Awal penerimaan santri baru 13 Juli 2025, pertama kali kegiatan pengasuhan melakukan pemetaan santri dengan konseling terbuka secara umum guna memilah santri yang berkebutuhan khusus membantu musyrif dalam pendampingannya untuk skala prioritas penanganan santri bermasalah.
Waktu berjalan 5 hari temuan santri yang mendadak rindu kangen rumah tak terbendung.
Langkah pertama pendekatan dengan berikan saran, hari selanjutnya nasehat, masih juga belum berhasil tiba giliran konseling terbuka secara khusus 22 Juli 2025.
Selesai konseling Ummunya mohon izin menggunakan voice note tanyakan kabar dan mendoakan kebaikan agar ananda senantiasa diberi kemudahan Allah Ta’ala dalam menuntut ilmu di pondok.
Pukul 21.52 ummu itu bertanya apakah ananda sudah tidur?
Musyrif menjawab keesokan harinya dengan menyampaikan hasil pemetaan santri hingga konseling semalam kepada ananda. Ternyata ummu ingin mengabarkan bahwa jidahnya (nenek) meninggal dunia. Innalillaahi wa innailaihi rojiun.
Ada kontak bathin pada santri tersebut, alhamdulillah antisipasi penanganan santri bermanfaat bagi musyrif membantu proses pengasuhan secara fitrahnya.
