Masih teringat Mbah Akung semasa hidupnya, beliau pernah menyampaikan, “halamanmu … ditanami pohon agar dikemudian hari bermanfaat sebagai amal jariyyah yang dapat dinikmati anak cucumu, saudara, dan tetanggamu !” pesannya ketika masih hidup.  Saat itu Mbah Akung memiliki tangan yang dingin, setiap menanam suatu pohon/bunga selalu berbuah dan berbunga.  Setelah tiada, sisa peninggalannya yang masih kami nikmati yaitu buah yang ditanamnya dahulu.  Sedangkan bunga Anggrek, Mawar, dan Melati … gugur bersama kepergiannya.

Sejak itu aku mulai menabung kebaikan, menanam benih-benih sebagai lahan yang berguna bagi generasi selanjutnya.  Semoga bermanfaat.

Kenangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *