Selalu saja dihadapkan pada pilihan dimana tak ada satupun yang dapat dipilih yang pada akhirnya harus menyamakan persepsi terlebih dahulu, kemudian menentukan resiko pilihan yang paling ringan dan tidak memberatkan semua pihak. Begitu sulit mengambil keputusan adil bagi semuanya.
Itu terjadi saat orangtua memaksakan ananda boarding school ke pesantren, proses membangun hasrat ananda untuk mau mengikuti secara sadar atas minat sendiri hadir bersama kemauan yang besar begitu susah. Harus berkompromi dulu hingga sepakat dan yakin terhadap pilihannya.
Sedikit paksaan akan menjadi nilai resiko yang akan dihadapi kedua belah pihak, pastikanlah tak ada sebuah paksaan.
