang butuh lebih dari itu, artinya secara persiapan pelepasan dari rumah masih belum tuntas sehingga menyisakan ketergantungan keluarga. Pastikan kepada ananda mengikuti aturan pelayanan hp sesuai jadwal, ini berpengaruh dalam pendewasaan dan kemandiriannya.

Terpisah jarak tapi masih terasa dekat, berarti ananda belum bisa jauh dari keluarga.

Ali Yusuf

Musyrif bertanya kepada Ali, “Kenapa antum suka meledek Yusuf dan suka bersikap kasar kepadanya. Apakah ada salah Yusuf kepada antum?” Ananda hanya tertunduk dan memalingkan wajahnya tak berani menjawab.

“Ana ingatkan terakhir kalinya agar antum senantiasa bersikap baik kepada teman. Tak perlu bersikap ingin jadi pentolan, kalau hanya ingin dianggap keberadaanmu di asrama.” Musyrif melanjutkan, “ATS antum kemarin alhamdulillah tak ada remidi, jangan rusak nilai akademismu dengan pelanggaran yang tak bermanfaat. Apa antum berulah ingin tinggal kelas?” Ananda kian tertunduk merenung khawatir. “Sebentar lagi AAS, antum fokus belajar dan bantu Yusuf menuntaskan nilai akademisnya. Jangan sampai antum dituduh menggangu konsentrasi belajar Yusuf hingga banyak remidinya…Faham.” Ananda mengangguk nampak merasa bersalah. Semoga Allah Ta’ala berikan hidayah kepada Ali dan kemudahan menuntut ilmu kepada Yusuf.