Pilihan

Mengambil keputusan A atau B bagaikan menentukan pilihan Benar atau Salah. Tidak disyahkan seseorang memilih diantaranya.  Dengan sangkaan bahwasanya netral merupakan suatu cara menekan dampak resiko pilihan.  Justru sebaliknya sikap tersebut tidak dibenarkan termasuk salah.
Jadi tentukan sesuai tujuan yang ingin diraih tanpa resiko besar. Pastikan benar, efektif, dan efisien.

Nasehat Orangtua

Nasehat pertama orangtua: “Nak, semoga kamu menjadi anak yang shaleh/shalehah agar kami selamat di akherat”.

Nasehat kedua orangtua: “Nak, berbudi pekertilah dengan akhlak mulia untuk bekalmu di kemudian hari”.

Nasehat ketiga orangtua: “Nak, jadilah orang baik di dunia”.

“Apakah dengan memiliki ini diri saya akan menjadi sombong?”

Memanfaatkan keindahan dunia harus bijaksana, hati-hati … jangan sampai terjebak kepada kesombongan.
Ingin punya motor, tanyakan dalam hati: “Apakah dengan motor ini diri saya akan menjadi sombong?”
Ingin punya mobil, tanyakan dalam hati: “Apakah dengan mobil ini diri saya akan menjadi sombong?”
Ingin punya rumah, tanyakan dalam hati: “Apakah dengan rumah ini diri saya akan menjadi sombong?”
Pilihlah perhiasan dunia yang diri sendiri terhindar dari sifat sombong. Berlaku untuk sesuatu yang diinginkan, segera tanyakan: “Apakah dengan memiliki ini diri saya akan menjadi sombong?”