Bunda…dipelukanmu aku belajar arti rumah, ditatapanmu kutemukan arah jiwa. Kini langkahku harus menjauh sejenak, meski hati ini enggan beranjak.

Senyummu tersimpan di setiap doa, mendoakan anakmu di jalan yang berbeda. Air mata jangan jatuh, bunda tercinta..perpisahan ini hanya jeda, tidak selamanya.

Kelak saat senja kembali menyapa, aku pulang membawa cerita bahagia. Bunda..tunggulah di beranda doa, sampai jumpa lagi dipelukan yang sama.

Semoga lain waktu hangat itu kembali terasa, dekapan cinta sempurna, hanya bunda yang kurindukan hadirnya, dalam setiap waktu tanpa jeda.

Surat Alkindi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *