Dekade 1940 – 1960 pada usia pendidikan sekolah dasar di zaman orangtua atau nenek moyang kita dahulu sudah memiliki visi misi hidup, telah dewasa diusia dini.  Faham makna kehidupan dan tujuan hidup dalam cara berfikirnya berkeinginan bebas merdeka dari pengaruh penjajah.

Era 1970 – 1990 mulai terjadi kemunduran usia dewasa, tidak lagi pada jenjang sekolah dasar tetapi memasuki jenjang sekolah menengah pertama, baru terbentuk visi misi kehidupan, dimana mulai sadar dalam mengisi kemerdekaan harus membangun bangsa ini.
Dunia pendidikan sebagai infrastruktur pembangunan di segala bidang.  Bermunculan cendikiawan muda berbakat menata pembangunan negeri.

Zaman milenium saat ini era globalisasi tahun 2000 hingga 2020 menapaki modernisasi industri, semakin merosot kedewasaan diri anak-anak kita, baru nampak terlihat pada jenjang sekolah menengah atas, dimana teknologi mengalami percepatan tinggi, mempengaruhi intelegensi yang semakin canggih, sedangkan kematangan usia dalam pola berfikir ananda semakin jauh dari harapan.

Telah terjadi krisis akhlak secara serempak pada negeri, apakah ini yang disebut tantangan zaman? Tabiat baik mulai asing, padahal mencari ilmu semakin mudah ditemukan hanya dengan menanyakan google search engine otomatis informasi lengkap yang dibutuhkan tersedia di hadapan.

Bagaimana proyeksi perkembangan nilai kedewasaan anak cucu kita? Akankah semakin jauh mengalami kemunduran? Apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah ini?

Mari sejenak renungkan…..paling tidak persiapkan anak cucu kita terhindar dari bahaya laten tersebut.

Miris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *