Kebiasaan bullying di suatu tempat, terjadi bukan semata-mata karena intimidasi yang kuat menindas yang lemah. Justru terjadi seringkali tak sengaja diawali obrolan santai, keluar kata candaan, meledek satu dengan lainnya, sindiran, hinaan, mulai menyinggung perasaan, memprovokasi sekitarnya untuk ikut aksi meledek, lalu nampak upaya menyudutkan seseorang yang dijadikan objek candaan semakin terpojokkan.
Ketika yang menjadi objek candaan gelisah ini kelihatan semakin seru dan menyudutkannya kembali menjadi bahan pelecehan secara lisan, barulah yang bersangkutan akan mengeluhkan dan merasa tidak menerima atas bullying tersebut.
Hindari perilaku yang akan menjadi ketidakseimbangan kekuatan sosial atau fisik mencakup pelecehan secara lisan, ancaman, paksaan, atau kekerasan fisik yang diarahkan berulang kali terhadap seseorang.
No bullying
