“Bismillah, afwan… ana ingin tabayun dengan antum terkait permasalahan yang muncul, yakni antum dilaporkan suka bicara kotor. Kenapa?” Santrinya menjawab dengan jujur, “Ana kelepasan ustadz, spontan…kebiasaan pergaulan dengan teman di rumah.”
Ustadz memberikan nasihat yang lembut, “Kebiasaan buruk di rumah, jangan dibawa ke pondok, bisakan…?” Santri itu menunjukkan penyesalan yang mendalam dan menjawab, “Bisa, ustadz…in syaa Allah ana tidak akan mengulangi lagi.”
Ustadz kemudian meminta komitmen dari santri tersebut, “Apa komitmen antum memastikan tidak akan melakukan hal itu?” Santrinya menjawab dengan tegas, “Ana janji tidak mengulanginya lagi…”
Ustadz juga meminta kesediaan santrinya untuk menerima sanksi hukuman jika melakukan kesalahan yang sama, “Apakah antum bersedia kena sangsi hukuman bila melakukan sikap bicara kotor?” Santri menjawab, “Iya, bersedia…”
Akhirnya, ustadz menyerahkan lampiran hasil konselingnya untuk ditandatangani oleh santri itu, sebagai bukti komitmen dan kesediaan untuk berubah.
