Ketika memasukkan putriku ke pesantren jenjang Ibtidaiyyah setara dengan Sekolah Dasar, aku buat perjanjian tidak tertulis dengan putriku bahwa aku berjanji menengoknya seminggu sekali.   Aku di Jakarta sedangkan pondok putriku di Solo.   Yaa, sebuah pengorbanan melaju setiap pekan Jakarta – Solo.

Saat kunjungan aku bermalam sehari di wisma tamu pondok itu dan tidur bersamanya.   Begitu syahdu kebersamaan sesaat mengisi waktu kami.

Esok sore harinya upacara perpisahan selalu diiringi tangis ananda meminta ikut pulang ke Jakarta dan dengan segala upaya aku membujuk bahwasanya ini demi kebaikannya kelak.   Sambil aku berdoa memohon kepada Allah untuk selalu melindungi putriku dan menjaganya.

Terima kasih banyak telah mengikuti keinginan ayahmu, nak…

Hikmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *