Sebenarnya yang paling mengetahui diri pribadi yang terdalam adalah niat, itulah yang sesungguhnya jati diri yang sebenarnya yang paling mengetahui motivasi yang terdalam. Orang lain menilai dari apa yang dilihatnya dari pencitraan sebuah persepsi yang dibangun. Penampilan luar sekedar bentuk polesan yang mengusung kepalsuan di dalam topeng yang diciptakan. Padahal esensi hidup menjadi diri pribadi apa adanya dengan menjalani pertumbuhan mental spiritual untuk perjalanan menghadap Allah Azza wa Jalla.
Salah satu cara ampuh untuk mengembangkan karakter diri dengan berpuasa. Karena ibadah ini tidak dipamerkan, hanya rahasia berdua saja antara diri sendiri dengan Tuhan. Dalam puasa dilatih untuk tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang. Yang terpenting penilaian Allah Azza wa Jalla kepadanya. Dan jujur kepada diri sendiri tentang jati dirinya.
