Tahun 1997 krisis moneter (krismon) melanda Indonesia hingga nilai mata uang rupiah anjlok drastis tak terbendung mencapai angka Rp.15.000-/US$. Saat itu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bertahan mendominasi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Memasuki era milenial industri 4,0 secara serba digital, UMKM kembali mampu bersaing membuka potensi dengan mengembangkan sistem online yang efektif dan efisien dalam pengadaan tempat lokasi usaha bisa difasilitasi atau dikondisikan di rumah selain tempat tinggal sekaligus dijadikan tempat usaha.
Kemudahan promosi dengan memanfaatkan jejaring media sosial (medsos) menggairahkan jual beli komunitas antar sesama masyarakat. Misalnya dengan memasang status whatsApp dapat dilihat minat iklan yang dimuat.
Hal serupa juga banyak ditemukan masyarakat menggunakan aplikasi facebook sebagai ajang promosi medsos gratis.
UMKM kian pesat, setiap individu komunitas berupaya andil dengan perubahan zaman industri 4,0 berlomba-lomba menciptakan produksi rumahan atau produk reseller yang mampu bertahan kelak di kemudian hari.
Dengan berjalannya waktu mulai nampak jelas hasil UMKM bertebaran di sekitar kita, tak ada yang perlu dikhawatirkan dampak pencanangan industri 4,0 malah memberikan energi positif bagi rakyat Indonesia.
Kenangan krismon 1997 terulang kembali semangat merintis UMKM bagaikan jamur merambah lapisan bawah masyarakat tidak mengenal strata kemampuan akademis, semua memiliki kesempatan dan peluang yang sama menembus batas dunia digital.
Sudahkah anda memiliki potensi milenium yang bakal menjadi kerajaan bisnis keluarga anda?
