Hidup bukan hanya tentang berjalan, tapi tentang ke mana kaki diarahkan. Bukan semua jalan harus dilalui, dan bukan semua tangan harus digenggam.

Kita belajar memilah, antara kata yang patut disimpan dan suara yang lebih baik dibungkam; Antara orang yang pantas dibawa pulang dan bayangan yang sebaiknya ditinggal di persimpangan..

Memilih itu seni, kadang hati ingin semua, tapi waktu mengajarkan keterbatasan; tidak semua manis itu benar, tidak semua benar terasa manis.

Di setiap langkah, ada bisik hati yang samar: “Berhentilah sejenak, lihatlah sekeliling, apa yang kau bawa? Apa yang kau buang?”

Aku belajar, bahwa memilah bukan berarti kehilangan, tapi memberi ruang pada diri untuk bernapas tanpa beban yang tak seharusnya dibawa. Dan memilih, bukan tentang siapa yang menang, tapi tentang siapa yang tetap tinggal ketika badai reda dan matahari kembali terbit..

Aku belajar, tak semua yang indah harus kugenggam, tak semua yang dekat harus kubawa pulang. Memilah itu luka, tapi juga obat. Memilih itu rindu, tapi juga merdeka..

 

Alkindi 28/7/25

Seni memilah dan memilih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *