Hakikat dari sebuah amalan seseorang ditentukan oleh latar belakang mengapa perbuatan itu dikerjakan?
Ibadah yang baik sangat bergantung dari niat dalam hati seseorang, sejauh ini dapat direnungkan paradigma dalam menunaikan ibadahnya:
1. Berdasarkan rasa takut, tidak menjalankan kewajiban sebagai hamba diancam akan dihukum di neraka.
2. Berdasarkan penghargaan/reward, mengharapkan ganjaran yang dijanjikan dalam setiap amalan kebajikan. Ibarat pedagang memperhitungkan untung rugi dari nilai pahala.
3. Berdasarkan perasaan cinta, nilai ibadah ini bukanlah karena takut neraka atau ingin meraih surga. Tidak juga membandingkan keseimbangan dengan memberi dan menerima amalan ibadah. Semata-mata menghadirkan niat ikhlas dalam wujud cinta di relung hati sanubari yang paling dalam mengharap ridho dan hidayah Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
