Sebuah kotamadya yang banyak dihuni para pensiunan, dimana julukan tersebut disebabkan bertebarannya para juru parkir usia lansia.  Dan selama menetap 7 tahun, kotanya tidak berubah.  Yaa … Begitu-gitu saja.  Perkembangan terjadi dikarenakan pabrik-pabrik garmen dan kayu meramaikan perindustrian di sini.  Mayoritas kaum wanitanya bekerja di pabrik, para lelaki bertani dan beternak.

Yang menjadi perhatian khusus juga karena keberadaan sebuah pondok Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran bermanhaj salaf, yang letaknya diperbatasan Kabupaten Semarang dengan Kota Salatiga, ikut mengharumkan kotamadya ini.

Salatiga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *