Bahwasanya Syaban adalah bulan diangkatnya amal shalih kepada Allah, kemudian setelah itu Allah menerima di antara amal shalih yang kita kerjakan tersebut, yang Allah kehendaki.
Bulan ini berada di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Bulan Rajab termasuk bulan haram, di mana seseorang diutamakan mengerjakan amal-amal shalih di bulan haram. Sedangkan bulan Ramadhan adalah bulan mulia dan bulan yang paling afdal, di dalamnya manusia banyak sibuk menunaikan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla. Makanya di bulan Syaban banyak manusia yang lalai dari amal shalih. Menunjukkan tentang keutamaan beribadah di waktu fitnah.
Hikmah di saat manusia dalam keadaan lalai menjadikan keutamaan memperbanyak shalat malam, karena sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam. Rasulullah perbanyak puasa dan terus membaca Alquran di bulan Syaban.
Apabila amal shalih tersebut ikhlas sesuai sunnah akan diterima Allah, akan tetapi jika tidak terpenuhi syaratnya, maka tidak diterima oleh Allah Azza wa Jalla.
Syarat amalnya diterima Allah adalah: Ikhlas untuk Allah dan sesuai dengan sunnah Rasulullah.
