Manusia sebagai diri pribadi memiliki fitrah menjadi seorang hamba yang taat dalam beribadah kepada Allah Azza wa Jalla agar senantiasa terjaga akhlak budi pekertinya dalam bermuamalah dengan sesama mahluk.

Sebagai seorang yang religius, manusia wajib menuntut ilmu untuk memastikan ritual peribadatannya sesuai tuntunan Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam. Dalam kebenaran tentu akan berbuah kebaikan secara spiritual yang menuntun raga menjadi insan yang berguna dan bermanfaat di dunia.

Bahaya laten seorang yang sangat religius akan dihantui perasaan sombong karena merasa benar dalam beribadah kepada Sang Khalik. Seringkali lupa bahwasanya antar sesama mahluk yang diperhatikan adalah nilai-nilai kebaikan seorang hamba kepada sesama secara horizontal yang merupakan wujud apresiasi pendidikan religius diri pribadinya.

Sedangkan hanya memiliki kebaikan secara spiritual, seorang hamba akan mudah meninggalkan ketaatan ibadah dan amalan terbaiknya kepada Allah yang Maha Pencipta. Ini sangat membahayakan diri pribadinya dari ilmu pendidikan religius.

Jadilah seorang manusia yang religius agar menjadi baik spiritualnya.

Benar secara Religius atau Baik secara Spritual

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *