Pribahasa yang mengatakan: “Air susu dibalas dengan air tuba” terdengar sangat tidak asing, tetapi mengandung makna yang terkesan janggal, unik, dan tak masuk akal yaitu kebaikan dibalas dengan kejahatan. Rasanya aneh, suatu perbuatan baik seseorang dibalas dengan perbuatan jahat. Mungkinkah perlakuan itu benar-benar terjadi apa adanya? Tersirat sesuai arti yang baru saja disampaikan.
Mustahil seseorang tega menghianati kebajikan yang diterimanya dibalas dengan keburukan. Sebegitu jelekkah tantangan akhir zaman hingga perbuatan baik dinodai perbuatan jahat?
Fenomena itu terdengar tidak nyata tetapi bukan juga tak mungkin bisa ditemukan dalam kehidupan saat ini, dimana krisis kepribadian kian mencuat di permukaan bumi. Rekayasa akhlak mudah disalah tafsirkan oleh segelintir orang yang mencoba merubah citra diri. Upaya menjaga image pribadi dengan menghalalkan segala cara, nampak dominan dalam situasi dan kondisi tertentu. Ingatlah akan balasan bagi mereka yang membenarkan cara yang salah akan berakibat fatal.
Kebaikan akan selalu menang melawan keburukan, itu fitrah manusia di dunia.
